{"id":4948,"date":"2021-10-29T04:57:41","date_gmt":"2021-10-29T04:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=4948"},"modified":"2021-10-29T04:57:41","modified_gmt":"2021-10-29T04:57:41","slug":"apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/","title":{"rendered":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita?"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengutip dari laman situs CNN, tanggal 14 Oktober minggu kemarin dikabarkan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dirawat di unit perawatan intensif University of California Irvine Medical Center karena mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang telah menyebar hingga ke aliran darahnya. Sebahaya apa penyakit ini? Baca terus infonya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Apa\">1. Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?<\/a><\/li><li><a href=\"#Saluran\">2. Apa Itu Saluran Kemih?<\/a><\/li><li><a href=\"#Seberapa\">3. Seberapa Umum Infeksi Saluran Kemih?<\/a><\/li><li><a href=\"#Penyebab\">4. Penyebab ISK<\/a><\/li><li><a href=\"#Gejala\">5. Gejala ISK<\/a><\/li><li><a href=\"#Infeksi\">6. Infeksi Saluran Kemih pada Anak<\/a><\/li><li><a href=\"#Cara\">7. Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih&nbsp;<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"apa\">Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?<\/h2>\n\n\n\n<p>Penyakit ini terjadi ketika bakteri, tapi beberapa kasus bisa diakibatkan oleh jamur dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa diakibatkan oleh virus. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu jenis infeksi paling umum terjadi pada manusia. Infeksi ini bisa mempengaruhi beberapa bagian saluran kemih. Jenis infeksi ini bisa menyerang uretra (disebut dengan urethritis), mengenai ginjal (disebut pielonefritis), atau kandung kemih (disebut sistitis).<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya urin tidak mengandung bakteri atau kuman. Urine adalah hasil penyaringan darah yang dilakukan oleh ginjal. Urin dihasilkan saat produk limbah dan kelebihan air dikeluarkan dari darah oleh ginjal. Umumnya, urin bergerak melalui sistem kemih tanpa kontaminasi. Namun, bakteri dapat masuk ke sistem <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/12\/infeksi-saluran-kemih\/\">kemih<\/a> dari luar tubuh yang mengakibatkan masalah seperti infeksi dan peradangan. Inilah yang terjadi selanjutnya, yaitu infeksi saluran kemih atau sistitis. Infeksi ini paling umum terjadi dibandingkan dengan infeksi ginjal atau pielonefritis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Saluran\">Apa Itu Saluran Kemih?<\/h2>\n\n\n\n<p>Saluran kemih merupakan tempat untuk membuat dan menyimpan urin, yaitu salah satu produk limbah cair tubuh. Saluran kemih terdiri dari beberapa bagian, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Ginjal<\/strong>: Ini adalah filter tubuh. Bagian tubuh ini bertugas untuk membuang limbah dan air dari darah. Limbah ini menjadi urin.<\/li><li><strong>Ureter<\/strong>: Ureter adalah tabung tipis yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih.<\/li><li><strong>Kandung kemih<\/strong>: Sebuah wadah seperti kantung. Kandung kemih menyimpan urin sebelum meninggalkan tubuh.<\/li><li><strong>Uretra<\/strong>: Tabung ini membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Seberapa\">Seberapa Umum Infeksi Saluran Kemih?<\/h2>\n\n\n\n<p>Infeksi ini sangat umum terjadi dan umumnya 1 dari 5 wanita dalam menderita infeksi ini. Walaupun ISK umum terjadi pada wanita, infeksi ini juga bisa terjadi pada pria, orang dewasa yang lebih tua, dan anak-anak. 1- 2% anak-anak mengalami ISK.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;seraya&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Penyebab\">Penyebab ISK<\/h2>\n\n\n\n<p>Infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikroorganisme, umumnya bakteri, yang masuk ke uretra dan kandung kemih, mengakibatkan peradangan dan infeksi. Walaupun ISK lebih banyak sering terjadi di uretra serta kandung kemih, bakteri juga bisa naik ke ureter kemudian menginfeksi ginjal. Lebih dari 90% kasus ISK penyebabnya adalah E. coli, yaitu bakteri yang biasanya ditemukan di usus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"gejala\">Gejala ISK<\/h2>\n\n\n\n<p>Sering buang kecil atau sakit saat buang air kecil adalah beberapa gejala dari infeksi kandung kemih. Berikut ini adalah beberapa gejala ISK:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sering buang air kecil<\/li><li>Nyeri atau terasa terbakar ketika buang air kecil<\/li><li>Merasa ingin buang air kecil walaupun kandung kemihnya kosong<\/li><li>Urin berdarah<\/li><li>Tekanan atau kram di selangkangan atau perut bagian bawah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kemungkinan anak-anak tidak akan memberitahukan orang tuanya ketika mereka terkena infeksi kandung kemih. Walaupun gejala ISK yang paling umum pada bayi dan balita adalah demam, sebagian besar anak yang mengalami demam tidak mengalami ISK. Jika khawatir anak menderita ISK, konsultasikan dengan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Infeksi\">Infeksi Saluran Kemih pada Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>ISK pada anak perlu diselidiki karena bisa mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Kondisi sistem kemih yang sangat umum yaitu refluks urin. Apabila anak mengalami kondisi ini, katup kandung kemihnya tidak berfungsi dengan baik dan memungkinkan urin mengalir kembali ke ginjal. Ini akan meningkatkan risiko anak terkena infeksi ginjal. Refluks urin dan infeksi terkait bisa melukai atau merusak ginjal secara permanen serta mengakibatkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>gagal ginjal<\/li><li>tekanan darah tinggi<\/li><li>toksemia pada kehamilan (keracunan kehamilan)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Refluks urin cenderung menurun dalam keluarga, jadi penting untuk melakukan <em>screening<\/em> pada anak-anak sedini mungkin bila ada kerabat dekat diketahui memiliki masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Cara\">Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk membantu mencegah terjadi ISK kembali, ada beberapa hal yang dapat kamu coba lakukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Usap dari depan ke belakang vagina seusai buang air kecil<\/li><li>Menjaga area genital bersih dan kering<\/li><li>Minum banyak cairan, khususnya air putih sehingga kamu akan sering buang air kecil di siang hari dan tidak merasa haus<\/li><li>Basuh kulit di sekitar vagina dengan air sebelum dan sesudah berhubungan seks<\/li><li>Buang air kecil sesegera mungkin sesudah berhubungan seks<\/li><li>Segera ganti panty liner jika kotor<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika kamu merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya kamu segera menemui dokter agar kondisimu tidak semakin memburuk. Agar tidak terkena infeksi saluran kemih, kamu juga harus menjaga kebersihan area genital. Di luar sana mungkin ada pasien yang mengalami infeksi ini namun tidak memiliki masalah dengan biaya pengobatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa membantu mereka dengan cara <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">berdonasi melalui WeCare.id<\/a>. Caranya mudah, cukup <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">download aplikasi<\/a> WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gangel, J. (2021). <em>Former President Bill Clinton hospitalized for infection but &#8216;on the mend&#8217;<\/em>. Diambil kembali dari edition.cnn.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Urinary Tract Infection<\/em>. (2021). Diambil kembali dari cdc.gov.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Urinary tract infections (UTI)<\/em>. (2016). Diambil kembali dari betterhealth.vic.gov.au.<em>Urinary Tract Infections<\/em>. (2019). Diambil kembali dari my.clevelandclinic.org.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Featured Image : Pixabay<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-4948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-29T04:57:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita?\",\"datePublished\":\"2021-10-29T04:57:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\"},\"wordCount\":834,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\",\"name\":\"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-10-29T04:57:41+00:00\",\"description\":\"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower","description":"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower","og_description":"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-10-29T04:57:41+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita?","datePublished":"2021-10-29T04:57:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/"},"wordCount":834,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/","name":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-10-29T04:57:41+00:00","description":"Kalau sering sakit saat buang air kecil, bisa jadi kamu mengalami infeksi saluran kemih. Apa penyebab dan gejalanya? Baca infonya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-hubungan-infeksi-saluran-kemih-dan-wanita\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Hubungan Infeksi Saluran Kemih dan Wanita?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}