{"id":4820,"date":"2021-10-12T03:32:00","date_gmt":"2021-10-12T03:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4820"},"modified":"2021-10-12T03:32:00","modified_gmt":"2021-10-12T03:32:00","slug":"apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/","title":{"rendered":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay?"},"content":{"rendered":"\n<p>Nonton drama Korea <em>It\u2019s Ok to Not Be Okay<\/em>? Ingat adegan saat Gang Tae mencoba menenangkan Moon Young yang marah pada seorang kritikus buku yang menganggunya? Dia menarik lengan Moon Young dan menyilangkan di dadanya. Saat ditanya ini apa? Gang Tae menjawab itu \u201c<em>nabi poong<\/em>\u201d dalam bahasa Korea alias <em>butterfly hug.<\/em> Gang Tae menjelaskan gerakan tersebut adalah teknik penyembuhan diri yang direkomendasikan untuk pasien trauma.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Butterfly Hug<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam hidup kita pasti pernah mengalami masalah, trauma juga stres. Semua itu berpotensi menimbulkan gejala kecemasan. Gejala yang mungkin dirasakan, di antaranya jantung berdebar kencang, pikiran intrusif atau pikiran yang menganggu, pikiran berpacu, pikiran obsesif, dan disonansi kognitif (konflik mental). Penting untuk tidak hanya berusaha mengatasi pada masalah yang mendasarinya tetapi juga mengatur pikiran dan tubuh pada saat itu. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi gejala fisiologis kecemasan yaitu <em>butterfly hug<\/em>.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Butterfly Hug?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini merupakan teknik relaksasi mudah yang bisa digunakan di mana saja, kapan saja. Awalnya <em>butterfly hug<\/em> dibuat untuk digunakan dengan Terapi EMDR (<em>Eye movement desensitisation and reprocessing<\/em>), tetapi teknik ini bisa sangat menenangkan dengan sendirinya. Jadi teknik ini merupakan alat penenangan diri yang bagus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Butterfly Hug Terhubung ke Otak?<\/h2>\n\n\n\n<p>Otak terbagi menjadi dua belahan, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri mengontrol emosi dan kreativitas, sedangkan otak kanan mendominasi area logika, pola, dan kontrol. <em>Butterfly hug<\/em> merupakan jenis stimulasi bilateral karena melintasi garis tengah tubuh. Garis tengah yaitu garis tengah Sistem Saraf Pusat. Penelitian menemukan bahwa saat ekstremitas kita melintasi garis tengah tubuh, itu mengaktifkan sisi tubuh yang lain. Hal ini menyebabkan kedua belahan otak bekerja sama secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Butterfly Hug<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika Badai Pauline menerjang Meksiko tahun 1997, setahun sesudahnya terapis EMDR Lucina atau Lucy Artigas bersama dengan Ignacio Jarero pergi ke daerah Acapulco di Meksiko untuk membantu korban badai tersebut. Di hari pertamanya, keduanya menemui 200 orang yang mengalami gejala yang berhubungan dengan trauma. Lucy Artigas kemudian menciptakan dan memodelkan teknik yang mirip dengan sayap kupu-kupu yang berkibar. Sesudah korban dewasa dan anak-anak mempraktikan teknik ini, Lucy dan Ignacio menemukan bahwa orang-orang tersebut mengalami kelegaan dari gejala mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;bantu-adikadikdisabilitas&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Melakukan Butterfly Hug<\/h2>\n\n\n\n<p>Ingin mencoba melakukan teknik ini? Berikut ini panduan untuk melakukan butterfly hug:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cari lokasi yang nyaman dan tenang dan duduk tegak dengan punggung lurus.<\/li><li>Tutup atau turunkan mata dan mulailah lakukan pernapasan yang dalam dan terarah. Cobalah bernapas dari diafragma jika memungkinkan.<\/li><li>Perhatikan emosi atau kecemasan apapun yang mungkin muncul dan teruslah bernapas.&nbsp;<\/li><li>Silangkan lengan dan letakkan di dada hingga tiap jari tengah terletak tepat di bawah tulang selangka yang berlawanan. Renggangkan jari-jari tangan, letakkan tangan di dada dan ibu jari akan menunjuk ke arah dagu.<\/li><li>Bisa juga mengaitkan ibu jari supaya terlihat seperti tubuh kupu-kupu dan tangan adalah sayapnya.<\/li><li>Tepuk-tepuk dada menggunakan tangan secara bergantian, perlahan dan berirama (kiri, kanan, kiri, kanan, dll.) sekurangnya selama 8 putaran. Jangan lupa napas dalam-dalam ketika mengepakkan sayap kupu-kupu.<\/li><li>Berhenti dan cek tingkat kecemasan. Jika tingkat kecemasan tidak mengalami peningkatan, cobalah beberapa set lagi. Berhentilah di akhir tiap set untuk mencek tingkat kecemasan dan lanjutkan jika mulai merasa tidak terlalu tertekan atau lebih santai.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Memeluk Diri Sendiri&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Teknik memeluk diri sendiri ini mempunyai banyak manfaat. Ini merupakan cara yang bagus untuk memberikan diri kita cinta yang dilansir dari <em>Healthline<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Membantu Menghilangkan Rasa Sakit<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berdasarkan penelitian tahun 2011, disebutkan bahwa memeluk diri sendiri bisa membantu mengurangi rasa sakit. Penelitian ini dibuktikan oleh para peserta yang mendapatkan rasa sakit dari laser. Ketika para peserta menyilangkan tangan mereka seperti teknik <em>butterfly hug<\/em> ketika memeluk diri sendiri, mereka melaporkan rasa sakit yang dirasakan jadi lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil ini berkaitan dengan kebingungan di otak mengenai dari mana rasa sakit itu berasal. Rasa sakit terjadi di satu lokasi, tapi jika kita menyilangkan tangan, otak kita akan mencampuradukkan lokasi sinyal rasa sakit. Saat otak kita bekerja untuk menyelesaikan kebingungan ini, kapasitas otak untuk memproses informasi lain jadi berkurang, termasuk intensitas rasa sakit.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Membantu Memberikan Rasa Aman dan Terlindungi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Hubungan hubungan manusia tidak bisa diremehkan. Ini sangat penting. Selain itu, dukungan sosial memberikan banyak manfaat. Ketika seseorang yang kita sayangi memeluk kita, misalnya, kita mungkin merasa nyaman dan tidak sendirian. Memeluk diri sendiri seperti pada teknik <em>butterfly hug<\/em> bisa meniru perasaan nyaman dan aman ini. Anggap saja sebagai semacam stand-in sampai kita bisa memeluk orang lain lagi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Meningkatkan Suasana Hati&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Ketika kita mengalami kesedihan yang tak jelas, sentuhan, bahkan sentuhan dari diri kita sendiri, dapat membantu meningkatkan relaksasi karena menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Memang dengan pelukan masalah tak akan langsung hilang, tapi bisa membantu meredakan ketegangan dan stres kita. Jadi saat kita merasa sedih, lelah, memberikan diri kita pelukan seperti <em>butterfly hug<\/em> akan membantu meningkatkan semangat dan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/10\/tips-dan-manfaat-self-love-untuk-kesehatan-tubuh-dan-mental\/\">mencerahkan suasana hati<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Meningkatkan Self-Compassion<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Seperti halnya sentuhan, <em>self-compassion<\/em> bisa menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Salah satu cara untuk meningkatkan <em>self-compassion<\/em> yaitu dengan memberi diri kita pelukan. Menurut peneliti <em>self-compassion<\/em> terkemuka dari Amerika Serikat, Kristin Neff, PhD, memeluk, membelai, dan menenangkan tubuh secara fisik meningkatkan perasaan cinta dan kelembutan terhadap diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata manfaat dari melakukan teknik <em>butterfly hug<\/em> ini sangat membantu untuk mereka yang mengalami trauma karena bisa menenangkan diri. Tekniknya cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain membantu diri kita dengan teknik memeluk diri sendiri ini, yuk bantu juga mereka yang membutuhkan bantuan <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">biaya pengobatan<\/a>. Caranya mudah kok. Cukup download <meta charset=\"utf-8\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.wecare.wellcare&amp;pcampaignid=pcampaignidMKT-Other-global-all-co-prtnr-py-PartBadge-Mar2515-1\">aplikasi WeCare<\/a> di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Calming Stress and Anxiety using \u2018The Butterfly Hug\u2019<\/em>. (2020). Diambil kembali dari sydneyhillscounselling.com.au.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Managing Anxiety Through The Butterfly Method<\/em>. (2010). Diambil kembali dari saferelationshipsmagazine.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Raypole, C. (2020). <em>Yes, You Can (and Should) Give Yourself a Hug<\/em>. Diambil kembali dari healthline.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>The Butterfly Hug<\/em>. (2018). Diambil kembali dari wildtreewellness.com.<em>Try the Butterfly Hug to Help with PTSD Symptoms<\/em>. (2021). Diambil kembali dari counselingconnectionsnm.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Fetured Image : from movie &#8220;It\u2019s Okay to Not Be Okay&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,26],"tags":[35,23],"class_list":["post-4820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-mental-health","tag-mental-health","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-12T03:32:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay?\",\"datePublished\":\"2021-10-12T03:32:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\"},\"wordCount\":1003,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"mental health\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Mental Health\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\",\"name\":\"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-12T03:32:00+00:00\",\"description\":\"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower","description":"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower","og_description":"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-12T03:32:00+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay?","datePublished":"2021-10-12T03:32:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/"},"wordCount":1003,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["mental health","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Mental Health"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/","name":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-12T03:32:00+00:00","description":"Pelukan seperti teknik butterfly hug ternyata bisa membantu meredakan stres dan keresahan. Apa itu butterfly hug? Baca infonya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-arti-butterfly-hug-di-its-okay-to-not-be-okay\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Arti Butterfly Hug di It\u2019s Okay to Not Be Okay?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4820"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4820\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}