{"id":4812,"date":"2021-10-09T12:55:25","date_gmt":"2021-10-09T12:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4812"},"modified":"2021-10-09T12:55:25","modified_gmt":"2021-10-09T12:55:25","slug":"kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/","title":{"rendered":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship"},"content":{"rendered":"\n<p>Tak sedikit dari kita mungkin sudah pernah mendengar istilah \u201chubungan tidak sehat\u201d. Tak jarang kita mendengar juga kasus \u2013 kasus kekerasan hingga KDRT, untuk membantu kamu menghindari hal \u2013 hal tersebut, mari kita mengenal apa itu <strong><em>toxic relationship<\/em><\/strong>. Berikut adalah penjelasan, beserta beberapa ciri \u2013 cirinya:<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Toxic\">1. Toxic Relationship<\/a><\/li><li><a href=\"#Ciri\">2. Ciri \u2013 Ciri Toxic Relationship<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Toxic\">Toxic Relationship<\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <em>Psychology Today<\/em>, <strong><em>toxic relationship<\/em><\/strong> adalah istilah yang pertama kali digunakan dalam buku \u201c<em>Toxic People<\/em>\u201d oleh Lillian Glass pada tahun1995. Dalam buku tersebut, <em>toxic relationship<\/em> digambarkan sebagai suatu hubungan yang muncul atau dibangun di atas persaingan, konflik atau keinginan seseorang untuk mengendalikan orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan ini adalah hal yang tidak sehat, karena tidak dibangun atas suatu perasaan yang tulus. Bahkan, hubungan jenis ini dapat berakibat kekerasan fisik. Hal membahayakan inilah yang membuat hubungan toksik ini disebut sebagai suatu hubungan yang sebaiknya dihindari atau ditinggalkan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;peduliumkm&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Ciri\">Ciri \u2013 Ciri Toxic Relationship<\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak jarang terdapat banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka sudah ada di dalam hubungan yang tidak sehat ini. Adapula yang menyadari namun tidak mau mengakuinya. Hubungan semacam ini tidak terbatas pada pasangan, bisa saja dengan teman, rekan atau pihak kerja, bahkan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/08\/toxic-parenting-jangan-sampai-si-kecil-alami-ini\/\">orang tua<\/a>. Mari sadari ciri \u2013 ciri berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Terisolasi dari Dunia Luar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apabila pasanganmu suka membatas \u2013 batasi pergaulanmu sehingga kamu tidak mengenal dunia luar, bisa saja itu salah satu tanda bahwa kamu harus menghindarinya. Akan tetapi, bedakan dengan rasa khawatir ya. Ada batasan wajar dimana pasanganmu hanya ingin kamu aman. Jangan sampai kamu merasa terisolasi, tidak nyaman, hingga takut bersosialisasi dengan orang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Rasa Cemburu yang Berlebihan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada yang bilang, cemburu adalah suatu tanda kasih sayang dan kepedulian. Tapi, jika alasan terjadinya hal tersebut tidak masuk akal, dan menyebabkan reaksi berlebihan bagaimana? Rasa cemburu ini juga tidak hanya menyangkut masalah sosial, bisa juga menyalur ke masalah karir dan penghasilan. Cemburu boleh, asal wajar dan dilandasi dengan kepercayaan satu sama lain. Tidak dengan landasan untuk mengendalikan pasangan sesuai keinginan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Ketidakjujuran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu dan pasangan sudah tidak bisa saling jujur dengan keadaan dan perasaan masing \u2013 masing, bisa jadi hubungan ini mulai mengarah ke arah toksik. Berkomunikasilah dengan pasanganmu, sering berbohong itu tidak baik. Jika memungkinkan, berkonsultasilah dengan seorang psikiater yang ahli pada bidang ini. Bisa saja, kamu atau pasanganmu memiliki trauma masa lalu atau <em>trust<\/em> <em>issue<\/em> yang harus segera diobati. Saat ini terdapat banyak pelayanan kesehatan yang melayani konsultasi berpasangan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/tamanbaca-komanungga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Galang Dana untuk Taman Baca Ko&#8217;Manungga<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Tidak Saling Mendukung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan yang sehat pada umumnya berlandaskan atas keinginan untuk saling mendukung dan berhasil pada kehidupannya. Namun hati \u2013 hati, karena bisa saja menjadi sebuah kompetisi, sehingga bukannya saling mendukung malah saling menjatuhkan, apalagi dijadikan kambing hitam. Hubungan yang baik seharusnya memberikan dampak yang positif, seperti pada aspek karir, pendidikan dan kehidupan kedepannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>Menjadi Tidak Menyayangi Diri Sendiri<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/10\/tips-dan-manfaat-self-love-untuk-kesehatan-tubuh-dan-mental\/\"><em>Self-love<\/em><\/a> adalah hal yang penting. Jika hubunganmu menjadikan kamu tidak mencintai diri sendiri, maka itu adalah tanda bahwa sebaiknya disudahi saja. Jangan pernah mengorbankan dirimu demi suatu hubungan, apalagi sampai kamu berhenti melakukan hal \u2013 hal posiitf yang kamu sukai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <strong>Selalu Memutuskan Sesuatu Secara Sepihak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam suatu hubungan toksik, bisa dibilang kalau diskusi bukanlah kegiatan yang seharusnya dilakukan saat menghadapi masalah. Jika demikian, hal ini bisa berdampak besar pada kehidupanmu seterusnya. Bayangkan saja, hal \u2013 hal seperti, keuangan hingga hal penting lainnya diputuskan oleh pasangan. Tentunya ada hal yang tidak beres, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Sekiranya itulah <strong><em>toxic relationship<\/em><\/strong><em> <\/em>beserta beberapa ciri \u2013 cirinya. Banyak anak \u2013 anak di sekitar kita yang mungkin menjadi korban dari hubungan tersebut. Ayo berdonasi di <a href=\"https:\/\/wecare.id\/sedekahmudah\/\">WeCare.id<\/a>, berbagi kasih sekaligus membantu anak \u2013 anak yatim. Kamu juga bisa berdonasi di WeCare.id dengan mudah melalui aplikasinya yang tersedia di App Store dan Google Play Store, ayo <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\"><em>download<\/em> sekarang<\/a>!\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;raina-yumna&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p>Maharani, Ayu. 2019.<em> Kenali Tanda-Tanda Anda Terjebak dalam Hubungan Toksik<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3634886\/kenali-tanda-tanda-anda-terjebak-dalam-hubungan-toksik\/\">https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3634886\/kenali-tanda-tanda-anda-terjebak-dalam-hubungan-toksik\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prasetyo, Bobby. 2018. <em>Kenali Tanda-Tanda Toxic Relationship<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3564180\/kenali-tanda-tanda-toxic-relationship\/\">https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3564180\/kenali-tanda-tanda-toxic-relationship\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Putri, Nina. 2019.<em> Toxic Relationship Adalah Tanda Hubungan Tidak Sehat, Kenali Ciri-Cirinya<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/ini-tanda-toxic-relationship-dalam-hubungan-Anda-dan-pasangan\/\">https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/ini-tanda-toxic-relationship-dalam-hubungan-Anda-dan-pasangan\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuniwati, Tri. 2021. <em>Selalu Terjebak Hubungan Toxic, Perlukah ke Psikolog?<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3650016\/selalu-terjebak-hubungan-toxic-perlukah-ke-psikolog\">https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3650016\/selalu-terjebak-hubungan-toxic-perlukah-ke-psikolog<\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,26,28,64],"tags":[35,29,23],"class_list":["post-4812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-mental-health","category-relationship","category-self-love","tag-mental-health","tag-toxic-relationship","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-09T12:55:25+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship\",\"datePublished\":\"2021-10-09T12:55:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\"},\"wordCount\":684,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"mental health\",\"toxic relationship\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Mental Health\",\"Relationship\",\"Self Love\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\",\"name\":\"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-09T12:55:25+00:00\",\"description\":\"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower","description":"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower","og_description":"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-09T12:55:25+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship","datePublished":"2021-10-09T12:55:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/"},"wordCount":684,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["mental health","toxic relationship","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Mental Health","Relationship","Self Love"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/","name":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-09T12:55:25+00:00","description":"Toxic relationship adalah hubungan yang hanya memberikan efek negatif pada dirimu, mental hingga fisik. Kenalilah ciri \u2013 cirinya sejak dini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/kenali-ciri-ciri-sebuah-toxic-relationship\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Ciri \u2013 Ciri Sebuah Toxic Relationship"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}