{"id":4556,"date":"2021-09-02T05:30:00","date_gmt":"2021-09-02T05:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4556"},"modified":"2021-09-02T05:30:00","modified_gmt":"2021-09-02T05:30:00","slug":"benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/","title":{"rendered":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting?"},"content":{"rendered":"\n<p>Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang berusaha untuk mengatasi masalah gizi buruk. Salah satu dampaknya adalah kondisi stunting yang menempatkan Indonesia pada peringkat keempat di dunia dengan jumlah kasus terbanyak. Tapi benarkah gizi buruk dapat <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/11\/ketahui-ciri-stunting-pada-anak\/\">menyebabkan stunting?<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;habid&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tentang stunting<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, angka penderita stunting di Indonesia pada 2019 berada pada angka 27.67%. Angka ini menurun dari 37.2% pada 2013. Namun angka tersebut masih tinggi. WHO menganjurkan agar angka penderita stunting tidak boleh melewati angka 20%.<\/p>\n\n\n\n<p>Stunting atau biasa dikenal dengan sebutan kerdil, merupakan kondisi yang terjadi pada bayi berusia lima tahun ke bawah. Penyebab gagal tumbuh batita ini karena kurangnya nutrisi dan juga infeksi berulang sejak janin hingga bayi berumur 23 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi stunting dapat mengakibatkan menurunnya pertumbuhan anak dalam hal kapasitas kognitif, bahasa, dan kemampuan motorik sensori. Dampaknya dapat terjadi dalam jangka panjang seperti kognisi dan kinerja buruk, pendidikan rendah, hingga peningkatan risiko penyakit kronis.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan nutrisi. Gizi buruk ini biasanya dikaitkan dengan kondisi sosial ekonomi yang buruk, kesehatan dan nutrisi ibu yang buruk, dan penyakit bawaan. Hal ini menyebabkan sang anak tidak dapat tumbuh dengan maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa bayi dengan gizi kurang memiliki panjang tubuh kurang dari 48 cm dan berat di bawah 2.5 kg. Hal ini dapat menunjukkan gejala awal dari stunting karena gizi buruk selama masa kehamilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, penyebab stunting di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pola makan yang buruk<\/li><li>Praktik kebersihan dan sanitasi yang buruk<\/li><li>Kemiskinan dan kekurangan pangan<\/li><li>Nutrisi ibu yang buruk selama masa kehamilan<\/li><li>Tidak memberikan ASI eksklusif<\/li><li>Penyakit yang diidap secara berulang, khususnya diare dan akses layanan kesehatan yang rendah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Akibat dari kondisi di atas dalam jangka panjang antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pertumbuhan yang terhambat<\/li><li>Menurunnya tingkat kecerdasan<\/li><li>Risiko tinggi terhadap penyakit diabetes dan kanker<\/li><li>Berkurangnya prestasi di sekolah<\/li><li>Kesempatan kerja yang lebih kecil karena minimnya keterampilan yang dikuasai<\/li><li>Malnutrisi yang berkelanjutan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;zaina&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gizi buruk dan mikro nutrien<\/h2>\n\n\n\n<p>Mikro nutrien adalah asupan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Mikro nutrien ini memungkinkan tubuh untuk menghasilkan hormon, enzim, dan zat penting lain dalam pertumbuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Kurangnya asupan vitamin A, yodium, dan zat besi adalah masalah terbesar yang dihadapi masyarakat global. Kondisi ini menjadi ancaman terbesar bagi anak-anak dan wanita hamil, khususnya di negara-negara dengan penghasilan rendah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara mengatasi stunting<\/h2>\n\n\n\n<p>Masa Hari Pertama Kehidupan merupakan saat yang tepat untuk membangun pola asupan nutrisi yang tepat. Cara ini efektif untuk menghindari gizi buruk yang dapat menghambat pertumbuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memenuhi asupan nutrisi bagi anak antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Melakukan prakonsepsi<\/h3>\n\n\n\n<p>Prakonsepsi adalah persiapan pasangan untuk mendapatkan keturunan. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengonsumsi asam folat bagi wanita<\/li><li>Minum suplemen penambah darah jika kadar hemoglobinnya rendah<\/li><li>Mengurangi rokok<\/li><li>Mengonsumsi zinc untuk meningkatkan kualitas sperma<\/li><li>Tidak melakukan diet ketat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memberikan ASI selama enam bulan untuk bayi<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memberikan ASI secara rutin selama enam bulan dapat mencegah buah hati Anda mengalami stunting. ASI mengandung mikro dan makro nutrien yang diperlukan tubuh. Selain itu ASI juga mengandung protein whey dan colostrum yang dapat meningkatkan kekebalan bayi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pemenuhan gizi bagi ibu hamil merupakan salah satu cara untuk mencegah stunting sejak dini. Kamu bisa menghindari gizi buruk dengan mengonsumsi makanan sehat atau suplemen yang dianjurkan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pantau perkembangan anak<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang tua dianjurkan untuk selalu memantau perkembangan anak mereka, baik tinggi badan maupun berat badannya. Selain itu, membawa anak ke posyandu juga dapat memberikan peringatan dini jika sang anak mengalami gejala awal stunting atau penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dukung ASI dengan makanan pelengkap<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah bayi berusia lebih dari enam bulan, kamu dapat memberikan makanan pelengkap. Pastikan makanan yang kamu pilih memiliki kandungan mikro dan makro nutrien. Namun kamu juga perlu berhati-hati. Jika terjadi kondisi yang tidak baik setelah bayi mengonsumsi makanan padat, segera konsultasikan dengan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Selalu menjaga kebersihan lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain gizi buruk, ada hal lain yang dapat memicu stunting. Salah satunya adalah diare akibat paparan produk limbah yang masuk ke dalam tubuh. Paparan ini bisa terjadi akibat area bermain anak yang tidak bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat bermain, anak-anak tidak terlalu memperhatikan kebersihan lingkungan. Kenyataannya, mereka sangat rentan terhadap penyakit. Karena itu orang tua harus selalu aktif menjaga kebersihan lingkungan bermain anak.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h4>\n\n\n\n<p>Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa gizi buruk menjadi penyebab utama terjadinya stunting. Karena itu setiap orang tua harus memastikan buah hati mereka mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dan cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, orang tua yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalankan program kehamilan disarankan untuk melakukan prakonsepsi. Hal ini bertujuan agar tubuh keduanya mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga calon bayi juga akan mendapatkan asupan nutrisi yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sambil menjaga buah hati dari ancaman stunting, tidak ada salahnya untuk berbagi kebaikan dengan membantu <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/?q=gizi+buruk\">pasien<\/a> tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit yang membutuhkan bantuan dana. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">download aplikasi WeCare.id<\/a> di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>FMUI, P. R. (t.thn.). <em>The Importance of Nutritional Intake to Prevent Stunting<\/em>. Diambil kembali dari https:\/\/fk.ui.ac.id\/<\/p>\n\n\n\n<p>Hilton, J. (2016, April 10). <em>Five Proven Measures To Reduce Stunting<\/em>. Diambil kembali dari https:\/\/www.lift-fund.org\/<\/p>\n\n\n\n<p>Karawang, H. (2021, Maret 3). <em>5 Effective Ways To Prevent Stunting in Children<\/em>. Diambil kembali dari Hermina Hospitals: https:\/\/herminahospitals.com\/Kemenppa. (202, November 4). <em>PANDEMI COVID-19, STUNTING MASIH MENJADI TANTANGAN BESAR BANGSA<\/em>. Diambil kembali dari https:\/\/www.kemenpppa.go.id\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[656,19],"tags":[44,25,188,23],"class_list":["post-4556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anak","category-featured","tag-gizi-buruk","tag-info-kesehatan","tag-stunting","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-02T05:30:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting?\",\"datePublished\":\"2021-09-02T05:30:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\"},\"wordCount\":896,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"gizi buruk\",\"info kesehatan\",\"stunting\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Anak\",\"Featured\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\",\"name\":\"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-09-02T05:30:00+00:00\",\"description\":\"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower","description":"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower","og_description":"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-09-02T05:30:00+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting?","datePublished":"2021-09-02T05:30:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/"},"wordCount":896,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["gizi buruk","info kesehatan","stunting","wecare.id"],"articleSection":["Anak","Featured"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/","name":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-09-02T05:30:00+00:00","description":"Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kerdil. Kenapa bisa terjadi? Apakah gizi buruk penyebabnya? Yuk simak penjelasannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-gizi-buruk-bisa-sebabkan-stunting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Gizi Buruk Bisa Sebabkan Stunting?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}