{"id":8445,"date":"2023-07-21T02:25:45","date_gmt":"2023-07-21T02:25:45","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=8445"},"modified":"2023-07-21T02:25:45","modified_gmt":"2023-07-21T02:25:45","slug":"peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/","title":{"rendered":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre"},"content":{"rendered":"\n<p>CDC Peru pada 26 Juni 2023 mengeluarkan peringatan epidemiologi karena meningkatnya kasus Guillain-Barr\u00e9 Syndrome (GBS) atau Sindrom Guillain-Barre di berbagai tempat negara tersebut. Sampai 8 Juli 2023), sudah dilaporkan 191 kasus GBS.\u00a0 77 di antaranya dikonfirmasi, dengan 4 kematian.\u00a0 Sebanyak 58,6% atau 112 kasus GBS adalah laki-laki, sedangkan wanita sebanyak 40,3% kasus.<\/p>\n\n\n<p>[wecare_plugin slug=&#8217;Feyti&#8217;]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Sindrom Guillain-Barre?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Guillain-Barre Syndrome, dalam bahasa Indonesia diucapkan <em>ghee-yan bah-ray<\/em>, merupakan penyakit langka. Prevalensinya diperkirakan hanya satu hingga dua kasus per 100.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada GBS, sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru menyerang saraf-saraf tubuhnya sendiri. Hal ini terjadi ketika antibodi dan sel-sel kekebalan tubuh menyerang selubung <em>mielin<\/em> yang melindungi saraf atau bahkan saraf itu sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Serangan ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada saraf, yang mengakibatkan gejala seperti kelemahan otot, kesemutan, dan kelumpuhan. Inilah yang dinamakan dengan penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar orang dengan Sindrom Guillain-Barre (GBS) dapat pulih dengan baik. Meskipun GBS dapat menyebabkan kelemahan otot, kesemutan, dan kelumpuhan yang parah, proses pemulihan umumnya terjadi seiring waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>GBS dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia atau jenis kelamin. Walaupun penyebab pasti GBS masih belum diketahui, penyakit ini kerap kali muncul setelah infeksi saluran pernapasan atas atau infeksi saluran pencernaan seperti diare.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala GBS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Awal mula gejala Sindrom Guillain-Barre bisa beragam. Umumnya dimulai dengan sensasi kesemutan atau kelemahan pada kaki yang bisa menyebar ke bagian tubuh bagian atas. Gejala paling parah adalah kelumpuhan hampir total.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanda dan gejala lainnya GBS termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesulitan bergerak (misalnya, berjalan atau menggerakkan mata atau wajah)<\/li>\n\n\n\n<li>Kelemahan otot dan kelumpuhan yang mempengaruhi kedua sisi tubuh<\/li>\n\n\n\n<li>Detak jantung yang cepat<\/li>\n\n\n\n<li>Kesemutan<\/li>\n\n\n\n<li>Sensasi aneh seperti getaran, dengungan, atau &#8216;merayap&#8217; di bawah kulit<\/li>\n\n\n\n<li>Nyeri<\/li>\n\n\n\n<li>Kesulitan bernapas atau menelan<\/li>\n\n\n\n<li>Kesulitan mengontrol kandung kemih atau usus<\/li>\n\n\n\n<li>Tekanan darah rendah atau tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>Penglihatan kabur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Biasanya gejala dimulai di kaki atau tungkai dan kemudian menjalar ke anggota tubuh lainnya. Bisa juga, gejala dimulai dari tangan dan kemudian menyebar ke bawah. Perlu beberapa hari atau minggu untuk gejala berkembang. Sesudah gejala tetap stabil dan mencapai puncaknya dalam waktu singkat, barulah dimulai proses pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Butuh waktu sekitar 6 bulan \u2013 2 tahun lebih untuk bisa pulih. Waktu pemulihan bisa berbeda pada setiap individu. Untuk membantu mengembalikan kekuatan otot dan mobilitas normal, sebagian orang mungkin membutuhkan perawatan rehabilitasi seperti fisioterapi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab GBS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penyebab Sindrom Guillain-Barre Syndrome masih belum diketahui secara pasti. Diperkirakan GBS merupakan gangguan autoimun. Seiring bertambahnya usia, kejadian GBS cenderung meningkat, tapi bisa terjadi pada semua usia. Paling umum terjadi pada orang yang berusia antara 30 \u2013 50 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>GBS dapat terjadi bersamaan dengan infeksi virus atau bakteri, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beberapa penyakit saluran pencernaan<\/li>\n\n\n\n<li>Influenza<\/li>\n\n\n\n<li>Pneumonia Mycoplasma<\/li>\n\n\n\n<li>Herpes simpleks<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/blog.wecare.id\/2022\/08\/penting-kenali-awal-gejala-hiv-yang-mirip-flu\/\">HIV,<\/a> virus yang menyebabkan HIV\/AIDS (sangat jarang terjadi)<\/li>\n\n\n\n<li>Mononukleosis<\/li>\n\n\n\n<li>COVID-19<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>GBS juga bisa terjadi bersamaan dengan kondisi medis lainnya, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penyakit Hodgkin<\/li>\n\n\n\n<li>Lupus eritematosus sistemik<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah menjalani operasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>GBS merusak bagian saraf. Kerusakan saraf ini menyebabkan sensasi kesemutan, kelemahan otot, kehilangan keseimbangan, dan kelumpuhan. GBS paling sering mempengaruhi pelindung saraf (selubung mielin). Kerusakan ini disebut demielinisasi yang menyebabkan sinyal saraf bergerak lebih lambat. Kerusakan pada bagian saraf lainnya dapat menyebabkan saraf berhenti berfungsi.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/wecare.id\/bantualira\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Alami Sindrom Down dan Jantung Bocor, Alira Butuh Biaya Berobat ke Jakarta!\n<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Terapi untuk Sindrom Guillain-Barre Syndrome\u00a0<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada tahap awal, umumnya pasien perlu dirawat di rumah sakit supaya dokter bisa memantau pernapasannya. Pasien bisa dirawat unit perawatan intensif (ICU) dan menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring berjalannya waktu, umumnya secara bertahap kondisi pasien akan membaik. Kemungkinan pasien akan bisa berjalan kembali dalam waktu 6 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Guillain-Barre Syndrome dapat diobati dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Plasmaferesis: Terapi ini melibatkan proses penggantian plasma darah yang terinfeksi dengan plasma yang sehat dari bank darah.<\/li>\n\n\n\n<li>Terapi imunoglobulin intravena (IV): Terapi ini menggunakan antibodi dari donor darah untuk mengubah respons kekebalan tubuh yang abnormal<\/li>\n\n\n\n<li>Obat-obatan untuk meredakan nyeri dan mencegah pembekuan darah<\/li>\n\n\n\n<li>Fisioterapi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Mengutip dari laman situs <em>Kompas<\/em>, dr. Darma Imran, SpS (K), ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia menyebutkan bahwa data RSCM dalam satu tahun, dari akhir tahun 2010 hingga 2011, mencatat ada 48 kasus GBS beragam varian. Salah satu pengobatan untuk Sindrom Guillain-Barre adalah perawatan immunoglobulin intravena. Biaya pengobatan ini sangat mahal. Tak heran jika beberapa pasien mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatannya. Mari kita berdonasi untuk membantu mereka melalui WeCare.id. Kirim donasi melalui situs web WeCare.id atau <em><a href=\"https:\/\/urlgeni.us\/donwload-wecareid\">aplikasi WeCare.id<\/a><\/em> dengan cara mengunduhnya di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Guillain-Barre syndrome<\/em>. (2016). Diambil kembali dari healthdirect.gov.au.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Guillain-Barr\u00e9 syndrome<\/em>. (2016). Diambil kembali dari betterhealth.vic.gov.au.<\/p>\n\n\n\n<p><em>healthdirect.gov.au<\/em>. (2017). Diambil kembali dari mountsinai.org.<em>Penderita GBS Meningkat di Kalangan Usia Produktif<\/em>. (2012). Diambil kembali dari lifestyle.kompas.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CDC Peru pada 26 Juni 2023 mengeluarkan peringatan epidemiologi karena meningkatnya kasus Guillain-Barr\u00e9 Syndrome (GBS) atau Sindrom Guillain-Barre<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8450,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-8445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"CDC Peru pada 26 Juni 2023 mengeluarkan peringatan epidemiologi karena meningkatnya kasus Guillain-Barr\u00e9 Syndrome (GBS) atau Sindrom Guillain-Barre\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T02:25:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre\",\"datePublished\":\"2023-07-21T02:25:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\"},\"wordCount\":754,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\",\"name\":\"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2023-07-21T02:25:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower","og_description":"CDC Peru pada 26 Juni 2023 mengeluarkan peringatan epidemiologi karena meningkatnya kasus Guillain-Barr\u00e9 Syndrome (GBS) atau Sindrom Guillain-Barre","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2023-07-21T02:25:45+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre","datePublished":"2023-07-21T02:25:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/"},"wordCount":754,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/","name":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre - Empower","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2023-07-21T02:25:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/peru-diguncang-kasus-sindrom-guillain-barre\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peru Diguncang Kasus Sindrom Guillain-Barre"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}