{"id":6939,"date":"2022-07-28T04:47:22","date_gmt":"2022-07-28T04:47:22","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=6939"},"modified":"2022-07-28T04:47:22","modified_gmt":"2022-07-28T04:47:22","slug":"autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/","title":{"rendered":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu drama Korea yang sedang jadi topik pembicaraan saat ini adalah <em>Extraordinary Attorney Woo<\/em>. Yang menarik dari drama ini adalah sang tokoh utamanya. Dikisahkan Woo Young Woo merupakan seorang pengacara pertama dengan <em>Autism Spectrum Disorder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-background has-vivid-cyan-blue-color has-very-light-gray-background-color\"><a href=\"https:\/\/wecare.id\/adam-nafis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Tubuh Adam terus Membengak dan Membiru akibat Jantung Bocor, Bantuanmu sangat diharapkan!<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar isi:<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"#Apa\">1. Apa itu Autism Spectrum Disorder?<\/a><\/li><li><a href=\"#Tanda\">2. Tanda dan Gejala Autism Spectrum<\/a><\/li><li><a href=\"#Ciri\">3. Ciri Lain dari Penderita Autism Spectrum Disorder<\/a><\/li><li><a href=\"#Penyebab\">4. Penyebab<\/a><\/li><li><a href=\"#Pengobatan\">5. Pengobatan dan Terapi<\/a><\/li><li><a href=\"#Bisakah\">6. Bisakah Penyandang ASD Menjadi Pengacara seperti dalam Drama Attorney Woo?<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Apa\">Apa itu Autism Spectrum Disorder?<\/h2>\n\n\n\n<p>Disebut juga sebagai Autisme, <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> (ASD) atau Gangguan spektrum autisme (ASD) merupakan gangguan neurologis dan perkembangan yang mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, berperilaku, dan belajar. Autisme bisa didiagnosis pada usia berapa saja, akan tetapi ASD digambarkan sebagai &#8220;gangguan perkembangan&#8221;. Hal ini dikarenakan gejala umumnya muncul di dua tahun pertama kehidupan seseorang. Autisme dikenal sebagai gangguan &#8220;spektrum&#8221; sebab terdapat variasi dalam jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami tiap orang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semua orang tanpa memandang ras, suku, jenis kelamin, serta latar belakang ekonomi bisa mengalami <em>Autism Spectrum Disorder<\/em>. ASD merupakan gangguan seumur hidup, namun jika orang dengan ASD mendapatkan pengobatan, hal tersebut bisa memperbaiki gejala serta kemampuan seseorang dalam beraktivitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Tanda\">Tanda dan Gejala Autism Spectrum<\/h2>\n\n\n\n<p>Tanda orang yang menderita <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> adalah kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi sosial, memiliki minat yang terbatas, dan perilaku yang diulang-ulang. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis perilaku umum pada orang dengan ASD. Akan tetapi tidak semua perilaku ini dipunyai oleh orang dengan ASD. Namun, kebanyakan akan mempunyai perilaku yang terdapat di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perilaku komunikasi \/ interaksi sosial di antaranya:<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jarang membuat kontak mata atau kalaupun membuat kontak mata umumnya tidak konsisten<\/li><li>Terlihat seperti tidak memperhatikan atau mendengarkan orang yang sedang berbicara<\/li><li>Tidak memberikan respons atau lambat merespons ketika namanya dipanggil atau usaha verbal lainnya untuk perhatian<\/li><li>Jarang berbagi minat, <a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2022\/05\/begini-cara-mengendalikan-emosi-saat-anak-marah\/\">emosi<\/a>, maupun kenikmatan objek atau aktivitas (termasuk jarang menunjuk atau memperlihatkan sesuatu kepada orang lain)<\/li><li>Mengalami kesulitan dengan percakapan dua arah<\/li><li>Menampilkan ekspresi wajah, gerakan, dan gerak tubuh yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan<\/li><li>Sering berbicara panjang lebar tentang topik favorit tanpa memedulikan apakah orang lain tidak tertarik atau tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk menanggapi<\/li><li>Suaranya terdengar tidak biasa mungkin seperti bernyanyi atau datar dan seperti robot<\/li><li>Kesulitan menyesuaikan perilaku kondisi sosial<\/li><li>Kesulitan memahami sudut pandang orang lain atau tidak bisa memprediksi atau memahami tindakan orang lain<\/li><li>Kesulitan berbagi dalam permainan imajinatif atau dalam berteman<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perilaku restriktif \/ berulang di antaranya:<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mempunyai minat yang intens pada topik tertentu, misalnya angka, detail, atau fakta Mengulangi perilaku tertentu atau mempunyai perilaku yang tidak biasa, misalnya mengulang kata atau frasa (perilaku yang disebut <em>echolalia<\/em>)<\/li><li>Menjadi kesal jika terjadi perubahan dalam rutinitas dan mengalami kesulitan dengan transisi<\/li><li>Menunjukkan minat yang terlalu terfokus, seperti dengan objek yang bergerak atau bagian dari objek<\/li><li>Menjadi lebih sensitif atau kurang sensitif dibandingkan orang lain terhadap input sensorik, seperti suara, cahaya, pakaian, atau suhu<\/li><li>Penderita ASD juga mungkin mengalami masalah tidur dan lekas marah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Ciri\">Ciri Lain dari Penderita Autism Spectrum Disorder<\/h2>\n\n\n\n<p>Umumnya orang dengan Autism Spectrum Disorder mempunyai ciri lainnya, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kemampuan bahasa yang tertunda<\/li><li>Kemampuan kognitif atau pembelajaran yang tertunda<\/li><li>Kemampuan gerakan tertunda<\/li><li>Perilaku hiperaktif, impulsif, dan\/atau lalai<\/li><li>Kebiasaan makan serta tidur yang tak biasa<\/li><li>Gangguan epilepsi atau kejang<\/li><li>Masalah gastrointestinal (misalnya, sembelit)<\/li><li>Kecemasan, stres, atau kekhawatiran yang berlebihan<\/li><li>Suasana hati ataupun reaksi emosional yang tak biasa<\/li><li>Kurangnya rasa takut ataupun memiliki rasa takut yang berlebih<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Penting untuk diketahui kemungkinan anak-anak dengan <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> tidak menunjukkan semua atau salah satu perilaku yang disebutkan di atas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan Orang dengan Autism Spectrum Disorder<\/h2>\n\n\n\n<p>Para penderita ASD kemungkinan juga mempunyai banyak kekuatan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mampu mempelajari hal-hal secara detail dan mengingat informasi untuk jangka waktu yang lama<\/li><li>Mempunyai kemampuan visual serta auditori yang kuat<\/li><li>Unggul dalam sains, matematika, seni , atau musik&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"penyebab\">Penyebab<\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab utama <em>A<\/em>SD. Namun berdasarkan hasil penelitian diketahui kalau gen seseorang bisa jadi penyebab bersama dengan aspek lingkungan. Keduanya bisa mempengaruhi perkembangan dengan cara yang mengarah ke ASD. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya ASD di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mempunyai orang tua yang berusia lebih tua<\/li><li>Mempunyai kondisi genetik tertentu (misalnya sindrom Down ataupun sindrom Fragile X)<\/li><li>Mempunyai saudara penderita ASD<\/li><li>Mempunyai berat badan lahir sangat kecil<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Pengobatan\">Pengobatan dan Terapi<\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak ada obat untuk <em>Autism Spectrum Disorder<\/em>. Meskipun demikian ada beberapa terapi yang bisa meningkat fungsi anak, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pelatihan keterampilan sosial<\/li><li>Analisis perilaku terapan<\/li><li>Terapi okupasi<\/li><li>Terapi wicara dan bahasa<\/li><li>Layanan pendidikan khusus<\/li><li>Pelatihan manajemen orang tua<\/li><li>Mengobati kondisi yang terjadi muncul bersama dengan ASD<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Bisakah\">Bisakah Penyandang ASD Menjadi Pengacara seperti dalam Drama Attorney Woo?<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengutip tulisan dari <em>ABA Journal<\/em>, Shain Neumeier merupakan seorang pengacara dengan ASD. Dia didiagnosis menderita <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> di tahun 2010, setahun setelah lulus dari Smith College. Seperti dalam cerita drama <em>Extraordinary Attorney Woo<\/em>, Shain Neumeier mengatakan dirinya memiliki kemampuan menghafal dan mengetahui bagaimana menerapkan informasi yang tampaknya tidak cukup diperhatikan orang lain. Ketika berada di ruang sidang Neumeier belajar untuk fokus pada ekspresi wajah dan bagaimana menafsirkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pengacara lainnya dengan <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> adalah Haley Moss dari Florida dan Michael Gilberg, pengacara dengan <em>Asperger\u2019s syndrome<\/em> yang berpraktik di New York dan Connecticut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah informasi penting seputar <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> yang diidap oleh tokoh Woo Young Woo dalam drama <em>Extraordinary Attorney Woo<\/em>. Meski memiliki beberapa kekurangan, tapi orang dengan ASD juga memiliki kelebihan yang tak dimiliki orang pada umumnya, seperti kemampuan mengingat yang baik. Obat untuk ASD memang tidak ada, tapi mereka bisa menerima beberapa perawatan. Jika kamu ingin membantu para penderita ASD yang mengalami masalah dengan biaya <a href=\"https:\/\/wecare.id\/campaign-penyandang-disabilitas\">pengobatan mereka<\/a>, kamu bisa menyalurkan bantuan lewat WeCare.id. Caranya mudah. Cukup <a href=\"https:\/\/app.wecare.id\/wecareapp\">unduh aplikasi<\/a> WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi muda h dan praktis kapan saja.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Autism Spectrum Disorder<\/em>. (2014). Diambil kembali dari nimh.nih.gov.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Signs and Symptoms of Autism Spectrum Disorder<\/em>. (2009). Diambil kembali dari cdc.gov.<\/p>\n\n\n\n<p>Ward, S. F. (2019). <em>For lawyers with autism, the work often pairs up with things they do well<\/em>. Diambil kembali dari abajournal.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>What Is Autism Spectrum Disorder?<\/em> (2015). Diambil kembali dari psychiatry.org.<\/p>\n\n\n\n<p><em>What Is Autism?<\/em> (2011). Diambil kembali dari autismspeaks.org.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Featured Image : <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/users\/geralt-9301\/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=3014152\">Gerd Altmann<\/a>\u00a0dari\u00a0<a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/\/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=3014152\">Pixabay<\/a>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6952,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,26],"tags":[25,35,23],"class_list":["post-6939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-mental-health","tag-info-kesehatan","tag-mental-health","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-28T04:47:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo\",\"datePublished\":\"2022-07-28T04:47:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\"},\"wordCount\":1039,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"mental health\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Mental Health\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\",\"name\":\"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2022-07-28T04:47:22+00:00\",\"description\":\"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower","description":"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower","og_description":"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2022-07-28T04:47:22+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo","datePublished":"2022-07-28T04:47:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/"},"wordCount":1039,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","mental health","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Mental Health"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/","name":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2022-07-28T04:47:22+00:00","description":"Menonton drama Attorney Woo, orang bertanya-tanya apakah penyandang autism spectrum disorder bisa menjadi pengacara? Jawabannya ada di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/autism-spectrum-disorder-dalam-drama-attorney-woo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Autism Spectrum Disorder dalam Drama Attorney Woo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}