{"id":5489,"date":"2022-01-09T12:49:09","date_gmt":"2022-01-09T12:49:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=5489"},"modified":"2022-01-09T12:49:09","modified_gmt":"2022-01-09T12:49:09","slug":"apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya?"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kamu pernah mendengar istilah <em>playing victim<\/em> sebelumnya? Apakah kamu pernah bertemu orang yang suka melakukan <em>playing victim<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Playing victim <\/em>adalah perilaku yang dilakukan seseorang untuk menyalahkan orang lain dan memposisikan dirinya sebagai korban, padahal mungkin saja masalah tersebut disebabkan oleh orang itu sendiri.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;hafizul&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kebiasaan ini tak hanya bersifat buruk bagi dirinya sendiri, namun juga orang lain di sekitarnya. Sehingga orang akan lebih memilih untuk menjauh dari orang yang suka melakukan <em>playing<\/em> <em>victim<\/em> karena perilaku ini sudah termasuk <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/08\/toxic-relationship-tanda-dan-cara-menghindarinya\/\"><em>toxic<\/em><\/a>, terlebih lagi bila digunakan untuk mencapai keuntungan pribadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Apa\">Apa yang menyebabkan seseorang melakukan Playing Victim<\/h2>\n\n\n\n<p>Alasan mengapa seseorang melakukan <em>playing victim <\/em>sangatlah beragam, namun tentu ada tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Apa saja penyebab orang melakukan <em>playing victim<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Trauma<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengalaman yang menyebabkan trauma di masa lalu dapat menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan <em>playing victim<\/em>. Rasa trauma yang dialami sebelumnya dapat membuatnya tidak berdaya dan membuatnya menyerah dengan keadaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Trauma karena dikhianati juga dapat membuat seseorang sulit untuk mempercayai siapa pun, sehingga ia pun merasa seperti korban dan kehilangan rasa <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/09\/5-cara-mengenal-diri-sendiri-dengan-lebih-baik\/\">percaya diri<\/a>. Sehingga apabila ia melakukan <em>playing victim<\/em>, ini merupakan salah satu metode pertahanan diri yang dilakukannya agar trauma tersebut tidak terulang lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mencari keuntungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa melakukan <em>playing victim<\/em> untuk mencari keuntungan dari orang lain. Seperti untuk menarik simpati dan perhatian, dapat terhindar dari kemarahan orang lain, lepas dari tanggung jawab, hingga membuat orang lain merasa bersalah, serta segera memberikan bantuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ketergantungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab orang melakukan <em>playing victim <\/em>adalah karena ia berada dalam hubungan yang membuatnya ketergantungan. Hubungan yang seperti ini sudah termasuk dalam <em>toxic relationship<\/em> dimana orang yang ketergantungan akan melakukan pengorbanan untuk mencapai tujuannya, misalnya untuk mendapatkan perhatian pasangan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bantujanda-mandiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Gerakan Peduli Janda Jadi Perempuan Mandiri, Percaya Diri dan Berdaya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Tanda\">Tanda-tanda orang yang melakukan Playing Victim<\/h2>\n\n\n\n<p>Orang-orang yang melakukan <em>playing victim <\/em>adalah mereka yang senang memposisikan dirinya sebagai korban atau dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki <em>victim mentality. <\/em>Apa saja tanda-tanda orang yang melakukan <em>playing victim:<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Suka menyalahkan orang lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda-tanda seseorang yang melakukan <em>playing victim <\/em>adalah suka menyalahkan orang lain. Tak peduli apakah itu benar kesalahan orang lain atau kesalahan yang dilakukannya sendiri. Hal ini dilakukan untuk membersihkan nama untuk kesalahan yang dilakukannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fokus ke masalah daripada solusi<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang-orang yang suka melakukan <em>playing victim <\/em>ingin menekankan bahwa kesalahan bukanlah berasal dari dirinya, namun dari orang lain. Cara ini dilakukan untuk menghadapi masalah dan melindungi dirinya sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengasihani diri sendiri<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang suka <em>playing victim <\/em>selalu mengasihani dirinya. Ia merasa bahwa dunia ini kejam dan ia merasa tak punya kekuatan untuk mengubah keadaan. Kemudian, orang ini akan membesar-besarkan masalah tersebut agar orang lain merasa iba.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lepas tanggung jawab<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda <em>playing victim<\/em> lainnya yaitu lepas tanggung jawab dan mengorbankan orang lain atas kegagalan serta masalah yang sebenarnya dibuat sendiri. Dengan cara inilah mereka dapat mengurangi beban pikiran dan perasaan, lalu membebankannya kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak mau mengakui kesalahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang melakukan <em>playing victim <\/em>ini enggan untuk mengakui kesalahannya dan tidak mau menerima kenyataan bahwa apa yang dilakukannya membuat orang lain kesal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut tadi merupakan tanda-tanda dari orang yang melakukan <em>playing victim<\/em>. Memang menyebalkan apabila kita memiliki keluarga atau teman yang <em>playing victim<\/em>, maka dari itu kita dapat menjaga jarak dengannya untuk mencegah perdebatan dan menghindari permusuhan. Daripada menambah musuh, lebih baik berbagi kebaikan dengan para <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\/\">pasien <\/a>kurang mampu yang membutuhkan uluran tanganmu. Bantu mereka dari mana pun dan kapan pun hanya dengan mengunduh Aplikasi Wecare.id melalui Google Play atau App Store.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;nanti&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kumparan.com. (2021). Apa Itu Playing Victim dan Tanda-tandanya?. Diakses pada 7 Desember 2021, dari https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/apa-itu-playing-victim-dan-tanda-tandanya-1vBz6iXiHt7\/full<\/li><li>Permana, Bayu Galih. (2021). Cara Menghadapi Pelaku Playing Victim, Ketahui Juga Penyebabnya. Diakses pada 7 Desember 2021, dari https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/cara-menghadapi-pelaku-playing-victim-ketahui-juga-penyebabnya&nbsp;<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5490,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,28],"tags":[766,27,23],"class_list":["post-5489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-relationship","tag-playing-victim","tag-relationship","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-09T12:49:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya?\",\"datePublished\":\"2022-01-09T12:49:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\"},\"wordCount\":625,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"playing victim\",\"relationship\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Relationship\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\",\"name\":\"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2022-01-09T12:49:09+00:00\",\"description\":\"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower","description":"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower","og_description":"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2022-01-09T12:49:09+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya?","datePublished":"2022-01-09T12:49:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/"},"wordCount":625,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["playing victim","relationship","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Relationship"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/","name":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2022-01-09T12:49:09+00:00","description":"Playing victim adalah perilaku seseorang yang suka menyalahkan orang lain serta menganggap dirinya korban. Kenali tanda-tandanya, yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/apa-itu-playing-victim-apa-saja-tanda-tandanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Playing Victim? Apa saja tanda-tandanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}