{"id":2679,"date":"2021-03-01T06:04:41","date_gmt":"2021-03-01T06:04:41","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.wecare.id\/?p=2679"},"modified":"2021-03-01T06:04:41","modified_gmt":"2021-03-01T06:04:41","slug":"hipospadia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/","title":{"rendered":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-right\"><em>Sumber foto: pexels.com<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai orang tua, mungkin sebagian dari kita cemas akan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2018\/04\/tip-hentikan-kebiasaan-ngompol-pada-anak\/\">kebiasaan mengompol pada anak<\/a>. Namun, untuk kasus yang ini berbeda. Boro-boro mengompol, mau berkemih saja susah dan menyakitkan. Kondisi yang dialami bayi laki-laki ini dinamakan <strong>hipospadia.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<ol>\n<li><a href=\"#apa\">1. Apa Itu Hipospadia?<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#gejala\">2. Gejala Hipospadia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#faktor\">3. Kemungkinan Faktor Penyebab Hipospadia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#cara\">4. Cara Mendiagnosis Hipospadia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#perlu\">5. Perlukah Operasi untuk Penanganan Hipospadia?\n<li><a href=\"#ortu\">6. Bagaimana Bila Orang Tua Anak Kesulitan Biaya ke Dokter?<\/a><\/li><\/a><\/li>\n<\/ol>\n<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;alira-siti&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"apa\">Apa Itu Hipospadia?<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Hipospadia adalah <\/strong>kelainan yang dialami bayi laki-laki. Kondisi ini ditandai dengan letak lubang kencing yang tidak normal. Bila yang normal letaknya ada di ujung penis, maka yang tidak normal justru ada di bawahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun masih bisa berkemih, kondisi ini harus segera ditangani dokter. Masalahnya, penderita dengan <strong><em>pathway<\/em><\/strong> <strong>hipospadia <\/strong>tidak hanya kesulitan berkemih. Saat menikah dan berhubungan intim nanti, mereka akan kesakitan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"gejala\">Gejala Hipospadia?<\/h2>\n\n\n\n<p>Lalu seperti apa gejala atau <strong>patofisiologi<\/strong> <strong>hipospadia?<\/strong> Kondisinya berbeda-beda pada setiap penderita. Ada yang letak lubangnya di bawah kepala penis, ada yang di bagian bawah batang penis. Dalam beberapa kasus langka lainnya, ada yang lubang kemihnya di area skrotum (buah zakar).<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa gejala yang lazim dialami penderita <strong>hipospadia <\/strong>adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Percikan air kencing tidak normal saat berkemih.<\/li><li>Kulup melingkupi bagian atas kepala penis saja.<\/li><li>Penis melengkung ke bawah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Bila tidak segera ditangani, dampaknya bisa seumur hidup bagi si anak. Saat menikah nanti, penderita akan kesulitan untuk memiliki anak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"faktor\">Kemungkinan Faktor Penyebab Hipospadia<\/h2>\n\n\n\n<p>Sayangnya, hingga kini penyebab pasti <strong>hipospadia <\/strong>belum juga diketahui. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang dapat memicu penyakit ini pada bayi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ibu yang mengandung pada usia 35 tahun ke atas.<\/li><li>Ibu yang menderita obesitas atau diabetes saat hamil.<\/li><li>Ibu yang melakukan terapi hormon untuk hamil.<\/li><li>Ibu yang terpapar rokok atau pestisida saat mengandung.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, keluarga dengan sejarah <strong>hipospadia <\/strong>dalam riwayat kesehatan juga berpengaruh besar. Selain itu, bayi yang terlahir prematur juga bisa mengalami gangguan kesehatan ini.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;viara-hikmatun&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Agar bayi yang dilahirkan tidak sampai mengalami gangguan kesehatan tersebut, ibu dapat melakukan hal-hal ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol maupun merokok.<\/li><li>Mengkonsumsi asam folat (suplemen) sesuai takaran yang dianjurkan dokter kandungan.<\/li><li>Mempertahankan berat badan yang seimbang, bisa dengan menjaga pola makan dan berolahraga ringan.<\/li><li>Rajin ke dokter kandungan setiap memeriksakan kehamilan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"cara\">Cara Mendiagnosis Hipospadia<\/h2>\n\n\n\n<p>Sesudah bayi lahir, biasanya pemeriksaan menyeluruh langsung dilakukan. Namun, bila kasusnya parah, biasanya masih ada pemeriksaan lanjutan. Dokter akan memberikan uji pencitraan serta pemeriksaan gen dalam keluarga.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"cara\">Perlukah Operasi untuk Penanganan Hipospadia?<\/h2>\n\n\n\n<p>Operasi diperlukan untuk \u201cmenempatkan\u201d posisi lubang kemih ke tempat yang seharusnya. Operasi ini juga bertujuan untuk memperbaiki penis yang melengkung. Tingkat keparahan juga menentukan jumlah operasi yang harus dilakukan. Biasanya, operasi dilakukan sebanyak dua kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila anak laki-lakimu belum sunat namun menderita <strong>hipospadia, <\/strong>sebaiknya tunda dulu sunatnya. Dokter membutuhkan cangkokan dari kulup untuk membuat lubang kemih yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Operasi sebaiknya dilakukan saat anak berusia antara enam hingga 12 bulan. Biasanya, sesudah operasi, fungsi penis anak akan normal kembali. Sesudah itu, tinggal lakukan <strong>askep hipospadia.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;rakha-firmansyah&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"cara\">Bagaimana Bila Orang Tua Anak Kesulitan Biaya ke Dokter?<\/h2>\n\n\n\n<p>Idealnya sih, begitu tahu bayi menderita <strong>hipospadia, <\/strong>segera periksa ke dokter. Semakin cepat ditangani, anak tidak akan menderita lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bagaimana bila orang tua anak kesulitan biaya ke dokter? Sekarang bisa lho, membayar biaya<strong> operasi hipospadia menggunakan bpjs. <\/strong>Untuk lebih jelasnya, silakan cek <strong>kode icd 10 hipospadia <\/strong>di BPJS.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, inilah saatnya kita turun tangan membantu mereka yang kesusahan. <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">WeCare.id <\/a>banyak mendukung para orang tua yang membutuhkan bantuan biaya kesehatan anak-anak mereka. Sebagai sesama manusia, kenapa kita tidak mencoba meringankan penderitaan mereka?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_app_banner type=\u20181\u2019]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tim Alodokter (2019). Hipospadia. <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/hypospadia\">Alodokter.com<\/a>.<br>Redaksi Halodoc &#8211; Hipospadia. <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/hipospadia\">Halodoc.com<\/a>.Daniel Mahendra Krisna dan Maulana A. (2017). Hipospadia: Bagaimana Karakteristiknya di Indonesia?. <a href=\"https:\/\/bikdw.ukdw.ac.id\/index.php\/bikdw\/article\/view\/52\">Bikdw.ukdw.ac.id<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,19,10,47],"tags":[495,82,25,365,23],"class_list":["post-2679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-featured","category-info-penyakit","category-kesehatan-anak","tag-hipospadia","tag-info-anak","tag-info-kesehatan","tag-info-kesehatan-anak","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-01T06:04:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani\",\"datePublished\":\"2021-03-01T06:04:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\"},\"wordCount\":619,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"hipospadia\",\"info anak\",\"info kesehatan\",\"info kesehatan anak\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Berita &amp; Event\",\"Featured\",\"Info Kesehatan\",\"Kesehatan Anak\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\",\"name\":\"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-03-01T06:04:41+00:00\",\"description\":\"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower","description":"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower","og_description":"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-03-01T06:04:41+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani","datePublished":"2021-03-01T06:04:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/"},"wordCount":619,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["hipospadia","info anak","info kesehatan","info kesehatan anak","wecare.id"],"articleSection":["Berita &amp; Event","Featured","Info Kesehatan","Kesehatan Anak"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/","name":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-03-01T06:04:41+00:00","description":"Apa yang terjadi bila bayi yang baru lahir ternyata menderita hipospadia? Pastinya harus segera ditangani. Seperti apa gangguan kesehatan ini?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hipospadia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hipospadia dan Alasan Masalah Ini Harus Segera Ditangani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}