{"id":4904,"date":"2021-10-23T08:37:48","date_gmt":"2021-10-23T08:37:48","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4904"},"modified":"2021-10-23T08:37:48","modified_gmt":"2021-10-23T08:37:48","slug":"memahami-pola-pikir-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/","title":{"rendered":"Memahami Pola Pikir Anak"},"content":{"rendered":"\n<p>Memahami <strong>pola pikir<\/strong> anak memainkan peran penting dalam proses pendidikannya. Ketika kita memahami <strong>pola pikir<\/strong> anak kita, kita dapat menyesuaikan cara kita mendidiknya. Dengan memahami <strong>pola pikir<\/strong> mereka juga kita dapat mengetahui hal-hal yang sudah baik dan hal-hal yang harus diperbaiki dari anak kita. Dengan demikian, proses pendidikan ktia pada anak kita dapat berjalan dengan efektif. Namun, bagaimana, sih, cara memahami <strong>pola pikir<\/strong> anak?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;ikhsan-cahyadi&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Pola\">Pola Pikir Anak<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Pola pikir<\/strong> adalah sekumpulan keyakinan yang membentuk cara berpikir yang kita gunakan dalam memahami dunia dan diri sendiri. Dengan kata lain, <strong>pola pikir<\/strong> kita menentukan cara kita memandang diri kita. <strong>Pola pikir<\/strong>, pada akhirnya, menentukan sikap kita, termasuk respon kita terhadap masalah. Oleh karena itu, sikap memiliki hubungan yang sangat erat dengan <strong>pola pikir<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Tahapan\">Tahapan Perkembangan Kognitif Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika kita ingin memahami atau membentuk <strong>pola pikir<\/strong> anak kita, akan sangat membantu jika kita mengetahui tahapan-tahapan perkembangan kognitif anak. Menurut Jean Piaget, seorang psikolog berkebangsaan Swiss, kecerdasan anak berubah seiring dengan pertumbuhannya. Menurutnya, terdapat empat tahap perkembangan kognitif anak sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tahap Sensori<\/h3>\n\n\n\n<p>Perkembangan kognitif anak tahap ini terjadi pada rentang umur 0-2 tahun. Pada tahap ini, anak memahami dunia melalui pengalaman indranya. Menurut Piaget, pembinaan perkembangan pemikiran pada tahap ini sangat penting untuk mengembangkan kecerdasan anak (Marinda, 2020).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tahap Praoperasional<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap ini terjadi pada usia dua sampai tujuh tahun. Di sini, anak sudah mulai menggambarkan dunia dengan kata-kata dan simbol-simbol. Namun, cara berpikir mereka masih tidak logis, tidak konsisten, dan tidak sistematis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tahap Operasi Konkrit<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap perkembangan kognitif ini terjadi pada usia tujuh sampai sebelas tahun. Pada tahap ini, anak sudah bisa berpikir secara logis mengenai peristiwa-peristiwa konkrit dan mengelompokkan benda-benda ke kelompok-kelompok yang berbeda. Meskipun demikian, mereka masih belum bisa memecahkan masalah abstrak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tahap Operasi Formal<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap ini berlangsung pada usia sebelas sampai lima belas tahun. Pada tahap ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak. Mereka juga sudah memiliki kemampuan idealisasi, yaitu melakukan spekulasi mengenai kualitas ideal yang mereka inginkan dalam diri mereka atau orang lain (Marinda, 2020). Pada tahap ini juga, anak sudah dapat menarik kesimpulan melalui hipotesis deduktif.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bantu-anakyatim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Bantu Anak Yatim yang Terdampak Covid-19<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Macam\">Macam Pola Pikir Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan persepsi atas kemampuan belajar, <strong>pola pikir<\/strong> dibagi dua: <strong>pola pikir<\/strong> tetap (<em>fixed mindset<\/em>) dan <strong>pola pikir<\/strong> berkembang (<em>growth mindset<\/em>). <strong>Pola pikir<\/strong> tetap adalah <strong>pola pikir<\/strong> yang menyatakan bahwa kemampuan, <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/06\/pentingnya-belajar-parenting-dalam-pembentukan-karakter-anak\/\">karakter<\/a>, dan kecerdasan seseorang adalah hal sudah ditetapkan sejak lahir dan tidak dapat berkembang (Nandy, 2021). Anak yang memiliki <strong>pola pikir<\/strong> tetap cenderung cepat menyerah dalam menghadapi masalah. Di sisi lain, <strong>pola pikir<\/strong> berkembang adalah <strong>pola pikir<\/strong> yang menyatakan bahwa segala kualitas manusia dapat berkembang dengan proses belajar dan latihan. Berlawanan dari anak yang ber<strong>pola pikir<\/strong> tetap, anak yang ber<strong>pola pikir<\/strong> berkembang cenderung tidak mudah menyerah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Memahami\">Memahami Pola pikir Anak melalui Perilaku<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelumnya telah disebutkan bahwa perilaku berkaitan dengan <strong>pola pikir<\/strong>. Oleh karena itu, kita dapat memahami <strong>pola pikir<\/strong> anak kita dengan memerhatikan perilakunya. Misalnya, kita dapat menanyakannya pendapatnya mengenai hal-hal sekitar atau dirinya melalui dialog kontinu. Kita juga bisa mengamati bagaimana ia merespons masalah. Tentu saja kita perlu menyesuaikan pendekatan kita berdasarkan usianya dan tahap perkembangan kognisinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah hal-hal yang perlu kita ketahui ketika ingin memahami <strong>pola pikir<\/strong> anak kita. Dengan memahami <strong>pola pikir<\/strong>nya, kita bisa menentukan hal-hal yang akan kita ajarkan melalui proses <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/12\/5-prinsip-parenting-membentuk-karakter-positif-pada-anak\/\"><em>parenting<\/em><\/a><em> <\/em>kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, bantu tingkatkan gizi dan lengkapkan imunisasi anak-anak Indonesia dengan berdonasi melalui <a href=\"https:\/\/wecare.id\/negerianak\/\">WeCare.id<\/a>! Kamu juga bisa berdonasi melalui aplikasi WeCare.id, loh! <em>Download<\/em> aplikasinya di <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.wecare.wellcare\">Google Play Store<\/a> atau <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.wecare.wellcare&amp;pcampaignid=pcampaignidMKT-Other-global-all-co-prtnr-py-PartBadge-Mar2515-1\">App Store<\/a>!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;nur-aisyah&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Marinda, L. (2020). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Problematikanya pada Anak Usia Sekolah Dasar. <em>An-Nisa&#8217;<\/em>, 116-152.<\/p>\n\n\n\n<p>Nandy. (2021, Mei). <strong><em>Pola pikir<\/em><\/strong><em> : Mengembangkan Cara Berpikir Cerdas dan Kreatif<\/em>. Retrieved from Gramedia Blog: https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-pikir\/#1_Pola_pikir_tetap_Fixed_Mindset<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut! <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4905,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Pola Pikir Anak - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Pola Pikir Anak - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-23T08:37:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Memahami Pola Pikir Anak\",\"datePublished\":\"2021-10-23T08:37:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\"},\"wordCount\":619,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"articleSection\":[\"Berita &amp; Event\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\",\"name\":\"Memahami Pola Pikir Anak - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-23T08:37:48+00:00\",\"description\":\"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Pola Pikir Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Pola Pikir Anak - Empower","description":"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Pola Pikir Anak - Empower","og_description":"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-23T08:37:48+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Memahami Pola Pikir Anak","datePublished":"2021-10-23T08:37:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/"},"wordCount":619,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","articleSection":["Berita &amp; Event"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/","name":"Memahami Pola Pikir Anak - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-23T08:37:48+00:00","description":"Memahami pola pikir anak dapat menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang tua. Lalu, bagaimana kita dapat memahaminya? Cek artikel berikut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/memahami-pola-pikir-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Pola Pikir Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4904"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4904\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}