{"id":4945,"date":"2021-10-29T04:42:43","date_gmt":"2021-10-29T04:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4945"},"modified":"2021-10-29T04:42:43","modified_gmt":"2021-10-29T04:42:43","slug":"benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/","title":{"rendered":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental?"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kamu termasuk orang yang terobsesi dengan kebersihan sehingga sering mencuci tangan sampai berulang-ulang?\u00a0 Atau mungkin kamu selalu berpikir kalau kamu akan mengalami kecelakaan? Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi terus-menerus yang berakibat menimbulkan perasaan takut dan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/10\/mengalami-cemas-berlebihan-ini-cara-mengatasinya\/\">cemas<\/a>. Jika hal tersebut sering menimpamu, kemungkinan kamu mengalami apa yang dinamakan dengan OCD atau <em>Obsesif Compulsive Disorder<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Mengenal\">1. Mengenal OCD<\/a><\/li><li><a href=\"#Penyebab\">2. Penyebab gangguan obsesif kompulsif (OCD)<\/a><\/li><li><a href=\"#Perawatan\">3. Perawatan untuk OCD<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Mengenal\">Mengenal OCD<\/h2>\n\n\n\n<p>Semua orang dari bermacam tingkatan usia dan lapisan masyarakat bisa mengalami gangguan obsesif kompulsif (OCD). OCD adalah gangguan kesehatan mental yang bisa dialami siapa saja dan terjadi saat seseorang terjebak dalam siklus obsesi dan kompulsi. Pikiran obsesif adalah pikiran, gambaran, maupun dorongan yang tidak diinginkan dan mengganggu yang memicu perasaan cemas berlebihan. Kompulsi yaitu perilaku yang dilakukan individu untuk mencoba menyingkirkan obsesi atau mengurangi kecemasannya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pikiran obsesif<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pikiran obsesif adalah pikiran atau gambaran yang berulang kali muncul di kepala seseorang. Orang tersebut tak menginginkan semua pikiran tersebut tapi dia tak bisa mengendalikannya. Pikiran-pikiran tersebut bisa jadi sulit untuk diabaikan sehingga bisa menganggu sehingga orang tersebut merasa tertekan, cemas, atau bersalah. Pikiran-pikiran ini bisa muncul di area yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh pikiran obsesi yang umum di antaranya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>khawatir bahwa dia, atau sesuatu seperti makanannya, mungkin beracun,<\/li><li>takut bahwa sesuatu yang buruk mungkin terjadi apabila hal-hal tidak teratur atau simetris,<\/li><li>khawatir akan bahaya yang menimpa dirinya atau orang lain,<\/li><li>gambar atau pikiran yang mengganggu secara seksual,<\/li><li>keyakinan agama yang berfokus pada pentingnya dan signifikansi agama dan hal-hal keagamaan,<\/li><li>hubungan: terus-menerus memikirkan hubungannya, jika pasangannya tidak setia, bahwa hubungannya akan berakhir kapan saja,<\/li><li>pikiran tentang hal-hal gaib. Ini adalah pikiran bahwa jika seseorang melakukan hal-hal tertentu, itu akan menghentikan hal-hal buruk terjadi. Atau membayangkan peristiwa buruk akan meningkatkan kemungkinan hal buruk itu untuk terjadi,&nbsp;<\/li><li>pikiran tentang kekerasan, misalnya pikiran untuk melakukan kekerasan terhadap orang yang dicintai atau orang lain. Seperti membunuh orang yang tidak bersalah atau melompat di depan kereta api.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa orang yang mempunyai pikiran yang menganggu kemungkinan mereka tidak berani untuk memberitahukan dokter atau ahli terapi. Mereka khawatir akan diberi label sebagai orang yang berisiko bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pikiran kompulsif<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pikiran obsesif adalah gambaran atau pikiran yang muncul berulang-ulang, pikiran kompulsif adalah hal-hal yang seseorang pikirkan atau lakukan secara berulang-ulang untuk menghilangkan kecemasan dari pikiran obsesifnya. Orang yang berperilaku kompulsif percaya kalau dirinya atau orang terdekatnya mungkin akan terluka jika dirinya tidak melakukan sesuatu. Mungkin orang itu menyadari bahwa pemikiran dan perilakunya tidak logis, tapi dia sulit untuk menghentikannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat seseorang melakukan perilaku kompulsif, rasa lega yang dia rasakan tak akan lama. Ini justru membuat pikiran obsesif yang sebelumnya menjadi lebih kuat. Kemungkinan dia merasa dirinya harus melakukan sesuatu lagi untuk merasa lebih baik. Tidak semua orang yang menderita OCD menunjukkan tanda-tanda perilaku kompulsif kepada orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh pikiran kompulsif di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>mencuci atau membersihkan barang secara berlebihan,<\/li><li>memeriksa sesuatu berulang kali, contohnya apakah alat tersebut sudah dimatikan atau belum,&nbsp;<\/li><li>melakukan sesuatu dalam urutan tertentu, dalam pola berulang atau beberapa kali, dan<\/li><li>menghitung ke angka tertentu, atau melalui urutan angka standar, berulang-ulang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pikiran dan kebiasaan ini bisa menghabiskan banyak waktu dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bangunrumah-sekolahyatim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Bangun Rumah dan Sekolah Yatim dan Dhuafa<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Penyebab\">Penyebab gangguan obsesif kompulsif (OCD)<\/h2>\n\n\n\n<p>Penyebab OCD tidak jelas. Kemungkinan ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Riwayat keluarga: orang kemungkinan menderita OCD jika ada anggota keluarga yang mengalaminya, mungkin karena gen.&nbsp;<\/li><li>Perbedaan di otak: beberapa orang dengan OCD mempunyai area aktivitas tinggi yang tidak biasa di otak mereka atau tingkat serotoninnya rendah.<\/li><li>Peristiwa kehidupan: OCD mungkin lebih sering terjadi pada orang yang pernah mengalami pelecehan, diabaikan atau diganggu. Terkadang OCD juga dimulai sesudah peristiwa penting dalam hidup mereka, seperti melahirkan atau berkabung<\/li><li>Kepribadian: rapi, teliti, sistematis, orang dengan standar pribadi yang tinggi lebih mungkin untuk mengalami OCD. Selain itu, orang yang umumnya selalu merasa cemas atau memiliki rasa tanggung jawab yang sangat kuat untuk diri mereka sendiri dan orang lain juga bisa terkena OCD.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Perawatan\">Perawatan untuk OCD<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa perawatan efektif untuk OCD yang bisa membantu mengurangi dampaknya pada hidup. Perawatan utama yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>terapi psikologis: biasanya terapi perilaku kognitif (CBT) membantu seseorang menghadapi ketakutan dan pikiran obsesif tanpa &#8220;memperbaikinya&#8221; melalui perilaku kompulsif.<\/li><li>Obat: biasanya sejenis obat antidepresan yang disebut <em>selective serotonin reuptake inhibitor<\/em> (SSRI). Obat ini bisa membantu dengan mengubah keseimbangan bahan kimia di otak.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Biasanya CBT mempunyai efek yang cukup cepat. Untuk melihat efek pengobatan dengan SSRI perlu beberapa bulan, tetapi kebanyakan orang pada akhirnya akan mendapatkan manfaat. Jika perawatan ini tidak membantu, mungkin pasien akan ditawari SSRI alternatif atau diberikan kombinasi SSRI dan CBT. Untuk perawatan lebih lanjut, beberapa orang kemungkinan akan dirujuk ke spesialis layanan kesehatan mental.<\/p>\n\n\n\n<p>Pikiran obsesif adalah hal yang bisa menganggu kehidupan seseorang karena dia terus-menerus memikirkan sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. Untuk mengatasi OCD diperlukan perawatan khusus yang bisa berupa terapi atau pemberian obat. Bila ada anggota keluargamu yang mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, bantu mereka mengatasinya atau ajak mereka untuk menemui dokter atau ahli terapi. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa membantu <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">pasien<\/a> lain yang menderita penyakit fisik tetapi mengalami kesulitan biaya pengobatan. Caranya mudah sekali. Kamu cukup download <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">aplikasi WeCare.i<\/a>d di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>About OCD<\/em>. (2014). Diambil kembali dari iocdf.org.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Obsessive compulsive disorder (OCD)<\/em>. (2020). Diambil kembali dari rethink.org.<em>Overview &#8211; Obsessive compulsive disorder (OCD)<\/em>. (2019). Diambil kembali dari nhs.uk.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,26],"tags":[35,23],"class_list":["post-4945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-mental-health","tag-mental-health","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-29T04:42:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental?\",\"datePublished\":\"2021-10-29T04:42:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\"},\"wordCount\":904,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"mental health\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Mental Health\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\",\"name\":\"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-29T04:42:43+00:00\",\"description\":\"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower","description":"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower","og_description":"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-29T04:42:43+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental?","datePublished":"2021-10-29T04:42:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/"},"wordCount":904,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["mental health","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Mental Health"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/","name":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-29T04:42:43+00:00","description":"Perilaku obsesif adalah jenis gangguan kecemasan yang bisa menganggu kehidupan. Seperti apa cara pengobatannya? Baca infonya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/benarkah-perilaku-obsesif-adalah-gangguan-mental\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Perilaku Obsesif adalah Gangguan Mental?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4945"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}