{"id":5159,"date":"2021-12-07T02:18:55","date_gmt":"2021-12-07T02:18:55","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=5159"},"modified":"2021-12-07T02:18:55","modified_gmt":"2021-12-07T02:18:55","slug":"hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/","title":{"rendered":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood"},"content":{"rendered":"\n<p>Setiap manusia pada dasarnya pasti suka bercanda karena bercanda bisa membuat kita tertawa bahagia. Namun ada hal-hal yang tidak boleh dibuat jadi bahan candaan karena malah berakhir merusak <em>mood<\/em> seseorang. Meskipun bilangnya tak ada maksud menghina atau mengejek, tapi guyonan yang tidak tepat bisa malah jatuh menjadi <em>bullying<\/em>. Lalu apa bedanya bercanda dan perundungan alias <em>bullying<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendapat Ahli Mengenai Bercanda dengan Bullying<\/h2>\n\n\n\n<p>Sering kali tidakan <em>bullying<\/em> disembunyikan dengan alasan bercanda. Sebenarnya candaan dan <em>bullying<\/em> sangat berbeda. Dikutip dari laman situs Suara, Pingkan Rumondor, S.Psi., M.Psi., psikolog klinis dewasa menjelaskan bahwa antara bercanda dengan <em>bullying<\/em> terdapat batasan yang jelas. Salah satu yang jelas sekali, yaitu ada atau tidaknya individu yang merasa tersinggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pingkan, bercanda itu kedua pihak merasa bahagia karena candaan itu lucu. Namun <em>bullying<\/em>, salah satu pihak akan merasa tersakiti juga merasa direndahkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Beda Bercanda dan Menghina Menurut Pendapat Ahli<\/h2>\n\n\n\n<p>Psikolog klinis dari Universitas Sydney, Christopher John Hunt, menyatakan pendapatnya di dalam studinya mengenai bercanda dan menghina. Menurutnya kebanyakan orang tak menyadari jika mereka bercanda dengan melibatkan fisik ataupun menggunakan bahasa kasar memiliki potensi untuk menghina. Biasanya orang-orang tersebut tak bermaksud menyinggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Situasai jadi semakin rumit saat orang yang menjadi target candaan \u2018diam-diam\u2019 merasa terhina, tetapi dia malah terlihat tawa, alih-alih menegur.<\/p>\n\n\n\n<p>Profesor Teori Organisasi dari Universitas Bath, Yiannis Gabriel, menjelaskan bahwa terdapat pembeda yang utama untuk maksud dari bercanda dengan mengejek, menghina, serta menyindir yang tumpang tindih tersebut, yaitu \u201cmemanfaatkan titik lemah target\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam studinya, sang professor juga menyebut bahwa candaan adalah tempat terbaik untuk mengetahui suatu penghinaan, karena yang membedakan di antara keduanya ada pada konten emosional. Kalau lelucon itu melepaskan kegembiraan, sementara penghinaan itu melepaskan kemarahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahan Candaan yang Dapat Merusak Mood Seseorang<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat bercanda orang biasanya tak bermaksud menyakiti hanya melemparkan candaan saja. Namun terkadang tanpa disadari membuat suasana hati orang jadi tidak enak atau tersakiti. Berikut ini bahan guyonan atau lelucon yang harus dihindari karena bisa membuat merusak <em>mood<\/em> seseorang atau menyakiti hati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Orang tua dan keluarga&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah ini masih dilakukan sekarang atau tidak tapi dahulu di era 90an, memanggil nama seseorang dengan nama ayahnya menjadi bahan candaan yang populer. Mungkin niatnya hanya bercanda saja tapi terkadang tanpa disadari membuat seseorang merasa malu atau sakit hati. Terbayang <em>dong<\/em> nama ayah dipanggil tanpa sapaan bapak di depannya? Terdengar tidak sopan, bukan? Ini bisa merusak <em>mood<\/em> seseorang juga, jadi wajib dihindari ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Body shaming<\/h3>\n\n\n\n<p>Topik ini sekarang menjadi bahasan yang populer. Biasanya saat bercanda dengan teman, tanpa disadari orang mungkin menjadikan kekurangan fisik temannya untuk bahan gurauan. Ini bisa dikatakan <em><a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2020\/11\/body-shaming\/\">body shamin<\/a>g<\/em>. Mengatakan seseorang \u201csi pendek\u201d, \u201csi hitam\u201d, atau \u201csi ndut\u201d sebagai candaan adalah hal yang tidak pantas. Tiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan dan hal tersebut tidak boleh dijadikan bahan lelucon.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Masa lalu seseorang<\/h3>\n\n\n\n<p>Tiap orang memiliki masa lalu yang yang mungkin tidak baik, tetapi hal tersebut tidak menjadikan orang lain berhak untuk membuatnya menjadi candaan.&nbsp; Gurauan tentang masa lalu yang mungkin ingin disembunyikan oleh seseorang tak hanya bisa merusak <em>mood<\/em> tapi juga sangat menyakiti hati. Terlebih lagi jika orang yang diejek tersebut sekarang telah berubah jadi orang yang lebih baik. Jangan sakiti orang yang berusaha berubah dengan mulut jahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kondisi ekonomi&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak semua orang terlahir kaya. Ada dari mereka yang terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Tidaklah pantas untuk menjadikan kemiskinan seseorang jadi bahan candaan. Misalnya saja saat berkumpul dan memesan makanan, tiba-tiba seseorang bergurau dengan mengatakan pasti temannya belum pernah makan makanan seperti itu karena itu makanan mahal. Kata-kata itu bisa merendahkan orang lain dan orang yang mendengarnya pasti hancur <em>mood<\/em>-nya. Tak hanya itu, dia juga bisa merasa sakit hati dihina seperti itu. <em>So, think before you speak<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Dialek atau logat seseorang<\/h3>\n\n\n\n<p>Sering diejek teman karena logatmu \u201c<em>medok<\/em>?\u201d Tak sadar orang kerap kali menertawakan orang lain yang berbicara dalam logat sangat medok, baik ketika berbicara bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya. Ini seperti tidak menyakitkan padahal mungkin saja orang itu jadi malu untuk berbicara. Bisa jadi candaan itu membuat orang enggan berbicara dan merusak mentalnya. Gurauan itu bisa langsung membuat <em>mood<\/em> yang bagus jadi rusak dan obrolan akan terhenti. Pikirkan dahulu gurauanmu karena bisa jadi itu menghancurkan mental seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah bahasan mengenai candaan yang bisa merusak <em>mood<\/em> seseorang dan bahkan menyakiti hati. Meski bahan candaan di atas sudah biasa dijadikan gurauan, tapi kita tidak boleh membenarkan hal yang salah. Kita tidak boleh ikut tertawa jika ada yang bergurau semacam itu, justru hentikan. Kalau <em>mood<\/em> rusak karena mendapat lelucon seperti itu, mungkin dengan membantu orang lain yang membutuhkan <em>mood<\/em>-mu akan jadi lebih baik. Kamu bisa membantu <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">pasien<\/a> yang bermasalah dengan biaya pengobatan. Mudah kok caranya. Cukup <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">download aplikasi<\/a> WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bantusemeru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Semeru Kembali Erupsi, Mari Dampingi Para Korban Bencana!\n<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Ralie, Z. (2018). <em>Pahami batas antara bercanda dan menghina<\/em>. Diambil kembali dari today.line.me.<\/p>\n\n\n\n<p>Rossa, V. &amp; Varwati, L. (2021). <em>Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Bullying dengan Bercanda!<\/em> Diambil kembali dari suara.com.Shaliha, I. (2019). <em>Kerap Bikin Sakit Hati, 5 Hal Ini Jangan Dijadikan Bahan Bercandaan!<\/em> Diambil kembali dari idntimes.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-07T02:18:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood\",\"datePublished\":\"2021-12-07T02:18:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\"},\"wordCount\":849,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"articleSection\":[\"Berita &amp; Event\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\",\"name\":\"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2021-12-07T02:18:55+00:00\",\"description\":\"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower","description":"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower","og_description":"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2021-12-07T02:18:55+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood","datePublished":"2021-12-07T02:18:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/"},"wordCount":849,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","articleSection":["Berita &amp; Event"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/","name":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2021-12-07T02:18:55+00:00","description":"Bergurau adalah hal yang biasa dilakukan karena menghibur, tapi ternyata candaan bisa merusak mood seseorang, lho! Baca ulasannya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-dengan-candaan-karena-bisa-rusak-mood\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hati-Hati dengan Candaan Karena Bisa Rusak Mood"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5159\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}