{"id":4828,"date":"2021-10-14T05:01:00","date_gmt":"2021-10-14T05:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4828"},"modified":"2021-10-14T05:01:00","modified_gmt":"2021-10-14T05:01:00","slug":"ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/","title":{"rendered":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver"},"content":{"rendered":"\n<p>Baru-baru ini viral berita tentang bayi yang dicat silver di Tangerang Selatan. Bayi yang baru berumur 10 bulan dibawa untuk mengemis dengan seluruh tubuhnya dicat berwarna perak. Fenomena manusia silver ini bahkan sudah dibahas oleh channel Youtube <em>Vice News<\/em> dan <em>South China Morning Post<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya mencat tubuh sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Di zaman kuno, suku-suku dan anggotanya biasa mengecat tubuh dengan tanah liat dan pigmen alami lainnya dan praktik ini masih dilakukan. Di zaman sekarang ada yang disebut dengan <em>body painting art<\/em>. Apa bahaya mencat tubuh seperti manusia silver? Yuk simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bangun-sdn031LongKali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Renovasi lapangan dan pembangunan perpustakaan SDN 031 Long Kali<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang terkandung dalam cat?<\/h2>\n\n\n\n<p>Dikutip dari laman situs Kompas.com, jenis cat yang digunakan para manusia silver itu umumnya adalah cat minyak. Dalam wawancaranya dengan Kompas.com, Dr.rer.nat Budiawan Pakar Toksiologi Kimia mengatakan bahwa cat silver yang digunakan mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan berbahaya tersebut diterdapat pada pelarut atau pengencer cat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan cat silver yang digunakan oleh manusia silver bisa terdiri dari beragam bahan kimia, di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Minyak tanah<\/li><li>Minyak goreng bekas pakai<\/li><li>Bensin<\/li><li>Benzena atau toluen<\/li><li>Xylen atau thiner<\/li><li>Senyawa kimia aromatik lainnya yang terdapat dalam pelarut cat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Budiawan selanjutnya menuturkan kalau dalam pelarut cat kimia mengandung senyawa kimia juga seperti <em>acrolein, formaldehyd, croton aldehyde<\/em> dan kemungkinan dipakai senyawa turunan pecahan minyak goreng yang lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu zat kimia yang terkandung dalam cat silver, bisa terdiri dari bahan-bahan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cadmium (Cd)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><em>Cadmium<\/em> merupakan warna kuning yang kaya yang sering digunakan dalam cat akrilik kuning. Memegang produk yang mengandung <em>cadmium<\/em> biasanya tidak berbahaya. Umumnya bahan kimia ini tidak bisa masuk ke tubuh melalui kulit. Namun, menghirup partikel debu <em>cadmium<\/em> bisa memicu masalah saluran pernapasan dan ginjal yang bisa serius. Jika tertelan dalam jumlah yang signifikan, keracunan akan terjadi dan bisa menyebabkan potensi kerusakan organ.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Timbal (Pb)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Timbal dalam cat sudah dilarang penggunaannya di Amerika Serikat selama beberapa tahun. Tingkat paparan timbal yang tinggi dapat menyebabkan keracunan timbal.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Chrom (Cr)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Efek samping kesehatan termasuk iritasi pada hidung dan masalah pernapasan. Produk ini dapat menyebabkan alergi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Zat logam Tembaga (Cu)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kadar tembaga yang tinggi bisa berbahaya. Menghirup kadar tembaga yang tinggi bisa mengakibatkan iritasi pada hidung dan tenggorokan. Menelan kadar tembaga yang tinggi bisa mengakibatkan mual, muntah, dan diare. Dosis tembaga yang sangat tinggi bisa mengakibatkan kerusakan pada hati dan ginjal, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.<\/p>\n\n\n\n<p>Zat kimia lainnya, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsentrasi kecil baik juga untuk kesehatan manusia, tapi apabila mangan dalam konsentrasi besar terhirup bisa mengakibatkan iritasi paru-paru dan dalam kasus serius bronkitis atau pneumonia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kobalt<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun kobalt bisa baik untuk kesehatan manusia dalam jumlah kecil, dalam jumlah besar efek samping yang merugikan kesehatan, termasuk asma dan pneumonia. Ini bisa terjadi kalau kobalt terhirup atau tertelan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Titanium dioksida<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Zat kimia ini terjadi secara alami dan sudah digunakan dalam cat, kosmetik, tabir surya dan pasta gigi selama beberapa dekade. Meskipun dianggap memiliki toksisitas rendah, zat ini bisa aman dan tidak aman, bergantung pada bagaimana penggunaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua zat kimia yang disebutkan di atas berbahaya juga memiliki risiko untuk tubuh apabila seseorang terpapar atau mengalami kontak dengan kulit yang terjadi terus-menerus.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;raina-yumna&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Potensi masalah jangka pendek dari manusia silver<\/h2>\n\n\n\n<p>Manusia silver yang mencat tubuhnya dengan cat silver tersebut akan mengalami beberapa masalah kesehatan, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Baunya bisa mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan<\/li><li>Kemungkinan orang akan mengalami sakit kepala, pusing, mual atau kesulitan bernapas<\/li><li>Jika cat mengenai kulit bisa menyebabkan iritasi<\/li><li>Jika tertelan bisa berbahaya<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Potensi masalah jangka panjang dari <meta charset=\"utf-8\">manusia silver<\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun potensi masalah kesehatan jangka panjang yang kemungkinan diderita oleh manusi silver di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kerusakan sistem saraf<\/li><li>Kerusakan organ<\/li><li>Studi menunjukkan bahwa beberapa senyawa organik yang ditemukan dalam cat dan pigmen mungkin bersifat karsinogenik<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun bagi sebagian orang mencat tubuh adalah bagian dari seni, jika cat yang digunakan tidak aman untuk <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/03\/yuk-kita-kenalan-dengan-struktur-kulit-fungsinya\/\">kulit<\/a>, seperti yang digunakan manusia silver, justru akan menyebabkan masalah kesehatan. Jadi, kalau tertarik dengan <em>body painting art<\/em>, pastikan cat yang digunakan adalah jenis cat yang aman untuk tubuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan mereka yang mencat tubuhnya dengan warna silver tersebut adalah para pencari nafkah yang kesulitan mencari pekerjaan. Di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini banyak orang yang terdampak, seperti <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">pasien<\/a> yang tak sanggup membayar biaya rumah sakit atau dokter. Untuk itu, diperlukan kepedulian kita untuk membantu mereka. Caranya mudah sekali. Cukup download <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">aplikasi WeCare.id<\/a> di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>CICbec. (2020). <em>Are Acrylic Paints Toxic? What You (and Your Children) Need To Know<\/em>. Diambil kembali dari canvasincommon.com.Sumartiningtyas, H. K. (2021). <em>Pensiunan Polisi Jadi Manusia Silver, Ini Bahaya Kandungan Cat Silver<\/em>. Diambil kembali dari kompas.com.<br><br>Sumber Featured Image : Pixavay.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-4828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-14T05:01:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver\",\"datePublished\":\"2021-10-14T05:01:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\"},\"wordCount\":788,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\",\"name\":\"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-14T05:01:00+00:00\",\"description\":\"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower","description":"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower","og_description":"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-14T05:01:00+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver","datePublished":"2021-10-14T05:01:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/"},"wordCount":788,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/","name":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-14T05:01:00+00:00","description":"Fenomena manusia silver sudah terjadi cukup lama. Mereka yang mencat tubuhnya itu ternyata bisa mengalami masalah kesehatan. Berikut infonya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/ini-bahaya-mencat-kulit-seperti-manusia-silver\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini Bahaya Mencat Kulit Seperti Manusia Silver"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4828"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}