{"id":6826,"date":"2022-07-05T04:23:42","date_gmt":"2022-07-05T04:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=6826"},"modified":"2022-07-05T04:23:42","modified_gmt":"2022-07-05T04:23:42","slug":"bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/","title":{"rendered":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu siklus yang penting dalam kehidupan kita, yaitu makan, mencerna makanan, kemudian mengeluarkan apa yang tak bisa kita gunakan. Meski terdengar menjijikkan, buang air besar atau BAB itu sangat penting. Kegiatan ini dilakukan pertama kali saat kita baru lahir. Tinja pertama yang kita keluarkan saat baru lahir dinamakan mekonium. Namun beberapa bayi mengalami kesulitan melakukan BAB. Apabila bayi tak bisa BAB, ada kemungkinan bayi tersebut menderita penyakit yang dinamakan <em>Hirschsprung<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Apa\">1. Apa itu penyakit Hirschsprung?<\/a><\/li><li><a href=\"#gejala\">2. Apa gejala penyakit Hirschsprung?<\/a><\/li><li><a href=\"#penyebab\">3. Apa penyebab penyakit Hirschsprung?<\/a><\/li><li><a href=\"#Bagaimana\">4. Bagaimana pengobatan untuk penyakit Hirschsprung?<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Apa\">Apa itu penyakit Hirschsprung?<\/h2>\n\n\n\n<p>Disebut juga megakolon aganglionik bawaan, penyakit <em>Hirschsprung<\/em> terjadi saat beberapa sel saraf usus bayi (sel ganglion) tidak berkembang dengan baik, menunda pergerakan tinja melalui usus. Karena usus tersumbat oleh tinja yang tidak bergerak, bayi atau anak akan mengalami konstipasi atau tidak bisa buang air besar secara normal. Sering kali, ini bisa mengakibatkan infeksi serius yang dinamakan enterokolitis, yang mengakibatkan <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2021\/06\/ciri-ciri-gejala-pengobatan-dan-tindakan-cepat-atasi-demam-berdarah\/\">demam<\/a>, nyeri, juga diare.<\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;khansa&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"gejala\">Apa gejala penyakit Hirschsprung?<\/h2>\n\n\n\n<p>Gejala penyakit <em>Hirschsprung<\/em> bervariasi bergantung usia. Anak-anak menderita penyakit ini, 80%-nya akan memiliki gejala selama 6 minggu pertama semenjak lahir. Akan tetapi, anak-anak yang hanya mempunyai segmen usus pendek yang kekurangan sel saraf normal bisa jadi tidak memperlihatkan gejala untuk waktu beberapa bulan atau tahun. Gejala utama penyakit ini yaitu sembelit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemungkinan gejala yang dialami tiap anak akan berbeda, namun gejala umum penyakit <em>Hirschsprung<\/em> pada bayi, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Gagal untuk buang air besar dalam 48 jam setelah kelahiran<\/li><li>Perut kembung<\/li><li>serangan muntah secara bertahap<\/li><li>demam<\/li><li>sembelit atau gagal buang air besar secara teratur<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Bagi anak-anak yang tidak memperlihatkan gejala awal, seiring dengan usia mungkin mengalami tanda-tanda penyakit <em>Hirschsprung<\/em> berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>sembelit yang semakin memburuk dengan berjalannya waktu<\/li><li>kehilangan selera makan<\/li><li>pertumbuhan yang lambat<\/li><li>ukuran BAB yang kecil dan berair<\/li><li>Perut kembung&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"penyebab\">Apa penyebab penyakit Hirschsprung?<\/h2>\n\n\n\n<p>Bayi atau anak yang menderita penyakit ini, beberapa jenis sel saraf yang disebut sel ganglion hilang dari bagian usus. Pada daerah yang tak memiliki saraf seperti itu, otot di dalam dinding usus tidak berkontraksi untuk mendorong material masuk, sehingga menyebabkan penyumbatan. Isi usus menumpuk di belakang penyumbatan, sehingga terjadi pembengkakan usus dan perut.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyakit ini menjadi penyebab dari sekitar 25% semua penyumbatan usus baru bayi yang baru lahir. Namun penyakit ini juga diidentifikasi pada bayi yang lebih besar dan anak-anak. Penyakit ini menyerang 5 kali lebih sering kepada pria dibandingkan wanita. Terkadang penyakit ini dihubungkan dengan kondisi genetik atau bawaan lainnya, misalnya sindrom Down.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/diva-annisa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Sel Kanker terus Menggerogot Kaki Diva Hingga Harus Jalani Amputasi!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Bagaimana\">Bagaimana pengobatan untuk penyakit Hirschsprung?<\/h2>\n\n\n\n<p>Semua bayi dan anak yang menderita penyakit <em>Hirschsprung<\/em> harus melakukan operasi. Ketika menunggu waktu operasi, bayi atau anak-anak ini mungkin perlu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>berhenti minum susu, namun diberikan cairan langsung ke pembuluh darah sebagai gantinya&nbsp;<\/li><li>mempunyai tabung yang melewati hidung mereka dan masuk ke perut mereka untuk mengalirkan cairan serta udara yang terkumpul di dalamnya<\/li><li>buang air besar secara teratur, di mana tabung tipis dimasukkan ke bagian bawahnya dan air garam hangat digunakan untuk melunakkan dan mengeluarkan tinja yang terperangkap<\/li><li>minum antibiotik bila bayi atau anak menderita enterokolitis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Mungkin bayi atau anak perlu tinggal di rumah sakit selama waktu ini, atau bisa juga dirawat di rumah. Orang tua akan diberi tahu mengenai hal ini oleh dokter.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Operasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar anak akan menjalani operasi &#8220;<em>pull-through<\/em>&#8221; atau penarikan usus, yaitu bagian usus yang tidak bersaraf diangkat dan bagian usus yang sehat lainnya disatukan dengan dubur maupun dubur. Apabila anak tidak cukup sehat untuk bisa mm<\/p>\n\n\n\n<p>Bila anak tidak cukup sehat menjalani operasi, contohnya karena menderita enterokolitis ataupun penyumbatan parah, mungkin mereka mengalaminya dalam 2 tahap.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, beberapa hari sesudah bayi lahir, ahli bedah akan mengalihkan usus melalui lubang sementara yang dinamakan <em>stoma<\/em> yang dibuat di perut. Prosedur ini dinamakan dengan formasi kolostomi. Kemudian kotoran akan langsung ke luar dari lubangnya dan masuk ke kantong yang pasang di tubuh bayi atau anak. Kondisinya akan terus seperti ini hingga bayi atau anak sudah cukup sehat untuk prosedur pengangkatan bagian usus yang terkena, menutup lubangnya kemudian menyatukan bagian usus yang sehat ke anus atau dubur.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosedur operasi untuk penyakit Hirschsprung ini bisa dilakukan dengan menggunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>operasi laparoskopi (lubang kunci), yang melibatkan memasukkan instrumen bedah melalui sayatan kecil<\/li><li>operasi terbuka, yaitu membuat sayatan lebih besar di perut anak&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Itulah informasi penting mengenai penyakit <em>Hirschsprung<\/em> yang biasa diderita bayi dan anak. Jadi jika bayi mengalami susah BAB 48 jam setelah dilahirkan, orang tua harus waspada. Mengutip tulisan di Jurnal <em>e-Clinic<\/em> pada tahun 2015 diprediksikan di Indonesia setiap tahun akan lahir 1540 bayi yang menderita penyakit ini. Sebagian dari mereka orang tuanya ada yang kurang mampu sehingga membutuhkan <a href=\"https:\/\/wecare.id\/patient\">bantuan<\/a> biaya pengobatan. Kita bisa membantu mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id dengan caranya cukup <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">unduh aplikasi<\/a> WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Hirschsprung&#8217;s disease<\/em>. (2014). Diambil kembali dari nhs.uk.<\/p>\n\n\n\n<p><em>What is Hirschsprung\u2019s disease?<\/em> (2022). Diambil kembali dari childrenshospital.org.<em>What Is Hirschsprung&#8217;s Disease?<\/em> (2021). Diambil kembali dari webmd.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6834,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-6826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-05T04:23:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung\",\"datePublished\":\"2022-07-05T04:23:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\"},\"wordCount\":832,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\",\"name\":\"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2022-07-05T04:23:42+00:00\",\"description\":\"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower","description":"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower","og_description":"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2022-07-05T04:23:42+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung","datePublished":"2022-07-05T04:23:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/"},"wordCount":832,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/","name":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2022-07-05T04:23:42+00:00","description":"Penyakit Hirschsprung banyak diderita oleh bayi yang baru lahir. Yuk kenali gejala, penyebab, juga pengobatannya di artikel berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/bayi-tidak-bisa-bab-waspada-penyakit-hirschsprung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bayi Tidak Bisa BAB? Waspada Penyakit Hirschsprung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}