{"id":683,"date":"2019-08-16T11:50:11","date_gmt":"2019-08-16T11:50:11","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.wecare.id\/?p=683"},"modified":"2019-08-16T11:50:11","modified_gmt":"2019-08-16T11:50:11","slug":"hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/","title":{"rendered":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur terjadi ketika seseorang kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya mereka butuhkan agar tetap terjaga dan siaga.&nbsp; Tiap orang memiliki waktu kurang tidur yang berbeda untuk bisa dianggap kurang tidur. Beberapa orang seperti para lansia tampaknya lebih kebal terhadap efek kurang tidur. Hal ini berbeda dengan kelompok usia lain terutama anak-anak dan remaja, mereka lebih rentan terhadap efek kurang tidur.<\/span><\/p>\n<p><b>Pentingnya Tidur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidur sama pentingnya bagi tubuh manusia dengan makanan dan air, tetapi kebanyakan dari kita mengalami kurang tidur. Kurang tidur, kualitas tidur yang buruk atau gangguan pada siklus tidur-bangun (seperti yang terjadi pada mereka yang kerja shift atau bepergian ke zona waktu yang berbeda) memiliki konsekuensi terhadap kinerja kita di siang hari, menyebabkan kantuk dan kelelahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang lelah dan mengantuk adalah orang yang rentan kecelakaan, kesulitan dalam melakukan penilaian, dan lebih cenderung membuat kesalahan dan mengambil keputusan yang buruk. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kinerja anak di sekolah dan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah emosional seperti depresi.<\/span><\/p>\n<p><b>Fakta tentang kurang tidur<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur mengubah fungsi normal perhatian dan mengganggu kemampuan untuk fokus pada input sensorik lingkungan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dianggap sebagai penyebab dari kecelakaan tragis yang melibatkan pesawat terbang, kapal, kereta api, mobil, dan pembangkit listrik tenaga nuklir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak dan dewasa muda paling rentan terhadap efek negatif dari kurang tidur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dapat menjadi gejala gangguan tidur yang tidak terdiagnosis atau masalah medis lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kamu tidak mendapatkan jumlah tidur yang cukup yang seharusnya kamu butuhkan, kamu mulai menumpuk hutang tidur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jumlah Tidur yang Cukup<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan tidur tiap orang berbeda bergantung pada usia, tingkat aktivitas fisik, kesehatan umum dan faktor individu lainnya. Secara umum:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak sekolah dasar: mereka memerlukan sekitar sembilan hingga 10 jam. <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/27448478\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan Universitas McGill dan Douglas Mental Health University Institute, Montreal menunjukkan bahwa menambah waktu tidur anak kamu setengah jam saja dapat secara dramatis meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kualitas tidur yang lebih baik memiliki kemampuan yang lebih baik dalam matematika dan bahasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja: mereka memerlukan sekitar sembilan hingga 10 jam juga. Remaja memiliki kebutuhan tidur yang meningkat pada saat keterlibatan sosial dan tekanan teman sebaya menyebabkan pengurangan waktu tidur. Faktor gaya hidup seperti waktu masuk sekolah yang awal membuat mereka tidak bisa tidur.&nbsp;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewasa: mereka perlu sekitar delapan jam, bergantung pada faktor individu. Kita cenderung membutuhkan lebih sedikit tidur seiring bertambahnya usia, tetapi dibimbing oleh keadaan kewaspadaan kamu sendiri &#8211; jika kamu merasa lelah di siang hari, kamu menginginkan untuk tidur lebih banyak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Penyebab Kurang Tidur<\/b><\/p>\n<p><b>Perilaku yang Sukarela<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang kurang tidur secara sukarela, tetapi tidak disengaja, tetapi kronis diklasifikasikan sebagai orang yang memiliki gangguan tidur yang disebut sindrom tidur tidak memadai yang disebabkan oleh perilaku. Gangguan tidur ini adalah jenis hipersomnia. Gangguan tidur ini diakibatkan oleh pola tidur terbatas yang terjadi hampir setiap hari selama setidaknya tiga bulan.<\/span><\/p>\n<p><b>Tugas Pribadi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dapat terjadi ketika tugas pribadi membatasi waktu tidur. Misalnya, seseorang mungkin kurang tidur saat harus memberikan perawatan di rumah untuk kerabat dengan penyakit kronis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jam kerja<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam kerja yang dibutuhkan oleh beberapa pekerjaan dapat menghasilkan kurang tidur.<\/span><\/p>\n<p><b>Masalah medis<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dapat merupakan gejala dari gangguan tidur yang sedang berlangsung atau kondisi medis lainnya yang mengganggu tidur.<\/span><\/p>\n<p><b>Efek Kurang Tidur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek utama dari kurang tidur adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Orang yang kurang tidur mungkin tertidur ketika dipaksa untuk duduk diam dalam situasi yang tenang atau monoton, seperti saat rapat atau berada di kelas. Tingkat mengantuk yang parah ini bisa menjadi bahaya bagi keselamatan, menyebabkan mengantuk ketika mengemudi, dan menglami cedera di tempat kerja. Efek lain dari kurang tidur bermacam-macam:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Suasana hati<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lekas \u200b\u200bmarah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang motivasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecemasan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala depresi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Kinerja<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang konsentrasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Defisit perhatian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang kewaspadaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reaksi yang lambat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalami distraksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang energi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelelahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegelisahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang koordinasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghasilkan keputusan yang buruk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kesalahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lupa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Kesehatan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi medis ini:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Tekanan darah tinggi<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2913764\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Universitas Alabama di Birmingham menunjukkan bahwa durasi tidur pendek yang menjadi kebiasaan dikaitkan dengan hipertensi, terutama selama usia paruh baya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Serangan jantung<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari data pengamatan dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC4791534\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">eksperimental<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan Klinik Mayo, Rochester, Minnesota menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak memadai menimbulkan bahaya besar bagi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Obesitas<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC4877875\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Gizi dan Makanan, Pusat Penelitian Nasional, Dokki, Giza, Mesir menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk obesitas, gangguan kognitif dan peningkatan visfatin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Diabetes<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Durasi tidur pendek menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2276127\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Universitas Columbia, Institut Penelitian Otak Belanda, dan Universitas Newyork dapat menjadi faktor risiko signifikan untuk diabetes.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur yang parah bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian spesifik usia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Mengatasi Kurang Tidur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah dapat membantu kamu mendapatkan tidur malam yang nyenyak adalah tetap pada jadwal yang konsisten, artinya kamu pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jaga agar kamar tidur kamu pada suhu yang wajar karena kamar tidur yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu kesulitan tidur, coba lakukan hal lain seperti membaca buku selama beberapa menit. Kegelisahan karena tidak bisa tidur sebenarnya dapat membuat kurang tidur bagi beberapa orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pastikan untuk mengunjungi dokter jika masalah kamu dengan kurang tidur berlanjut. Jangan biarkan masalah ini berlama-lama.<\/span><\/p>\n<p>Review : dr. Denita<\/p>\n<p>Yuk,&nbsp;konsultasi dokter&nbsp;gratis dengan dokter&nbsp;SEHATI:&nbsp;&nbsp;<a href=\"http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@Wecare.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@Wecare.id<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aasm.org\/resources\/factsheets\/sleepdeprivation.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/aasm.org\/resources\/factsheets\/sleepdeprivation.pdf<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.columbianeurology.org\/neurology\/staywell\/document.php?id=42069\"><span style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/www.columbianeurology.org\/neurology\/staywell\/document.php?id=42069<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.betterhealth.vic.gov.au\/health\/conditionsandtreatments\/sleep-deprivation\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.betterhealth.vic.gov.au\/health\/conditionsandtreatments\/sleep-deprivation<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/307334.php\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/307334.php<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurang tidur terjadi ketika seseorang kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya mereka butuhkan agar tetap terjaga dan siaga.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-683","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info-penyakit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kurang tidur terjadi ketika seseorang kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya mereka butuhkan agar tetap terjaga dan siaga.&nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-16T11:50:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes\",\"datePublished\":\"2019-08-16T11:50:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\"},\"wordCount\":934,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\",\"name\":\"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-08-16T11:50:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower","og_description":"Kurang tidur terjadi ketika seseorang kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya mereka butuhkan agar tetap terjaga dan siaga.&nbsp;","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2019-08-16T11:50:11+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes","datePublished":"2019-08-16T11:50:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/"},"wordCount":934,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/","name":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-08-16T11:50:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/hati-hati-kurang-tidur-dapat-menyebabkan-obesitas-dan-diabetes\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hati-Hati! Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Obesitas dan Diabetes"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}