{"id":565,"date":"2019-04-12T09:26:53","date_gmt":"2019-04-12T09:26:53","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=565"},"modified":"2019-04-12T09:26:53","modified_gmt":"2019-04-12T09:26:53","slug":"konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/","title":{"rendered":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apa itu stunting?<\/strong><\/p>\n<p>Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.<\/p>\n<p>Stunting atau pertumbuhan yang terhambat adalah cerminan dari kegagalan anak-anak (terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan) untuk menerima nutrisi yang cukup dalam jangka waktu yang lama dan juga dapat dipengaruhi oleh penyakit kronis dan berulang.<\/p>\n<p><strong>Stunting di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Menurut World Bank, tingkat pertumbuhan stunting di Indonesia sangat mengejutkan. Pada 2013, 37% anak Indonesia di bawah usia 5 tahun, atau hampir 9 juta anak, mengalami stunting, menurut Survei Kesehatan Nasional.<\/p>\n<p><strong>Apa Penyebab Stunting?<\/strong><\/p>\n<p>Ada banyak faktor yang berkontribusi pada stunting, di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Faktor gizi buruk<\/li>\n<li>Kurangnya pengetahuan tentang gizi sebelum, saat dan setelah hamil<\/li>\n<li>Kurangnya akses ke makanan bergizi<\/li>\n<li>Kurangnya akses ke air minum bersih<\/li>\n<li>Kurangnya akses ke pelayanan kesehatan yang layak<\/li>\n<li>Kurangnya kebersihan dan sanitasi<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Ciri-ciri Anak Stunting<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pertumbuhan yang lambat<\/li>\n<li>Pertumbuhan gigi yang lambat<\/li>\n<li>Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar<\/li>\n<li>Wajah terlihat lebih muda dibandingkan usianya<\/li>\n<li>Anak menjadi lebih pendiam di usia 8-10 tahun<\/li>\n<li>Keterlambatan munculnya tanda pubertas<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Dampak Buruk Stunting<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jangka pendek: <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Perkembangan otak dan kecerdasan anak terganggu<\/li>\n<li>Gangguan pada pertumbuhan fisik juga metabolisme dalam tubuh<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Jangka pandang: <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kemampuan kognifif juga prestasi belajar menurun<\/li>\n<li>Kekebalan tubuh yang menuruh sehingga anak mudah sakit<\/li>\n<li>Berisiko tinggi terkena diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, kegemukan, stroke, kanker, dan disabilitas pada usia tua<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Pencegahan Stunting<\/strong><\/p>\n<p>Stunting bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Ibu hamil diberikan tablet tambah darah<\/li>\n<li>Ibu hamil diberikan makan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi<\/li>\n<li>Pemenuhan gizi<\/li>\n<li>Persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan ahli<\/li>\n<li>Inisiasi menyusui dini (IMD)<\/li>\n<li>Pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan<\/li>\n<li>Pemberian makanan pendamping asi bagi bayi usia di atas 6 bulan sampai 2 tahun<\/li>\n<li>Pemberian imunisasi dasar yang lengkap dan vitamin A<\/li>\n<li>Pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu<\/li>\n<li>Perilaku hidup sehat dan bersih<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pencegahan Stunting dengan Pemberian Telur<\/strong><\/p>\n<p>Sebuah <a href=\"https:\/\/pediatrics.aappublications.org\/content\/140\/1\/e20163459?sso=1&amp;sso_redirect_count=1&amp;nfstatus=401&amp;nftoken=00000000-0000-0000-0000-000000000000&amp;nfstatusdescription=ERROR%3A%20No%20local%20token\">studi<\/a> yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Washington, Universitas Maryland dan Universitas California Davis di Amerika Serikat serta Universitas San Fransisco de Quito di Ekuador menemukan manfaat telur untuk pencegahan stunting. Mereka melakukan penelitian terhadap anak-anak di Ekuador yang berumur 6-9 bulan yang sehat,&nbsp; tidak alergi telur dan tidak mengalami gizi buruk. Selama enam bulan mereka diberikan satu telur tiap hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan memasukkan telur dalam menu makanan bayi dari usia 6 bulan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan linier dan mengurangi kejadian stunting pada populasi Andean di Ekuador.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penelitian, telur merupakan salah satu sumber makanan berkualitas gizi tinggi yang terjangkau dan ramah lingkungan dalam populasi yang berisiko kekurangan gizi dan kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian serupa juga dilakukan di Uganda oleh<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5475308\/\">Penelitian<\/a> pemberian telur pada anak juga dilakukan di Uganda oleh peneliti dari University of Arkansas. Penelitian ini melibatkan murid SD usia 6-9 tahun yang diberikan 1 telur selama 5 hari tiap minggunya atau 2 telur dalam 5 hari tiap minggunya. Hasilnya setelah 6 bulan, murid yang diberikan 2 telur mengalami peningkatan tinggi dan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak mengkonsumsi telur atau hanya mengkonsumsi 1 telur.<\/p>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa telur tampaknya menjadi cara yang aman dan praktis untuk meningkatkan nutrisi anak-anak dalam populasi ini. Tetapi anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizinya, bukan hanya bergantung kepada satu jenis makanan saja.<\/p>\n<p><strong>Makanan yang Membantu Menambah Tinggi Badan Anak<\/strong><\/p>\n<p>Selain telur, beberapa makanan berikut juga dapat membantu dalam menambah tinggi tubuh anak, di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Produk susu seperti susu, keju cottage, dan dadih, semuanya kaya akan mineral penting seperti kalsium dan vitamin seperti A, B, D, dan E.<\/li>\n<li>Ayam kaya akan protein seperti telur<\/li>\n<li>Kedelai kaya akan protein, folat, vitamin, karbohidrat dan serat<\/li>\n<li>Pisang kaya akan kalium, mangan, dan kalsium<\/li>\n<li>Oatmeal seperti kedelai kaya akan protein<\/li>\n<li>Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan mineral dan vitamin esensial serta lemak sehat dan asam amino<\/li>\n<li>Sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, bayam, kacang polong, okra dan kubis brussel kaya akan semua mineral penting, vitamin, dan serat.<\/li>\n<li>Buah-buahan kaya akan vitamin, mineral dan serat, terutama yang kaya vitamin C dan A seperti pepaya, jeruk, semangka, mangga, apel dan aprikot<\/li>\n<li>Ikan kaya akan protein dan vitamin D<\/li>\n<li>Wortel kaya akan vitamin A dan C<\/li>\n<li>Gandum Utuh kaya akan serat, vitamin, zat besi, magnesium, dan selenium<\/li>\n<li>Daging Merah kaya akan protein (namun konsumsinya harus sedang saja)<\/li>\n<li>Lobak kaya akan berbagai vitamin dan mineral<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sanitasi untuk Mencegah Stunting<\/strong><\/p>\n<p>Kurang tersedianya air bersih juga sanitasi yang buruk dapat menjadi penyebab anak mengalami stunting. Hal ini diakibatkan karena kebersihan atau sanitasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Pemerintah Indonesia mencoba mengatasi hal ini dengan merancang Sanitasi Total Berbasis Lingkungan<\/p>\n<p><strong>5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Lingkungan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Cuci tangan dengan sabun<\/li>\n<li>Tidak buang air besar sembarangan<\/li>\n<li>Pengelolaan sampah rumah tangga<\/li>\n<li>Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga<\/li>\n<li>Pengelolaan limbah cair rumah tangga<\/li>\n<\/ol>\n<p>Review : dr. Denita<\/p>\n<p>Yuk,&nbsp;konsultasi dokter&nbsp;gratis dengan dokter&nbsp;SEHATI:&nbsp;&nbsp;<a href=\"http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@Wecare.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@Wecare.id<\/a><\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.rd.com\/health\/healthy-eating\/eggs-prevent-stunted-growth-study\/\">https:\/\/www.rd.com\/health\/healthy-eating\/eggs-prevent-stunted-growth-study\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/news\/pregnancy-and-child\/an-egg-a-day-may-prevent-stunted-growth-in-infants\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/news\/pregnancy-and-child\/an-egg-a-day-may-prevent-stunted-growth-in-infants\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/unicef.in\/whatwedo\/10\/stunting\">http:\/\/unicef.in\/whatwedo\/10\/stunting<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.nfnc.org.zm\/content\/what-stunting\">http:\/\/www.nfnc.org.zm\/content\/what-stunting<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/siha.depkes.go.id\/portal\/files_upload\/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf\">http:\/\/siha.depkes.go.id\/portal\/files_upload\/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/parenting.firstcry.com\/articles\/best-food-increase-height-children\/\">https:\/\/parenting.firstcry.com\/articles\/best-food-increase-height-children\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-565","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info-penyakit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-12T09:26:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta?\",\"datePublished\":\"2019-04-12T09:26:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\"},\"wordCount\":884,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\",\"name\":\"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-04-12T09:26:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower","og_description":"Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang,","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2019-04-12T09:26:53+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta?","datePublished":"2019-04-12T09:26:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/"},"wordCount":884,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/","name":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta? - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-04-12T09:26:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/konsumsi-telur-untuk-mencegah-stunting-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsumsi Telur untuk Mencegah Stunting: Mitos atau Fakta?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=565"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/565\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}