{"id":11046,"date":"2025-07-09T05:15:09","date_gmt":"2025-07-09T05:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=11046"},"modified":"2025-07-09T05:15:09","modified_gmt":"2025-07-09T05:15:09","slug":"mengenal-sindrom-kromosom-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/","title":{"rendered":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah Sobat WeCare mendengar tentang sindrom kromosom 6? Meskipun terbilang langka, kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan. Salah satu contohnya kasus Azril. Perkembangannya terlambat: baru bisa berjalan di usia 2 tahun dan rentan infeksi. Saat berusia 2 tahun, diagnosis jantung bocor dan gizi buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini menyajikan informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis, terapi, dan harapan hidup pengidap sindrom tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sindrom Kromosom 6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Medline Plus<\/em> menjelaskan bahwa kromosom 6 merupakan salah satu dari 23 pasang kromosom manusia yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh yang. Struktur kromosom ini menampung sekitar 1557 gen vital termasuk MHC yang fundamental bagi pertahanan imunitas, dan bertanggung jawab atas 5,5-6% dari total genom manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian yang dipublikasikan pada <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S1874391913004387\"><em>Journal of Proteomics<\/em><\/a> (2014) menyebutkan bahwa kromosom 6 diketahui mengandung lebih dari 1000 gen yang menghasilkan protein, dan berperan penting dalam lebih dari 120 penyakit utama manusia, termasuk gangguan autoimun, inflamasi, kanker, penyakit jantung, dan gangguan saraf.<\/p>\n\n\n\n<p>Melansir <em>National Organization for Rare Disorders<\/em> (NORD), ketika struktur atau jumlah kromosom berubah (disebut aneuploidi), fungsinya terganggu. Perubahan ini bisa berupa delesi (hilangnya sebagian kromosom), duplikasi (penambahan salinan), atau pembentukan struktur cincin (ring chromosome).<\/p>\n\n\n\n<p>Meski langka (prevalensi &lt;1:1.000.000), dampak perubahan jumlah kromosom signifikan pada perkembangan fisik dan neurologis penderitanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Duplikasi Kromosom 6 dan Gejala<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Duplikasi kromosom 6 terjadi ketika sebagian material genetik pada kromosom 6 mengalami penggandaan. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda, bergantung pada lokasi duplikasi. Gejala yang mungkin muncul meliputi gangguan perkembangan neurologis, kelainan jantung, dan masalah pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak dengan duplikasi kromosom 6 sering mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif. Beberapa kasus juga menunjukkan adanya kelainan struktur organ internal yang memerlukan pemantauan medis berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penghapusan 6q Deletion Efek<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penghapusan atau delesi pada lengan panjang kromosom 6 (6q) memiliki dampak yang signifikan. Kumpulan gejala yang dijelaskan meliputi karakteristik wajah yang khas, keterlambatan perkembangan, gangguan pertumbuhan, kelainan urogenital, malformasi otak, dan kelainan kardiovaskular.<\/p>\n\n\n\n<p>Efek penghapusan 6q sangat bervariasi bergantung pada lokasi dan ukuran segmen yang hilang. Beberapa anak mungkin mengalami gejala ringan, sementara yang lain dapat mengalami komplikasi serius yang memerlukan perawatan intensif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penyebab utama sindrom kromosom 6 adalah adanya perubahan struktur atau jumlah pada kromosom 6. Sindrom ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Menurut <em>NORD<\/em> sebagian besar kasus terjadi akibat mutasi spontan, namun dalam kasus yang jarang, kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua. Penyebab utama meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kelainan genetik spontan yang terjadi selama pembentukan sel telur atau sperma menjadi faktor utama.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor lingkungan dan usia orang tua juga dapat meningkatkan risiko terjadinya mutasi kromosom.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Paparan radiasi, bahan kimia tertentu, atau infeksi selama kehamilan dapat mempengaruhi stabilitas kromosom.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala Pada Anak<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gejala sindrom kromosom 6 sangat bervariasi bergantung pada lokasi dan ukuran perubahan kromosom. Tanda dan gejala yang umum diamati meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Keterlambatan perkembangan<\/li>\n\n\n\n<li>Masalah makan<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan perilaku<\/li>\n\n\n\n<li>Distabilitas kognitif<\/li>\n\n\n\n<li>Kelainan pendengaran dan penglihatan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Diagnosis\u00a0<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Diagnosis sindrom kromosom 6 memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pemeriksaan medis. Kelainan ini bisa diidentifikasi menggunakan pemeriksaan DNA yang spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan kariotipe (analisis kromosom) merupakan tahap pertama dalam mengidentifikasi kelainan bentuk kromosom. Teknik FISH (Fluorescence In Situ Hybridization) dan DNA microarray dapat memberikan informasi lebih detail tentang lokasi dan ukuran perubahan genetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan ini bisa dilakukan sejak bayi lahir, bahkan saat masih dalam kandungan melalui <em>amniosentesis<\/em> \u2500prosedur pengambilan cairan ketuban pada kehamilan 15-20 minggu)\u2500 atau <em>chorionic villus sampling <\/em>(CVS) \u2500teknik pengambilan sampel jaringan plasenta pada kehamilan 10-13 minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Deteksi sejak awal memiliki peran krusial supaya intervensi medis dapat dimulai dengan cepat dan risiko komplikasi bisa dikurangi.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penanganan\u00a0<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Penanganan sindrom kromosom 6 bersifat suportif dan disesuaikan dengan gejala yang muncul. Perawatan didasarkan pada tanda dan gejala yang ada. Pendekatan terapi meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Terapi fisik dan okupasi untuk membantu perkembangan motorik<\/li>\n\n\n\n<li>Terapi wicara untuk anak dengan hambatan perkembangan bahasa<\/li>\n\n\n\n<li>Pemantauan kesehatan jantung, ginjal, dan organ lain secara rutin<\/li>\n\n\n\n<li>Dukungan psikologis untuk anak dan keluarga<\/li>\n\n\n\n<li>Pendidikan khusus sesuai kebutuhan anak<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perkiraan Harapan Hidup\u00a0<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Harapan hidup penderita sindrom kromosom 6 sangat bervariasi dan bergantung pada tingkat keparahan gejala serta komplikasi yang muncul. Dengan perawatan medis yang tepat dan dukungan yang komprehensif, banyak anak dapat menjalani kehidupan yang bermakna meskipun menghadapi tantangan khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi adanya kelainan jantung, masalah neurologis, dan kemampuan adaptasi keluarga. Intervensi dini dan perawatan yang konsisten dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Studi Kasus Sindrom Kromosom 6 Langka<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain laporan umum, beberapa penelitian ilmiah telah mendokumentasikan kelainan kromosom 6 secara spesifik:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Penelitian yang terbit pada <em>jurnal <\/em><a href=\"https:\/\/bmcmedgenomics.biomedcentral.com\/articles\/10.1186\/1755-8794-6-3\"><em>BMC Medical Genomics<\/em><\/a> (2013) menyajikan analisis lengkap menggunakan Array-CGH pada pasien dengan sindrom kromosom 6. Hasilnya mengungkap hubungan antara perubahan genetik tertentu dan gejala klinis, serta memperluas pemahaman gen penyebab pada sindrom ini<\/p>\n\n\n\n<p>2. Penelitian <a href=\"https:\/\/molecularcytogenetics.biomedcentral.com\/articles\/10.1186\/s13039-022-00586-1\"><em>Molecular Cytogenetics<\/em><\/a> (2022) melaporkan pasien laki-laki yang mengalami keterlambatan pertumbuhan dan kelainan jantung bawaan, yang diturunkan dari ibu melalui sindrom kromosom 6.<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis genetik menunjukkan adanya perbedaan salinan gen (CNV) serta berbagai aspek genetik auto\u00adsom ke\u20116 yang memberi pemahaman baru mengenai sindrom ini.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Riset yang dipublikasikan <em>di <\/em><a href=\"https:\/\/jkms.org\/DOIx.php?id=10.3346\/jkms.2024.39.e201\"><em>Korean Journal of Pediatrics<\/em> (2012),<\/a> melaporkan kasus bayi laki-laki berusia 7 hari dengan sindrom kromosom 6 yang mengalami kelainan jantung bawaan (PDA), keterlambatan tumbuh kembang, serta ciri wajah khas.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini menunjukkan bahwa gejala sindrom kromosom 6 sangat beragam, mencakup gangguan pada pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, hingga kelainan organ seperti <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/mengapa-serangan-jantung-parah-terjadi-hari-senin\/\">jantung.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, peneliti juga menegaskan pentingnya pemantauan jangka panjang karena gejala bisa berbeda pada tiap individu, meski kelainan kromosomnya serupa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Tes Genetik Kromosom 6 Dilakukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tes genetik kromosom 6 direkomendasikan ketika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan. Indikasi untuk melakukan tes meliputi keterlambatan perkembangan yang tidak dapat dijelaskan, kelainan fisik multipel, riwayat keluarga dengan kondisi genetik, atau hasil pemeriksaan prenatal yang abnormal.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsultasi dengan ahli genetika sangat penting untuk menentukan jenis tes yang tepat dan menginterpretasikan hasil dengan akurat. Tes genetik juga dapat membantu dalam perencanaan keluarga dan konseling reproduksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kisah Azril &amp; Ajakan Donasi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cerita Azril mencerminkan tantangan anak dengan sindrom kromosom 6. Orang tuanya sempat menghentikan pengobatan karena keterbatasan finansial. Kendati telah dirujuk ke Jakarta, kondisi finansial keluarga hanya memungkinkan perawatan di bidan. Di usia 4 tahun, Azril kembali dirujuk ke RS Harapan Kita untuk kateterisasi dan rencana operasi jantung.<\/p>\n\n\n\n<p>Tragisnya, di tengah proses ini, ayahnya mengalami kecelakaan kerja yang mengharuskan operasi tulang belakang. Berkat semangat keluarga, Azril akhirnya berhasil menjalani kateterisasi Desember lalu dan kini menunggu operasi jantung besar di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, keluarga Azril mengalami tantangan besar karena tidak ada anggota keluarga yang bekerja tetap. Pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan menghadapi hambatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami mengajak Sobat WeCare untuk bersama ulurkan tangan demi mendukung Azril agar bisa melanjutkan pengobatan dan tumbuh dengan harapan baru. Donasi Sobat WeCare bisa disumbangkan melalui WeCare.id dengan membuka \u201c<a href=\"https:\/\/wecare.id\/azril-sembuh\/\">Program penggalangan dana untuk Azril<\/a>\u201d yang tersedia di situs WeCare.id. Sekecil apa pun bantuan akan sangat berarti bagi Azril.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>6q terminal deletion syndrome<\/em>. (2025). Diambil kembali dari www.orpha.net.<\/p>\n\n\n\n<p>Borchers, C. H., dkk. (2014). The Human Proteome Organization Chromosome 6 Consortium: Integrating chromosome-centric and biology\/disease driven strategies. <em>Journal of Proteomics<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Chromosome 6 (Human)<\/em>. (2017). Diambil kembali dari www.sciencedirect.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Chromosome 6<\/em>. (2011). Diambil kembali dari medlineplus.gov\/genetics\/chromosome.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Chromosome 6<\/em>. (2011). Diambil kembali dari medlineplus.gov.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Chromosome 6 research<\/em>. (2025). Diambil kembali dari www.rug.nl.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Chromosome 6 Ring<\/em>. (1992). Diambil kembali dari rarediseases.org.<\/p>\n\n\n\n<p>Ediyati, A. (2024). <em>Kelainan Kromosom: Jenis, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasinya<\/em>. Diambil kembali dari www.haibunda.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Lee, S. J., Han , D., Cho , H., Cho , Y., &amp; Ma , J. (2012). Mosaic Ring Chromosome 6 in an Infant with Significant Patent Ductus Arteriosus and Multiple Congenital Anomalies. <em>Journal of Korean Medical Science<\/em>. Diambil kembali dari Journal of Korean Medical Science.<\/p>\n\n\n\n<p>Lurie, I. (2017). <em>Chromosome 6<\/em>. Diambil kembali dari chromodisorder.org.<\/p>\n\n\n\n<p>Mirza, G., dkk. (2024). Refined genotype\u2013phenotype correlations in cases of chromosome 6p deletion syndromes. <em>European Journal of Human Genetics volume<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pace, N. P., Maggouta, F., Twigden, M., &amp; Borg, I. (2017). Molecular cytogenetic characterisation of a novel de novo ring chromosome 6 involving a terminal 6p deletion and terminal 6q duplication in the different arms of the same chromosome. <em>Molecular Cytogenetics<\/em>. Diambil kembali dari molecularcytogenetics.biomedcentral.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Purwoko, S. A. (2025). <em>Kelainan Kromosom<\/em>. Diambil kembali dari hellosehat.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Ring chromosome 6 syndrome<\/em>. (2025). Diambil kembali dari www.orpha.net.<\/p>\n\n\n\n<p>\u015awieca, A., dkk.&nbsp; (2025). Maternal Uniparental Isodisomy of Chromosome 6: A Novel Case of Teratoma and Autism Spectrum Disorder with a Diagnostic and Management Framework. <em>MDPI<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Tangella, K. (2022). <em>Chromosome 6q Deletion Syndrome<\/em>. Diambil kembali dari www.dovemed.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Featured Image : <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@digital_e?utm_content=creditCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=unsplash\">digitale.de<\/a>\u00a0on\u00a0<a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/a-close-up-of-a-structure-with-a-blue-background-2GEr4fLZt8A?utm_content=creditCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=unsplash\">Unsplash<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11050,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-11046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-09T05:15:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak\",\"datePublished\":\"2025-07-09T05:15:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\"},\"wordCount\":1328,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\",\"name\":\"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2025-07-09T05:15:09+00:00\",\"description\":\"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak","description":"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak","og_description":"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2025-07-09T05:15:09+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak","datePublished":"2025-07-09T05:15:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/"},"wordCount":1328,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/","name":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2025-07-09T05:15:09+00:00","description":"Pahami sindrom kromosom 6, penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan kondisi genetik langka ini pada anak dengan penjelasan lengkap di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/mengenal-sindrom-kromosom-6\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sindrom Kromosom 6 dan Dampaknya pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}