{"id":9897,"date":"2024-10-31T02:16:16","date_gmt":"2024-10-31T02:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.wecare.id\/?p=9897"},"modified":"2024-10-31T02:16:16","modified_gmt":"2024-10-31T02:16:16","slug":"cara-pengobatan-gondongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/","title":{"rendered":"Cara Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau fakta?"},"content":{"rendered":"\n<p>Penggunaan blau merupakan cara pengobatan godongan yang dipercaya oleh para orang tua zaman dahulu. Apakah cara menyembuhkan gondongan dengan cepat menggunakan blau tersebut mitos atau fakta?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengobatan Gondongan dengan Blau Menurut Para Dokter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tiga dokter spesialis anak memberikan klarifikasi tentang mitos penggunaan blau untuk mengobati gondongan.<\/p>\n\n\n\n<p>dr. Fitria Mahrunnisa, Sp.A, lulusan Universitas Gajah Mada, menegaskan bahwa penggunaan blau atau sabun cuci tidak efektif untuk menyembuhkan atau mengurangi pembengkakan akibat gondongan. Beliau menduga penggunaan blau di masa lalu hanya bertujuan memberikan efek seperti kompres dingin untuk kenyamanan penderita.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendapat serupa disampaikan oleh dr. Aryono Hendarto, dokter spesialis anak dari RSCM, yang menyatakan tidak ada landasan ilmiah dalam pengobatan gondongan menggunakan blau.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski metode ini masih banyak digunakan karena harganya yang terjangkau, sekitar Rp2.000 per batang, dr. Aryono menjelaskan bahwa penggunaan blau hanya berfungsi sebagai strategi agar anak tetap beristirahat di rumah karena malu dengan warna biru yang mencolok di wajahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menguatkan pernyataan kedua dokter sebelumnya, dr. Angga Wirahmadi dari RS Hermina Jatinegara Jakarta juga menekankan bahwa penggunaan blau untuk gondongan adalah kepercayaan yang tidak berdasar dan tidak memberikan manfaat medis apa pun bagi penderita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Gondongan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gondongan atau penyakit <em>mumps<\/em> adalah infeksi virus menular yang dulu sering menyerang anak-anak sebelum adanya vaksin MMR. Gejala gondongan ditandai dengan pembengkakan yang menyakitkan di sisi wajah di bawah telinga, yaitu di kelenjar parotis.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyakit <em>mumps<\/em> jarang terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun dan orang dewasa di atas 40 tahun. Siapa pun dapat tertular <em>mumps<\/em> jika mereka tidak kebal, baik karena belum divaksinasi atau belum pernah menderita gondongan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ciri-ciri Gondongan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas pengobatan, penting untuk mengenali ciri-ciri sakit gondongan. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 16-18 hari setelah terpapar. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Demam<\/li>\n\n\n\n<li>Sakit kepala<\/li>\n\n\n\n<li>Nafsu makan menurun<\/li>\n\n\n\n<li>Merasa tidak sehat secara umum<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam waktu 24 jam setelahnya, akan muncul gejala seperti sakit telinga atau nyeri wajah yang memburuk saat mengunyah, terutama ketika mengonsumsi makanan yang merangsang produksi air liur seperti makanan asam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Komplikasi Berbahaya dari Penyakit Gondongan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun gondongan umumnya dianggap sebagai penyakit yang tidak terlalu serius, kondisi ini dapat memicu beberapa komplikasi berbahaya yang perlu diwaspadai. Beberapa komplikasi serius yang dapat timbul akibat gondongan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningitis, yaitu pembengkakan jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Gejala yang muncul meliputi sakit kepala, kekakuan leher, mual dan muntah, serta mata yang sensitif terhadap cahaya. Penderita juga bisa mengalami perubahan tingkah laku.<\/li>\n\n\n\n<li>Meskipun jarang terjadi, pankreatitis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang sangat serius. Penderita dapat mengalami nyeri hebat secara tiba-tiba di bagian atas perut, disertai demam, menggigil, muntah, dan rasa lemah.<\/li>\n\n\n\n<li>Pria yang terserang gondongan berisiko mengalami orkitis, yaitu kondisi peradangan yang terjadi pada testis. Gejalanya mencakup demam, menggigil, sakit kepala, mual dan muntah, serta pembengkakan yang menyakitkan pada satu atau kedua testis.<\/li>\n\n\n\n<li>Sementara pada perempuan, dapat terjadi ooforitis atau peradangan pada ovarium. Gejala yang dialami penderita meliputi demam, rasa sakit di perut, mual disertai muntah, dan nyeri yang muncul di daerah panggul.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Penyembuhan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk pengobatan gondongan yang cepat:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Istirahat yang cukup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selama masa pemulihan, berbaring di tempat tidur terus-menerus adalah yang terbaik. Istirahat yang cukup akan membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus penyebab gondongan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Konsumsi Cairan yang Memadai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsumsi air putih dan berbagai jenis cairan secara cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Ini juga membantu meredakan demam dan membuat tubuh tetap terhidrasi selama masa pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penggunaan Kompres<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Aplikasikan kompres hangat atau dingin pada area kelenjar yang bengkak untuk membantu meredakan nyeri. Gunakan handuk bersih yang dicelupkan dalam air hangat atau kantong es yang dibungkus handuk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Konsumsi Obat Pereda Nyeri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Penggunaan aspirin pada anak di bawah 16 tahun harus dihindari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hindari Makanan yang Merangsang Air Liur<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kurangi konsumsi makanan asam atau makanan yang merangsang produksi air liur berlebih karena dapat memperparah rasa sakit saat mengunyah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pencegahan Penularan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gondongan disebabkan oleh virus yang disebut paramyxovirus. Mumps menyebar melalui tetesan air liur yang terinfeksi yang dapat terhirup atau tersentuh dari permukaan dan masuk ke mulut atau hidung. Seseorang paling menular beberapa hari sebelum gejala berkembang dan beberapa hari setelahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Selama periode ini, penting untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain, terutama remaja dan dewasa muda yang belum divaksinasi. Untuk mencegah penyebaran virus gondongan ke orang lain, lakukan hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cuci tangan secara teratur dengan sabun<\/li>\n\n\n\n<li>Selalu gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat bersin, lalu buang tisu bekas dengan benar ke tempat sampah.<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari sekolah atau tempat kerja setidaknya selama 5 hari setelah gejala pertama muncul<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pencegahan Jangka Panjang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pecegahan gondongan yang terbaik adalah dengan mendapatkan vaksinasi MMR, yaitu <em>Measles, Mumps, Rubella<\/em>. Tingkat perlindungan yang diberikan vaksin ini mencapai sekitar 88% untuk mencegah penyakit gondongan. Anak-anak sebaiknya mendapatkan dua dosis vaksin:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dosis pertama saat berusia 12-13 bulan<\/li>\n\n\n\n<li>Dosis kedua (booster) dilakukan ketika anak mencapai usia 3 tahun 4 bulan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa saat ini belum ada obat yang untuk pengobatan gondongan secara instan. Biasanya, infeksi ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Yang terpenting adalah mengelola gejala dan mencegah komplikasi dengan mengikuti saran pengobatan di atas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Segera kunjungi dokter jika muncul gejala-gejala seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembengkakan yang sangat parah<\/li>\n\n\n\n<li>Demam tinggi yang tidak kunjung turun<\/li>\n\n\n\n<li>Sakit kepala yang hebat<\/li>\n\n\n\n<li>Kesulitan makan atau minum<\/li>\n\n\n\n<li>Gejala dehidrasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lakukan Vaksinasi MMR<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan pengobatan gondongan yang tepat dan istirahat yang cukup, umumnya kasus gondongan dapat sembuh tanpa komplikasi. Namun, pencegahan tetap lebih baik daripada mengobati. Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi MMR sesuai jadwal yang direkomendasikan untuk perlindungan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin mendapatkan informasi kesehatan penting seperti bahasan di atas secara rutin? Kunjungi blog <strong>WeCare.id<\/strong> yang menyajikan beragam artikel kesehatan dan gaya hidup yang bermanfaat. Untuk kemudahan akses, <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/wecare-id-donasi-medis\/id1494212891\">unduh aplikasi <strong>WeCare.id<\/strong><\/a><strong> <\/strong>di perangkat seluler.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ashari, F. (2024). <em>Menjawab mitos penggunaan blau untuk mengobati gondongan.<\/em> Diambil kembali dari www.antaranews.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Bulao Bisa Sembuhkan Gondongan, Benarkah?<\/em> (2023). Diambil kembali dari www.cnnindonesia.com.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mumps.<\/em> (2015). Diambil kembali dari www.childrenshospital.org.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mumps.<\/em> (2024). Diambil kembali dari 111.wales.nhs.uk.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mumps.<\/em> (2024). Diambil kembali dari www.healthdirect.gov.au.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Featured Image : <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@luizr_ph?utm_content=creditCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=unsplash\">Luiz Rog\u00e9rio Nunes<\/a>\u00a0on\u00a0<a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/topless-woman-with-left-hand-on-her-chin-XEQAQwaAAC0?utm_content=creditCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=unsplash\">Unsplash<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9903,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,10],"tags":[25,23],"class_list":["post-9897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-info-penyakit","tag-info-kesehatan","tag-wecare-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Empower\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-31T02:16:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rafika Dwi Ariani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\"},\"headline\":\"Cara Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau fakta?\",\"datePublished\":\"2024-10-31T02:16:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\"},\"wordCount\":1007,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"info kesehatan\",\"wecare.id\"],\"articleSection\":[\"Featured\",\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\",\"name\":\"Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2024-10-31T02:16:16+00:00\",\"description\":\"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau fakta?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"name\":\"Empower\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Empower\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png\",\"width\":1920,\"height\":457,\"caption\":\"Empower\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80\",\"name\":\"Rafika Dwi Ariani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rafika Dwi Ariani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/172.104.170.96\"],\"url\":\"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?","description":"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?","og_description":"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?","og_url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/","og_site_name":"Empower","article_published_time":"2024-10-31T02:16:16+00:00","author":"Rafika Dwi Ariani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rafika Dwi Ariani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/"},"author":{"name":"Rafika Dwi Ariani","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80"},"headline":"Cara Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau fakta?","datePublished":"2024-10-31T02:16:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/"},"wordCount":1007,"publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["info kesehatan","wecare.id"],"articleSection":["Featured","Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/","name":"Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau Fakta?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2024-10-31T02:16:16+00:00","description":"Dahulu cara menyembuhkan gondongan dengan cepat adalah menggunakan blau. Apakah pengobatan gondongan dengan blau termasuk mitos atau fakta?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/cara-pengobatan-gondongan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Pengobatan Gondongan dengan Blau: Mitos atau fakta?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","name":"Empower","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#organization","name":"Empower","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","contentUrl":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/cropped-banner-blog-1.png","width":1920,"height":457,"caption":"Empower"},"image":{"@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/4f8f9e7cdd2dcd5eed921c79cf2e8b80","name":"Rafika Dwi Ariani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/78f4c9c3a9076a266f474f89443cb7e46c3810963874ff8b6ee996b92ff8965f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rafika Dwi Ariani"},"sameAs":["http:\/\/172.104.170.96"],"url":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/author\/empower_user\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/empower.amartha.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}