{"id":3799,"date":"2021-06-09T06:22:44","date_gmt":"2021-06-09T06:22:44","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.wecare.id\/?p=3799"},"modified":"2021-06-09T06:22:44","modified_gmt":"2021-06-09T06:22:44","slug":"kenali-gejala-gangguan-psikosomatis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/","title":{"rendered":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis"},"content":{"rendered":"\n<p>Stress adalah suatu hal yang umumnya terjadi pada setiap orang. Namun, apabila tidak ditangani atau dikelola dengan baik, stress yang melekat padamu bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satu dari gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh stress adalah <strong>Psikosomatis<\/strong>. Mari simak artikel ini untuk menambah wawasan mengenai hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Apa\">1. Apa itu Psikosomatis?<\/a><\/li><li><a href=\"#Bahayakah\">2. Bahayakah Psikosomatis?<\/a><\/li><li><a href=\"#Penyakit\">3. Penyakit yang Dapat Diperparah Oleh Psikosomatis<\/a><\/li><li><a href=\"#Gejala\">4. Gejala \u2013 Gejala Psikosomatis<\/a><\/li><li><a href=\"#Cara\">5. Cara Mengatasi Gejala Psikosomatis<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Apa\">Apa itu Psikosomatis?<\/h2>\n\n\n\n<p>Psikosomatis sendiri berasal dari dua kata, <em>psyche<\/em> yang berarti pikiran dan <em>soma<\/em> yang memiliki arti tubuh. Jadi, gangguan psikosomatis bisa dikatakan sebagai penyakit yang melibatkan tubuh dan pikiran. Istilah tersebut digunakan untuk gangguan yang muncul dari keluhan fisik yang diperparah oleh gangguan mental, seperti stress.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam istilah psikologi, psikosomatis memiki arti sebagai penyakit \u201cfungsional\u201d yang menyebabkan masalah pada fungsi tubuh disertai dengan adanya rasa sakit. Semua ini bermula dari pikiran, karena pikiran yang kurang sehat dapat mempengaruhi kondisi tubuh, hingga ke sistem imun.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;sofyan&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Bahayakah\">Bahayakah Psikosomatis?<\/h2>\n\n\n\n<p>Psikosomatis bisa membahayakan, karena masih ada kemungkinan bahwa beberapa orang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak benar \u2013 benar terjadi. Hal tersebut karena, gejala yang dikeluhkan tidak menunjukkan adanya kelainan fisik meskipun menggunakan alat penunjang seperti tes darah atau Rontgen, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam penanganannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Penyakit\">Penyakit yang Dapat Diperparah Oleh Psikosomatis<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat beberapa penyakit tertentu yang dapat diperparah oleh adanya psikosomatis. Beberapa contohnya adalah tekanan darah tinggi, tukak lambung, diabetes dan yang lainnya. Kondisi psikosomatis tidak jarang membuat penyakit \u2013 penyakit tersebut lebih mudah untuk kambuh dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/cancercare\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berjuang Bersama Anak-Anak Kanker Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Gejala\">Gejala \u2013 Gejala Psikosomatis<\/h2>\n\n\n\n<p>Seseorang yang mengalami psikosomatis dapat memiliki gejala yang berbeda \u2013 beda. Berikut ini adalah beberapa gejala yang umumnya dapat terjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jantung yang berdebar lebih kencang dari biasanya.<\/li><li>Tegangnya otot \u2013 otot tubuh atau adanya nyeri otot.<\/li><li>Lemas dan tidak nafsu makan.<\/li><li>Nyeri pada bagian ulu hati.<\/li><li>Nyeri kepala atau seluruh tubuh.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Di samping gejala \u2013 gejala tersebut, psikosomatis juga dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin penderitanya. Sebagai contoh, seorang wanita dapat mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan lebih mudah tersinggung dari biasanya. Sedangkan pada pria, ada yang mengalami nyeri dada dan meningkatnya tekanan darah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali lagi ke awal, gejala dan tanda yang tidak spesifik inilah yang membuat penderita dan dokternya sulit untuk mendeteksi gangguan psikosomatis ini. Ada penyakit yang diperparah oleh psikosomatis dan ada juga penyakit yang timbul karena psikosomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun penyebab utama yang biasanya menimbulkan psikosomatis adalah rasa cemas, stress dan emosi negatif, seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Sayangnya, rasa \u2013 rasa tersebut bisa dibilang mudah untuk ditimbulkan, bisa saja karena PHK, pindah lingkungan, perceraian, adanya pandemi dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Cara\">Cara Mengatasi Gejala Psikosomatis<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah diperiksa, kemungkinan besar akan disarankan untuk menemui dokter ahli kejiwaan atau seorang <em>psychiatrist<\/em>. Disana, kamu akan dibantu untuk merasa lebih baik dan tenang, serta dapat mengelola stress yang akan menghampiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Proses tersebut bisa memakan waktu lama, namun kamu harus tetap sabar dan menjalaninya, demi hidup yang lebih baik. Selain pemulihan jiwa, kamu juga akan menjalani pengobatan untuk gejala fisik yang dirasakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai upaya pencegahan, kamu bisa memulai untuk menerapkan pola hidup sehat. Nah, berikut ini adalah beberapa aktivitas yang dapat mengurangi kecemasan dan stress, baik untuk yang menderita psikosomatis maupun tidak.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Aktif bergerak.<\/li><li>Makan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/02\/inilah-makanan-sehat-untuk-dikonsumsi-setiap-hari\/\">makanan bergizi dan beragam<\/a>.<\/li><li>Penuhi kebutuhan air minum.<\/li><li>Istirahat atau tidur malam yang cukup.<\/li><li>Usahakan untuk tetap terhubung dengan keluarga atau mereka yang membuatmu nyaman dan tenang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Demikian informasi mengenai <strong>psikosomatis <\/strong>yang ada pada artikel ini. Gangguan kesehatan ini nyata adanya, jujurlah pada doktermu tentang keluhan \u2013 keluhan yang kamu rasakan, agar penanganannya tepat.&nbsp; Tak hanya itu, adanya kecemasan dan stress ternyata juga dapat mengganggu <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/11\/manfaat-sedekah\/\">ketenangan jiwa<\/a>, oleh karena itu penting untuk menghargai diri sendiri dengan memberikan <em><a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/05\/mengapa-self-reward-untuk-diri-sendiri-itu-penting\/\">Self Reward<\/a><\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Mari bersedekah di <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">WeCare.id<\/a> dan saling membantu sesama! Caranya cukup <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">download aplikasi WeCare.id<\/a> di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;tri-marfiah&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<p>Adrian, Kevin. 2018. Beragam Manfaat Membaca bagi Kesehatan Anda, Apa Saja?. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/gangguan-psikosomatis-ketika-pikiran-menyebabkan-penyakit-fisik\/\">https:\/\/www.alodokter.com\/gangguan-psikosomatis-ketika-pikiran-menyebabkan-penyakit-fisik\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anonim. 2019. 8 Tanda Kamu Mengalami Gangguan Psikosomatis. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/8-tanda-mengalami-gangguan-psikosomatis\/\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/8-tanda-mengalami-gangguan-psikosomatis\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dwiputra, Krisna. 2020. Kenali Gangguan Psikosomatis yang Dialami Kevin Idol. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3634430\/kenali-gangguan-psikosomatis-yang-dialami-kevin-idol\/\">https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3634430\/kenali-gangguan-psikosomatis-yang-dialami-kevin-idol\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Puji, Aprinda. 2021. Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Memengaruhi Kesehatan Tubuh. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/mental\/mental-lainnya\/apa-itu-gangguan-psikosomatis\/\">https:\/\/hellosehat.com\/mental\/mental-lainnya\/apa-itu-gangguan-psikosomatis\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10,26,609],"tags":[25,198,13,543,23],"class_list":["post-3799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","category-mental-health","category-orang-sakit","tag-info-kesehatan","tag-kesehatan-mental","tag-penyakit","tag-psikologis","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-09T06:22:44+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis\",\"datePublished\":\"2021-06-09T06:22:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\"},\"wordCount\":713,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"kesehatan mental\",\"penyakit\",\"psikologis\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\",\"Mental Health\",\"Orang Sakit\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\",\"name\":\"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-06-09T06:22:44+00:00\",\"description\":\"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower","description":"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower","og_description":"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-06-09T06:22:44+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis","datePublished":"2021-06-09T06:22:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/"},"wordCount":713,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","kesehatan mental","penyakit","psikologis","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan","Mental Health","Orang Sakit"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/","name":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-06-09T06:22:44+00:00","description":"Gangguan psikosomatis bukan hal yang bisa disepelekan. Hal ini karena gangguan tersebut dapat memicu penyakit \u2013 penyakit lain. Yuk simak infonya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-gejala-gangguan-psikosomatis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Gejala Gangguan Psikosomatis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}