Blog

  • Amartha Empower Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Padang

    Amartha Empower Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Padang

    Banjir Padang tidak berhenti ketika air mulai surut. Bagi warga yang rumahnya terdampak, kebutuhan dasar tetap harus dipenuhi—mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan yang ikut hanyut terbawa banjir.

    Karena itu, pada Kamis, 20 Agustus 2026, Amartha Empower bersama tim relawan lokal menyalurkan bantuan kepada 22 KK terdampak di RT 04, RW 05, Jalan Kampung Tanjung Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.

    Bantuan Disiapkan Sesuai Kebutuhan Warga

    Sebanyak 22 paket bantuan disiapkan berdasarkan hasil rapid assessment di lapangan. Setiap paket berisi sembako, perlengkapan dapur, dan selimut untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah banjir.

    Proses asesmen juga mempertimbangkan kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan perempuan agar kebutuhan yang paling mendesak tidak terlewat. Bantuan kemudian dikelompokkan, dibeli, dan dikemas sebelum disalurkan.

    Menjangkau Warga yang Sering Terlewat

    Wilayah ini dipilih karena bantuan sebelumnya cenderung berhenti di area yang mudah dijangkau, terutama di sekitar jalan raya. Koordinasi posko dan antarwilayah yang belum optimal juga membuat distribusi belum merata.

    Karena itu, penyaluran bantuan banjir Padang dilakukan dengan melibatkan warga lokal, Fitri Handayani, serta berkoordinasi dengan ketua RT. Langkah ini membantu memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar terdampak dan mencegah penumpukan bantuan pada penerima yang sama.

    Satu paket diberikan untuk setiap kepala keluarga agar lebih banyak keluarga dapat merasakan manfaatnya. Sebab, bantuan setelah bencana bukan hanya soal seberapa banyak yang disalurkan, tetapi juga seberapa tepat bantuan itu sampai kepada mereka yang membutuhkan.

    Yuk, bantu teruskan ceritanya. Share artikel ini agar makin banyak yang tahu jika bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan.

  • Amartha Empower Resmi Menjadi LAZNAS, Zakatmu Kini Dikelola dengan Lebih Terpercaya

    Amartha Empower Resmi Menjadi LAZNAS, Zakatmu Kini Dikelola dengan Lebih Terpercaya

    Menunaikan zakat bukan sekadar menyisihkan sebagian harta. Di dalamnya ada amanah untuk memastikan zakat dikelola dengan baik dan sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.

    Kabar baiknya, Amartha Empower kini resmi menjadi LAZNAS Amartha Empower. Perubahan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran lembaga dalam mengelola dan menyalurkan zakat di Indonesia.

    Bagi masyarakat yang selama ini menunaikan zakat melalui Amartha Empower, perubahan tersebut memberikan alasan untuk semakin yakin. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan setiap zakat yang diterima dikelola secara aman, tepat, dan memberi manfaat bagi penerimanya.

    Pengelolaan Zakat yang Lebih Terpercaya

    Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, lembaga ini menjalankan pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan muzaki, terutama ketika memilih tempat untuk menunaikan kewajiban zakat.

    Kepercayaan tidak hanya dibangun dari status kelembagaan, tetapi juga dari cara sebuah lembaga menjalankan amanah. Karena itu, proses penghimpunan hingga penyaluran perlu dilakukan dengan pengelolaan yang jelas dan bertanggung jawab.

    Bagi muzaki, hal ini memberikan rasa tenang saat menunaikan zakat. Ada keyakinan bahwa dana yang dititipkan memiliki tujuan yang jelas dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

    Zakat yang Memberi Manfaat Lebih Panjang

    Zakat memiliki potensi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dari sekadar memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat.

    Penyalurannya juga dapat mendukung masyarakat agar perlahan bangkit dan memiliki kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, berbagai program pemberdayaan menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih panjang bagi penerima.

    Mulai dari dukungan ekonomi hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, zakat dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka lebih banyak kesempatan.

    Dengan langkah baru ini, jangkauan manfaat juga diharapkan semakin luas. Semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, semakin banyak pula kesempatan untuk mendorong perubahan yang berarti.

    Saatnya Menunaikan Zakat dengan Lebih Yakin

    Menjadi LAZNAS bukan sekadar perubahan status. Ini adalah bagian dari perjalanan untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh para muzaki dan memperluas manfaat zakat bagi lebih banyak orang.

    Jadi, bagi kamu yang ingin menunaikan zakat, percayakan zakatmu kepada LAZNAS Amartha Empower.

    Karena setiap zakat yang dititipkan bukan hanya tentang memberi hari ini, tetapi juga tentang membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik.

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

  • Ini Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah serta Perannya dalam Kehidupan

    Ini Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah serta Perannya dalam Kehidupan

    Pernahkah kita bertanya-tanya, apakah harta yang kita miliki hari ini benar-benar sepenuhnya milik kita? Dalam Islam, terdapat hak orang lain dalam setiap rezeki yang kita terima.

    Salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiga amalan tersebut sama-sama mengajarkan umat Muslim untuk berbagi. Namun, masing-masing memiliki pengertian, ketentuan, serta peran yang berbeda.

    Lantas, apa perbedaan zakat, infak, dan sedekah? Penting bagi kita untuk memahaminya secara lebih mendalam agar setiap amalan yang dilakukan dapat sesuai dengan ketentuannya dan tersalurkan kepada pihak yang tepat.

    Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah

    Walaupun zakat, infak, dan sedekah memiliki semangat yang sama, yaitu mengajak kita untuk peduli kepada sesama, ketiganya memiliki makna dan ketentuan yang berbeda. Oleh karena itu, memahami perbedaan zakat, infak, dan sedekah menjadi penting bagi setiap Muslim.

    Zakat

    Apa itu zakat dan bagaimana hukum zakat bagi umat Islam?

    Royan Utsany dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa zakat merupakan kewajiban atas harta yang memiliki syarat, ketentuan penyaluran, serta waktu tertentu. Dengan kata lain, zakat bukan sekadar bentuk kebaikan yang dilakukan secara sukarela, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh Muslim yang telah memenuhi syarat.

    Sementara itu, laman Muslim.or.id menjelaskan bahwa zakat memiliki aturan yang lebih khusus. Ketentuan tersebut mencakup jenis harta yang dikenai zakat hingga delapan golongan atau asnaf yang berhak menerimanya.

    Senada dengan penjelasan tersebut, K.H. Nasaruddin Umar dalam kanal YouTube Hikmah Ramadan tvOne menegaskan bahwa ketentuan zakat telah diatur secara jelas. Mulai dari sumber perolehan harta, jumlah yang harus dikeluarkan, hingga pihak yang berhak menerima zakat.

    Oleh karena itu, penyaluran zakat tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Karena memiliki aturan penerima yang spesifik, K.H. Nasaruddin Umar juga menjelaskan bahwa seorang suami tidak dapat memberikan zakat hartanya kepada istri, anak, maupun orang tuanya sendiri.

    Dengan demikian, zakat dapat dipahami sebagai kewajiban ibadah yang memiliki aturan khusus, baik dari segi syarat, jumlah, waktu, maupun penerimanya.

    Infak

    Jika zakat memiliki ketentuan yang lebih spesifik, infak memiliki cakupan yang lebih luas.

    Ustaz Abdul Wahid Al-Faizin melalui kanal YouTube NU Online menerangkan bahwa secara bahasa, infak mencakup setiap bentuk pengeluaran atau pembelanjaan harta untuk tujuan tertentu.

    Berbeda dengan zakat yang penyalurannya terikat pada delapan golongan tertentu, infak lebih fleksibel. Infak dapat diberikan kepada siapa saja, kapan saja, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan. Tentunya, infak tersebut tetap ditujukan untuk sesuatu yang memberikan manfaat.

    Selain itu, laman Baznas Provinsi NTB menjelaskan bahwa infak merupakan bentuk kerelaan seseorang dalam membelanjakan hartanya untuk kepentingan sosial dan kebaikan tanpa adanya batasan nominal tertentu.

    Berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam kanal YouTube, infak secara bahasa berasal dari kata nafaqah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, belanja, atau logistik.

    Menariknya, beliau juga menjelaskan bahwa salah satu bentuk infak yang utama justru dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Nafkah seorang suami untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, misalnya, secara hukum fikih termasuk ke dalam bentuk infak yang bersifat wajib.

    Namun, infak tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan keluarga. Dalam lingkup sosial yang lebih luas, infak juga dapat diberikan untuk membantu berbagai kebutuhan masyarakat.

    Sebagai contoh, K.H. Nasaruddin Umar menyebutkan pemberian beasiswa secara rutin untuk membantu anak-anak yang terdampak bencana sebagai salah satu bentuk infak yang memberikan manfaat berkelanjutan.

    Dengan kata lain, infak dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat.

    Sedekah

    Sementara itu, sedekah memiliki cakupan yang lebih luas dan fleksibel dibandingkan zakat maupun infak.

    Berbeda dengan zakat yang merupakan kewajiban dengan ketentuan tertentu, sedekah dilakukan secara sukarela. Sedekah juga dapat diberikan kapan saja sesuai dengan kemampuan dan kondisi seseorang.

    K.H. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa sedekah pada umumnya dapat bersifat temporer atau diberikan pada waktu tertentu. Misalnya, seseorang memberikan bantuan secara langsung kepada korban bencana atau memberikan dana tambahan di luar kewajiban zakat.

    Namun, sedekah tidak selalu harus berupa uang atau harta.

    Setiap tindakan baik yang dilakukan dengan niat ikhlas dapat bernilai sedekah. Oleh karena itu, memberikan makanan, membantu dengan tenaga, memberikan nasihat yang baik, bahkan melakukan kebaikan kepada orang lain dapat menjadi bentuk sedekah.

    Dengan demikian, sedekah menjadi salah satu amalan yang paling fleksibel karena tidak terikat oleh jumlah, waktu, maupun bentuk tertentu.

    Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah Secara Singkat

    Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana mengenai perbedaan zakat, infak, dan sedekah.

    Zakat merupakan kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Selain itu, zakat memiliki ketentuan mengenai harta, jumlah, waktu, serta golongan penerimanya.

    Infak merupakan pengeluaran harta untuk suatu kebutuhan atau kemaslahatan. Berbeda dengan zakat, infak memiliki ketentuan yang lebih fleksibel dari segi jumlah, waktu, dan penerima.

    Sedekah, di sisi lain, merupakan pemberian atau tindakan kebaikan yang dilakukan secara sukarela. Tidak hanya berupa harta, sedekah juga dapat berupa tenaga, bantuan, maupun perbuatan baik lainnya.

    Meskipun memiliki perbedaan, ketiganya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan kepedulian, membantu sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Peran Zakat, Infak, dan Sedekah dalam Kehidupan Sosial

    Zakat, infak, dan sedekah atau ZIS memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, ZIS juga dapat membantu mengurangi kesenjangan dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat.

    Apabila dikelola dan disalurkan dengan baik, dana ZIS memiliki potensi besar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Berikut beberapa peran zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan sosial.

    1. Menjadi Instrumen Stabilitas Sosial dan Ekonomi

    ZIS berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Melalui distribusi harta dari mereka yang memiliki kemampuan kepada pihak yang membutuhkan, kesenjangan ekonomi dapat dikurangi.

    Laman Forum Zakat menjelaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat dapat menjadi salah satu pilar stabilitas sosial dan ekonomi. Hal ini karena dana yang terkumpul dapat disalurkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

    Ketika kebutuhan dasar kelompok yang kurang mampu dapat terpenuhi, roda perekonomian lokal pun berpotensi bergerak dengan lebih sehat. Selain itu, masyarakat juga dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

    2. Membantu Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan

    Selain menjaga stabilitas sosial, dana ZIS juga memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat keluar dari keterbatasan ekonomi.

    Menurut Pujha Priadhani dalam skripsinya yang berjudul Pengelolaan Dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dalam Program Mojokerto Peduli, zakat, infak, dan sedekah merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

    Hal tersebut juga sejalan dengan penjelasan Baznas Kota Bandung yang menyebutkan bahwa ZIS bukan sekadar ibadah ritual. Lebih dari itu, dana ZIS dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Bantuan yang disalurkan pun dapat berbentuk konsumtif maupun produktif. Bantuan konsumtif dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak, sedangkan bantuan produktif, seperti modal usaha atau dukungan pendidikan, dapat membuka peluang bagi penerima manfaat untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

    3. Menumbuhkan Solidaritas Sosial

    Zakat, infak, dan sedekah juga berperan dalam memperkuat hubungan antaranggota masyarakat.

    Ketika seseorang yang memiliki kecukupan membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan, rasa kepedulian dan solidaritas sosial pun dapat tumbuh. Selain itu, bantuan yang diberikan juga dapat mengurangi kecemburuan sosial akibat kesenjangan ekonomi.

    Jurnal Al-Muttaqin IAIS Sambas menjelaskan bahwa praktik ZIS dapat berperan dalam memperkuat solidaritas sosial dan mengurangi potensi konflik di masyarakat.

    Dengan demikian, lingkungan sosial dapat menjadi lebih harmonis karena masyarakat memiliki semangat untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain.

    4. Berkontribusi dalam Mengurangi Potensi Kriminalitas

    Kesenjangan ekonomi dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dapat menjadi salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian.

    Oleh karena itu, bantuan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi salah satu bentuk dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketika kebutuhan dasar dapat terbantu, tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat juga dapat berkurang.

    Selain itu, meningkatnya solidaritas sosial dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan saling peduli.

    Meski demikian, ZIS tentu bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi kriminalitas. Namun, keberadaannya dapat menjadi salah satu instrumen sosial yang membantu memperkuat kesejahteraan dan ketahanan masyarakat.

    5. Menyucikan Harta dan Membentuk Jiwa yang Peduli

    Tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, zakat, infak, dan sedekah juga memiliki dampak bagi orang yang memberikannya.

    ZIS dapat menjadi sarana untuk melatih keikhlasan, kepedulian, serta mengurangi sifat kikir dan egois. Dengan membiasakan diri berbagi, seseorang juga belajar untuk menyadari bahwa harta yang dimiliki memiliki fungsi sosial.

    E-Journal UIN Mahmud Yunus Batusangkar menjelaskan bahwa zakat dan sedekah dapat menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dari sifat kikir sekaligus menyucikan harta dari hak orang lain.

    Oleh sebab itu, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan dampak secara ekonomi. Lebih jauh, ketiganya juga berperan dalam membentuk masyarakat yang memiliki kepedulian dan semangat gotong royong.

    Mari Bersama Menebar Berkah Melalui Empower by Amartha

    Zakat, infak, dan sedekah memang memiliki ketentuan dan bentuk yang berbeda. Namun, ketiganya sama-sama mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.

    Setelah memahami perbedaan zakat, infak, dan sedekah, kini kita dapat menentukan bentuk kebaikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Selain itu, bagi yang telah memenuhi syarat untuk berzakat, menunaikan zakat merupakan kewajiban yang sebaiknya tidak ditunda.

    Mari bersihkan harta dan sucikan jiwa dengan menunaikan zakat secara tepat. Salurkan zakat dengan mudah, aman, dan transparan melalui Empower by Amartha.

    Yuk, jadikan setiap rezeki sebagai jalan untuk berbagi dan menebar manfaat. Bersama Empower by Amartha, mari menjadi bagian dari perubahan positif dan membantu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

  • 8 Golongan Penerima Zakat Serta Peran Zakat dalam Pemberdayaan Umat 

    8 Golongan Penerima Zakat Serta Peran Zakat dalam Pemberdayaan Umat 

    Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam kanal Youtube pribadinya, pengertian zakat secara bahasa berakar dari kata zaka (زَكَى) yang memiliki makna filosofis yang sangat mendalam, yaitu suci, tumbuh, berkembang, dan berkah. Islam menetapkan hukum zakat sebagai kewajiban mutlak bagi setiap muslim yang kondisinya telah memenuhi persyaratan.

    Melalui ketetapan Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 60, aliran zakat telah ditentukan arahnya kepada 8 golongan yang disebut sebagai Asnaf. Siapa saja yang dimaksud dengan 8 Asnaf zakat? 

    8 Golongan Penerima Zakat dan Peran Zakat dalam Pemberdayaan Umat

    Siapa yang berhak mendapat zakat? Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 60: 

    1. Fakir (Al-Fuqara)

    Mereka adalah saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan yang teramat sangat. Tak ada harta yang mereka miliki, tak ada pula penghasilan yang bisa diandalkan untuk bertahan hidup setiap harinya.

    Muhtar di laman situs UICI menegaskan bahwa kelompok fakir merupakan orang-orang yang benar-benar tidak memiliki harta kekayaan atau mata pencaharian sehingga mereka sama sekali tidak mampu memenuhi kebutuhan paling mendasar dalam hidupnya.

    Jangankan memikirkan hari esok, untuk sekadar makan sesuap nasi hari ini pun mereka harus berjuang keras. 

    2. Miskin (Al-Masakin)

    Sedikit di atas fakir, ada golongan miskin. Dalam mengulas perbedaan ini, Rahmad Salahuddin TP SAg MPdI, Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjelaskan bahwa orang miskin sebenarnya mempunyai penghasilan atau pekerjaan, tetapi apa yang mereka hasilkan itu belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan pokok keluarga mereka sehari-hari.

    Sebagai contoh, seseorang yang berpenghasilan Rp50.000 harus membeli beras dengan tanggungan keluarga sebanyak 4 orang — ia tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, maka ia tergolong orang miskin. 

    3. Amil Zakat

    Mereka adalah para pejuang di balik layar. Laman situs LAZNAS Dewan Dakwah menyatakan bahwa amil zakat adalah orang-orang atau lembaga yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk mengumpulkan, mengelola, hingga mengantarkan amanah zakat agar sampai tepat sasaran.

    Karena jasanya yang vital itu, amil pun termasuk asnaf — pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan tersalurkannya zakat.

    4. Mualaf

    Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan imannya masih perlu dikuatkan. Terkadang, mereka diasingkan oleh keluarga atau kehilangan mata pencaharian karena keputusan mulianya memeluk Islam.

    Guna memperkuat barisan baru ini, Amira dalam artikel berjudul “INTERPRETASI 8 ASNAF ZAKAT DALAM KONTEKS FIQH KONTEMPORER” menekankan bahwa pemberian zakat kepada mualaf secara aktif berfungsi untuk memantapkan hati mereka, mengukuhkan keimanan yang baru tumbuh, sekaligus merangkul mereka ke dalam persaudaraan Islam yang utuh.

    5. Riqab (Hamba Sahaya / Perbudakan Modern)

    Secara historis, zakat digunakan sebagai penebus kebebasan bagi para budak agar mereka bisa kembali merdeka dan memiliki martabat kemanusiaan yang utuh.

    Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, di kanal Youtube ANB Channel, mengingatkan bahwa esensi riqab zaman sekarang mencakup upaya membebaskan kaum muslimin yang tertawan, menolong korban perdagangan manusia, serta melepaskan umat dari belenggu penindasan yang merampas kemerdekaan hidup mereka.

    6. Gharimin (Orang yang Terlilit Utang)

    Mereka adalah orang-orang yang terpaksa berutang demi mempertahankan hidup atau maslahat sosial, namun tidak lagi memiliki daya untuk melunasinya. Bukan karena foya-foya atau maksiat.

    Menurut Rahmad di laman situs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang perlu dicatat, orang tersebut berhutang karena kebutuhan, bukan keinginan — misalnya, orang yang berhutang membeli sepeda untuk digunakan bekerja. 

    7. Fi Sabilillah

    Mereka adalah para pejuang ketulusan yang mendedikasikan seluruh hidupnya di jalan Allah. [kutipan Ustaz]. 

    Di era modern, jihad dimaknai sebagai perjuangan di jalan Allah dalam hal pendidikan — misalnya seperti guru mengaji. Bahkan di kalangan mufasirin  atau ahli tafsir ada pula yang menyatakan bahwa fi sabilillah mencakup pelayanan publik seperti membangun rumah sakit dan sekolah.

    8. Ibnu Sabil (Musafir)

    Laman situs LAZNAS Dewan Dakwah menggarisbawahi bahwa ibnu sabil adalah para musafir yang kehabisan biaya di tengah perantauannya, sehingga mereka sangat berhak menerima zakat agar bisa melanjutkan perjalanan atau kembali pulang dengan selamat.

    Menariknya, menurut Rahmad, pada masa pemerintahan khalifah Muawiyah hingga Abbasiyah, ibnu sabil juga diartikan sebagai ilmuwan — beasiswa untuk riset dan pengembangan ilmu pengetahuan bersumber dari zakat ini.

    Perbedaan Penting Antar Golongan

    Agar tidak tertukar, berikut perbedaan yang perlu diperhatikan:

    1. Fakir vs Miskin
    • Fakir → tidak memiliki pekerjaan sama sekali dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya
    • Miskin → mempunyai pekerjaan ataupun penghasilan, namun tetap tidak mencukupi kebutuhan dasar
    1. Amil vs Mualaf
    • Amil → menerima zakat karena jasa mengelola dan menyalurkan zakat
    • Mualaf → menerima zakat karena kondisi ekonomi yang rapuh setelah berpindah agama
    1. Riqab vs Gharimin
    • Riqab → terjerat dalam perbudakan atau ketidakbebasan fisik
    • Gharimin → terjerat dalam hutang yang mengimpit, bukan karena gaya hidup mewah
    1. Fi Sabilillah vs Ibnu Sabil
    • Fi Sabilillah → berjuang secara aktif menegakkan agama (dakwah, pendidikan, jihad)
    • Ibnu Sabil → dalam kondisi terputus dari sumber daya karena sedang dalam perjalanan

    Peran Zakat dalam Pemberdayaan Umat

    Zakat bukan sekadar ritual keagamaan yang berakhir saat uang berpindah tangan. Lebih dari itu, zakat adalah jembatan hidup yang menghubungkan mereka yang berkecukupan dengan mereka yang berjuang keras setiap harinya.

    Di balik setiap rupiah yang ditunaikan, tersimpan potensi luar biasa untuk mengangkat derajat jutaan orang. Lalu, apa saja peran nyata zakat dalam pemberdayaan umat?

    1. Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki (Kemandirian Ekonomi)

    Peran paling penting dari zakat produktif adalah memutus rantai ketergantungan. Zakat tidak membiarkan seseorang terus-menerus menengadahkan tangan, melainkan menuntun mereka untuk berdiri di atas kaki sendiri.

    Umar bin Al-Khattab sendiri menegaskan bahwa zakat disyariatkan untuk mengubah mereka yang semula mustahik menjadi muzakki. Hal ini hanya dapat diwujudkan jika zakat tidak hanya sekedar didistribusikan sebagai pemberian konsumtif untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

    Afifuddin Kadir dalam Jurnal IQRA menegaskan bahwa pengelolaan zakat secara produktif bertujuan menyediakan modal usaha bagi penerimanya, sehingga mereka dapat meraih penghasilan yang layak, tumbuh mandiri, dan pada akhirnya beralih dari posisi mustahik menjadi muzaki.

    2. Menggali Potensi dan Mengubah Taraf Hidup Masyarakat

    Banyak saudara kita yang memiliki impian dan keahlian, namun langkah mereka terhenti karena tidak memiliki modal. Di sinilah zakat datang sebagai jawaban.

    Dalam mengamati fenomena ini, Jufri Jacob, dkk.  dalam Jurnal Edunomika menjabarkan bahwa zakat berperan penting memberikan motivasi dan dorongan bagi masyarakat kurang mampu untuk menggali potensi ekonomi yang mereka miliki melalui bantuan modal, prasarana, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

    3. Membangun Harkat, Martabat, dan Melepaskan Diri dari Perangkap Kemiskinan

    Kemiskinan sering kali merampas rasa percaya diri seseorang dan membuat mereka merasa terasing. Zakat merangkul mereka kembali, membuktikan bahwa mereka berharga dan tidak berjalan sendirian.

    Mengenai misi kemanusiaan ini, Dita Afrina dalam Jurnal Ekbis menegaskan bahwa pemberdayaan umat melalui zakat berarti sebuah upaya nyata untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat dari kondisi tidak mampu. Hal ini sekaligus melepaskan mereka dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi.

    4. Mewujudkan Keadilan dan Pemerataan Pendapatan

    Terkait keseimbangan sosial ini, Jufri Jacob, dkk. mengingatkan bahwa fungsi utama zakat adalah untuk menciptakan kesejahteraan sosial yang merata dengan cara memindahkan sumber-sumber ekonomi dari golongan yang kaya kepada golongan yang miskin secara adil.

    5. Zakat sebagai Instrumen Fiskal dan Pilar Ekonomi Nasional

    Jauh sebelum ada sistem fiskal modern, zakat telah menjalankan fungsi serupa. Menurut laman situs BAZNAZ, di zaman Rasulullah SAW, zakat menjadi salah satu instrumen fiskal dalam praktik ekonomi — dan zakat telah menjadi pilar dalam sistem perekonomian Islam yang memastikan perputaran harta tidak terjadi ketimpangan.

    Mengutip penjelasan dari Ahmad Nafhani pada laman situs Pustaka Penghulu, kini, zakat masuk menjadi salah satu pilar penting dalam rencana strategis pembangunan ekonomi umat Islam di Indonesia. Hal ini tertuang dalam dokumen Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia yang ditetapkan Presiden.

    Setiap Golongan adalah Amanah yang Nyata

    8 golongan penerima zakat menunjukkan bahwa zakat hadir bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian yang merangkul mereka yang paling membutuhkan dengan penuh kasih dan harapan.

    Lebih dari itu, peran zakat dalam pemberdayaan umat sangat besar karena mampu membantu mengurangi kesenjangan, menguatkan ekonomi, dan membuka jalan bagi lahirnya kemandirian yang lebih baik bagi masyarakat.

    Maka, mari tunaikan zakat dengan ketulusan hati dan semangat yang tulus untuk berbagi sebab satu kebaikan yang kita tanam hari ini berpotensi tumbuh menjadi perubahan yang luar biasa bagi banyak jiwa. Ayo berzakat di Empower by Amartha!

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

    Referensi

    Syamsuddin, M. S. (2010). Pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat produktif (Studi kasus pada Badan Amil Zakat Daerah/BAZDA Kota Tangerang) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. Repository UIN Jakarta. repository.uinjkt.ac.id

    Tamaim. (2023). Zakat, solusi Islam berdayakan ekonomi masyarakat. BAZNAS. baznas.go.id

    Muhtar. (2024). 8 Golongan penerima zakat. UICI. uici.ac.id

    LAZNAS Dewan Dakwah. (2021). 8 Golongan penerima zakat. LAZNAS Dewan Dakwah. laznasdewandakwah.or.id

    Amira. (2022). Interpretasi 8 Asnaf Zakat Dalam Konteks Fiqh Kontemporer.  Repository IAIN Pontianak. digilib.iainptk.ac.id

    Romadhona S. (2024, 4 April). 8 Asnaf golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Umsida. umsida.ac.id

    ANB Channel (2022). 8 Golongan orang yang berhak menerima zakat (Asnaf) [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=gdciS_PFo7g

    Afrina, D. (2018). Manajemen zakat di Indonesia sebagai pemberdayaan ekonomi umat. EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(2), 113–136. researchgate.net

    Kadir, A. (2022). Zakat sebagai instrumen memberdayakan ekonomi umat (Studi pada Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta). IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora, 1(1), 14–25.

    Jacob, J., Kamal, M., Mawardi, Natsir, I., & Ferly, B. (2024). Peran zakat dalam memberdayakan perekonomian masyarakat di Indonesia. Edunomika, 8(2), 1–14.

    Nafhani, A. (2025). Hukum Zakat di Indonesia: Peran Negara dan Pengelolaannya. pustakapenghulu.apripusat.or.id

  • Ini Jawaban Mengapa Muslim Wajib Berzakat dan Dampaknya

    Ini Jawaban Mengapa Muslim Wajib Berzakat dan Dampaknya

    Mengapa Muslim wajib berzakat? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak kita, terutama saat kita merasakan betapa beratnya melepaskan sebagian harta yang sudah kita perjuangkan dengan keringat kita sendiri.

    Memahami apa itu zakat dan hukum zakat secara mendalam akan menjawab pertanyaan itu dengan cara yang paling indah.

    Mengapa Muslim Wajib Berzakat?

    Sebagai salah satu rukun Islam, hukum zakat bersifat wajib dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran agama kita. Namun di balik kewajiban itu, tersimpan alasan-alasan yang jauh lebih dalam — alasan yang membuat zakat bukan sekadar perintah yang harus dipatuhi, tetapi sebuah anugerah yang patut kita syukuri.

    1. Melaksanakan Rukun Islam yang Menjamin Keberkahan

    Zakat merupakan fondasi utama keislaman seorang muslim yang tidak boleh diabaikan. Mengacu pada penjelasan laman BAZNAS, dasar hukum zakat dalam Islam telah ditetapkan langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Quran, di antaranya termuat dalam Surah At-Taubah ayat 103.

    Di ayat tersebut Allah SWT memerintahkan untuk mengambil sebagian harta sebagai sedekah (zakat) guna membersihkan dan menyucikan mereka. Dengan sepenuh hati menjalankan perintah ini, seorang hamba sesungguhnya sedang membuka pintu selebar-lebarnya untuk meraih keridaan dan keberkahan dari Allah SWT.

    2. Membersihkan Hati dan Menyucikan Harta Kita

    Di dalam harta yang kita miliki, selalu ada titipan atau hak milik orang lain yang membutuhkan. Berdasarkan ulasan dari laman situs Rumah Zakat, zakat berfungsi sebagai media penyuci, baik untuk membersihkan harta dari hak orang lain maupun menyucikan jiwa kita dari sifat kikir, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan.

    Hal ini sejalan dengan pendapat dari Ustaz Das’ad Latif. Menurut Ustaz Das’ad Latif, melalui program Gaspoll Sahur di Metro TV, mengibaratkan zakat seperti sapu yang membersihkan rumah (00:07:11). 

    Ketika zakat diabaikan, harta yang kita miliki bisa kehilangan nilai sucinya dan justru menjadi sumber keresahan yang menggerogoti ketenangan batin kita. Oleh karena itu, zakat diwajibkan sebagai sarana untuk menyucikan rezeki yang telah dititipkan kepada kita.

    3. Menumbuhkan Rasa Syukur atas Nikmat Allah

    Segala rezeki, kesehatan, dan kelancaran usaha yang kita nikmati sepenuhnya merupakan anugerah dari Allah SWT. Ustaz Das’ad Latif mengingatkan agar kita tidak sombong dan merasa harta tersebut semata-mata karena hasil jerih payah sendiri, sebab Allah bisa saja mengambilnya kapan saja. 

    Mengeluarkan sebagian kecil dari harta kita adalah bentuk terima kasih dan kesadaran atas segala kebaikan-Nya.

    4. Membantu Sesama dan Menegakkan Keadilan Sosial

    Zakat adalah bentuk jaminan sosial paling indah yang diajarkan dalam Islam untuk mempererat tali persaudaraan. 

    Merujuk pada penjelasan pada laman BAZNAS tentang dampak sosial zakat, Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan perintah Nabi Muhammad SAW untuk mengambil zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada kaum fakir di antara mereka seperti yang tercantum dalam Al-Quran surah Al-Hasyr ayat 7.

    Hal ini memastikan roda ekonomi berputar dengan adil dan kesenjangan sosial di masyarakat dapat dikikis.

    Hikmah Menunaikan Zakat

    Menunaikan ibadah zakat membawa keindahan tersendiri yang mampu membersihkan hati sekaligus menyejukkan kehidupan orang-orang di sekitar kita. Ibadah ini menyimpan sejuta kebaikan tersembunyi bagi spiritual kita maupun sosial masyarakat. Berikut adalah beberapa hikmah dari menunaikan zakat yang dirangkum dari beberapa sumber:

    1. Menyucikan Jiwa dan Melatih Keikhlasan

    Zakat menjadi sarana terbaik bagi kita untuk bercermin dan membersihkan diri dari sifat-sifat negatif. Merujuk pada laman situs MUI Lampung, salah satu hikmah spiritual terbesar dari zakat adalah menyucikan jiwa sang pembayar zakat (muzaki) dari sifat kikir, pelit, dan rasa cinta terhadap harta dunia secara berlebihan. 

    Dengan ikhlas melepaskan sebagian kenyamanan kita, hati akan terasa lebih ringan, bersih, dan dipenuhi kedamaian.

    1. Menghapus Kecemburuan Sosial dan Merekatkan Persaudaraan

    Di ranah kehidupan bermasyarakat, zakat bertindak sebagai lem perekat yang sangat kuat antar-sesama. Menurut laman situs NU Online Jombang, zakat memiliki hikmah luar biasa untuk mengikis jarak dan rasa cemburu sosial dari saudara-saudara kita yang kekurangan terhadap mereka yang berkecukupan. 

    Ketika kaum duafa merasakan kepedulian nyata dari saudaranya yang mampu, kedamaian dan rasa saling menyayangi akan tumbuh subur di lingkungan sekitar kita.

    1. Menjadi Bentuk Rasa Syukur yang Nyata

    Setiap kelancaran usaha dan rezeki yang kita nikmati hari ini adalah titipan serta amanah yang luar biasa dari Sang Pencipta. Melansir Jurnal Maro (Universitas Majalengka), mengeluarkan zakat adalah wujud nyata dari ekspresi rasa syukur seorang hamba atas nikmat kekayaan yang diberikan Allah SWT. 

    Mengakui bahwa ada hak orang lain di dalam harta kita membuat kita menjadi pribadi yang tahu berterima kasih.

    1. Pilar Pendukung Utama untuk Menolong Sesama (Takaful Sosial)

    Zakat adalah bentuk jaminan sosial paling mandiri yang diajarkan dalam Islam untuk memastikan tidak ada saudara kita yang kelaparan. Menurut Jurnal Maro, hikmah sosial ekonomi zakat adalah memberikan sokongan atau bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan mendasar fakir miskin. 

    Langkah mulia ini tidak hanya meringankan beban hidup mereka, tetapi juga membantu mengangkat derajat mereka agar bisa hidup lebih layak.

    Dampak Nyata Zakat bagi Masyarakat

    Di zaman modern seperti sekarang, zakat bukan lagi sekadar ibadah ritual setahun sekali, melainkan telah tumbuh menjadi instrumen perubahan sosial yang luar biasa. Melalui sentuhan pengelolaan yang makin profesional, dampak zakat kini terasa makin nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan hidup di era modern.

    Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa dampak zakat bagi kehidupan modern kita:

    1. Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Usaha

    Zakat di era modern tidak hanya diberikan untuk kebutuhan makan sehari (konsumtif), tetapi dialokasikan untuk modal usaha dan pelatihan keterampilan. 

    Merujuk pada laman situs Dompet Dhuafa Sulsel, pengelolaan zakat produktif dalam bentuk pelatihan wirausaha dan pendampingan UMKM terbukti sukses menaikkan pendapatan masyarakat kurang mampu, membantu mereka agar pelan-pelan bisa mandiri secara finansial dan mengubah nasibnya di masa depan.

    1. Memenuhi Kebutuhan Dasar dan Mengurangi Kemiskinan

    Bagi masyarakat yang berada di garis kemiskinan, zakat hadir sebagai penyelamat untuk menyambung hidup. 

    Berdasarkan laman situs BAZNAS Kota Bandung, dampak paling langsung dari zakat dalam aspek sosial adalah pengurangan angka kemiskinan dengan cara memastikan kebutuhan paling mendasar—seperti makanan yang bergizi, pakaian, serta tempat tinggal yang layak—dapat terpenuhi dengan baik bagi mereka yang sedang kesulitan.

    1. Membuka Akses Pendidikan dan Kesehatan yang Layak

    Zakat kini bergerak aktif dalam membangun kualitas hidup generasi masa depan. Melansir ulasan dari laman situs BAZNAS Kota Bandung, dana zakat modern banyak yang disalurkan untuk membiayai program beasiswa, membangun fasilitas sekolah, serta menyediakan layanan perawatan kesehatan gratis bagi warga yang tidak mampu. 

    Dampak ini sangat penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pengetahuan dan kesehatan.

    1. Menjaga Keseimbangan Jarak Sosial di Masyarakat

    Modernisasi terkadang membuat kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin menjadi makin lebar. Menurut laman situs Dompet Dhuafa Sulsel, zakat bertindak sebagai alat pemerataan kekayaan yang sangat strategis. 

    Ketika si kaya membagikan sebagian hartanya kepada si miskin, jarak sosial akan terkikis sehingga mencegah penumpukan harta sepihak, sekaligus menciptakan kedamaian serta stabilitas sosial di tengah masyarakat.

    Mari Berbagi Kebaikan Melalui Empower by Amartha

    Melihat begitu besarnya dampak nyata yang dihasilkan, kita semakin disadarkan bahwa zakat memiliki esensi kemanusiaan yang sangat mendalam bagi kelangsungan hidup umat. Ketika kita patuh pada hukum zakat, saat itulah kita sedang mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang agar tetap bisa hidup.

    Jangan biarkan harta kita mengeras dan mengunci pintu hati dari rasa empati. Yuk, salurkan zakat terbaik secara mudah, aman, dan amanah melalui Empower by Amartha sekarang juga, karena setiap butir kebaikan yang kita bagikan hari ini adalah penolong yang akan menerangi jalan kita di dunia dan akhirat kelak.

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

    Referensi

    Al-dakhil, M. R. (2025). Dampak sosial ekonomi zakat di masyarakat . Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ).

    BAZNAS Kota Bandung. (2025). Hikmah dan Keutamaan Zakat serta Dampak zakat dalam aspek sosial. Diambil kembali dari kotabandung.baznas.go.id.

    Humas BAZNAZ. (2026). Mengapa Kita Harus Membayar Zakat, Ini Jawaban Islam. Diambil kembali dari baznas.go.id.

    Jayus, M. (2016). Hikmah Zakat dari ‘Sisi’ Lain. Diambil kembali dari lampung.mui.or.id.

    Kamal, S. (2021). Hikmah Zakat (Fenomena Perilaku Muzakki Menunaikan Zakat Atas Profesi Di Kota Langsa Provinsi Aceh). Maro.

    Kusumaningrum, F. (2025). Makna Zakat, Sejarah, dan Hikmahnya dalam Islam. Diambil kembali dari jombang.nu.or.id.

    Lavianka, D. (2025). Apa Dampak Utama Zakat untuk Masyarakat? Diambil kembali dari rumahzakat.org.

    MetroTV. (2026). Alasan Muslim Bayar Zakat & Begini Perhitungannya | Gaspoll Sahur [Video]. Diambil kembali dari YouTube. http://www.youtube.com/watch?v=mfFNto7s-CI.

    Prasetyo, R. A. (2015). Dampak Zakat Terhadap Keberkahan yand Diterima Oleh Muzakki. Diambil kembali dari repository.unair.ac.id.

    Purwitasari, E. (2024). 5 Alasan Mengapa Harus Membayar Zakat. Diambil kembali dari rumahzakat.org.

    Sumber Featured Image : Defrino Maasy di Unsplash

  • Mengenal Apa Itu Zakat, Tujuan dan Perannya di Era Modern

    Mengenal Apa Itu Zakat, Tujuan dan Perannya di Era Modern

    Pernahkah kamu merasa penghasilan yang terus meningkat justru belum menghadirkan ketenangan yang utuh? [kutipan pendapat Ustadz disisipkan di sini.

    Bagi umat muslim, memahami apa itu zakat bukan sekadar tahu pengertian zakat, tapi menyadari bahwa ini adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan—bukan hanya untuk membersihkan harta, tapi juga menenangkan jiwa. 

    Apa Itu Zakat? 

    Berdasarkan Hadits Riwayat Tirmidzi (dalam Diana, 2022), pembahasan mengenai apa itu zakat dan pengertian zakat didasarkan pada makna etimologis bahasa Arab yang berarti tumbuh, berkembang, kesuburan serta bertambah. Arti lainnya membersihkan dan menyucikan. 

    Makna pertumbuhan ini mengisyaratkan bahwa harta yang dikeluarkan tidak akan berkurang, melainkan justru akan mendatangkan keberkahan yang melimpah bagi pemiliknya. Pemahaman yang tepat akan menggeser cara pandang seseorang — dari sekadar kewajiban yang memberatkan, menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kemurnian dalam diri. 

    Oleh sebab itu, pemaknaan secara bahasa ini menjadi fondasi awal untuk memahami dimensi spiritual dari kewajiban berzakat tersebut.

    Pengertian Zakat dari Segi Istilah Syariat

    Lebih lanjut, menurut Hafidhuddin (2008, sebagaimana dikutip oleh Diana, 2022), jika ditinjau dari segi istilah syariat, apa itu zakat dan pengertian zakat didefinisikan sebagai pemberian hak milik atas sebagian harta tertentu. 

    Harta tersebut wajib diambil dari kekayaan pribadi yang telah mencapai ketentuan nisab serta haul untuk diserahkan kepada golongan yang berhak. Kewajiban pemindahan kepemilikan ini bertujuan untuk mendistribusikan keadilan ekonomi serta memutus rantai kemiskinan di lingkungan sosial masyarakat. 

    Dengan demikian, secara terminologi syariat, ibadah ini memiliki aturan baku yang mengikat tata cara pengeluaran kekayaan umat muslim.

    Intinya, penjelasan mendalam tentang apa itu zakat dan pengertian zakat juga menekankan fungsinya sebagai instrumen jaminan sosial yang bersifat wajib dalam ajaran Islam. Praktik ini melibatkan penyerahan porsi materi spesifik dari seorang muzakki (pemberi zakat) kepada mustahik (penerima zakat) yang telah ditentukan oleh ketentuan Al-Quran. 

    Tujuan Zakat

    Ibadah harta dalam Islam tidak hanya bernilai ritual, melainkan memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat luas bagi kehidupan manusia. Saat zakat dikelola dengan benar, indahnya berbagi ini tidak hanya menentramkan jiwa yang memberi, tapi juga nyata dalam mengangkat derajat hidup mereka yang menerima.

    Berikut adalah beberapa tujuan utama dari syariat zakat:

    • Membersihkan Jiwa dan Harta: Menurut Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan dalam laman situs Almanhaj, zakat bertujuan untuk membersihkan jiwa seorang muslim dari sifat kikir, pelit, serta cinta dunia yang berlebihan, sekaligus mendatangkan keberkahan bagi harta yang tersisa.
    • Mengentaskan Kemiskinan: Dalam laman BAZNAS dijelaskan bahwa tujuan sosial zakat adalah untuk menanggulangi kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi kaum duafa agar hidup lebih layak.
    • Mempersempit Kesenjangan Sosial: Menjadi solusi nyata untuk menjembatani jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga tercipta keadilan distribusi kekayaan di masyarakat.
    • Membentuk Kemandirian Mustahik: Mengubah kondisi para penerima zakat melalui penyaluran yang produktif agar mereka mampu mandiri secara finansial dan kelak bisa bertransformasi menjadi pembayar zakat.
    • Menjaga Stabilitas dan Keamanan Masyarakat: Menghilangkan rasa iri dan dengki dari hati kaum miskin terhadap kaum kaya, sehingga tercipta lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan penuh persaudaraan.

    Hukum Zakat

    Ibadah ini pun diatur secara ketat: hukum zakat adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim yang telah memenuhi batas minimal kepemilikan harta (nisab). 

    Dasar hukum zakat di dalam Islam bersumber langsung dari Al-Quran dan Sunnah sebagai fondasi utama yang tidak tergoyahkan. Menurut Khasanah dkk. (2023, dalam Jurnal Tadhkirah), salah satu landasan paling kuat yang mendasari kewajiban suci ini tertuang dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103.                                                                                                                                    

    Peranan Zakat dalam Masyarakat Modern

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang serba cepat dan individualistis, zakat hadir sebagai pengingat akan pentingnya berbagi. Seperti yang dijelaskan dalam laman resmi BAZNAS Kota Yogyakarta, bahwa peran zakat di era modern ini menjadi instrumen penting untuk menciptakan keadilan sosial di tengah kesenjangan ekonomi yang semakin lebar. 

    Widya Purnama Sari dkk. dalam Jurnal Al-Mikraj, juga menegaskan bahwa zakat adalah cara indah untuk berbagi rezeki kekayaan yang mampu memperkecil jarak antara yang mampu dan yang kurang beruntung. Jadi, ketika kamu menunaikan zakat, kamu tidak sedang mengurangi harta, melainkan sedang membangun jembatan kebaikan untuk sesama.

    Penelitian Widya Purnama Sari dkk. di jurnal yang sama memperkuat hal ini dengan menyatakan bahwa zakat profesional yang dikelola secara modern dapat menjadi solusi struktural untuk pemberdayaan ekonomi umat. 

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

    Menghidupkan Kepedulian dan Kemudahan Berbagi Bersama Empower by Amartha

    Ketika seseorang benar-benar memahami apa itu zakat, ia akan menyadari bahwa ibadah ini bukan hanya soal angka dan perhitungan, melainkan tentang merawat rasa kemanusiaan yang ada dalam dirinya. 

    Jika merujuk pada pengertian zakat secara menyeluruh, ibadah ini hadir sebagai pengingat di tengah kehidupan yang serba cepat bahwa keberkahan sejati akan tumbuh saat kamu mau berbagi. Melalui penunaiannya, kamu tidak hanya menggugurkan hukum zakat yang bersifat wajib bagi setiap muslim yang mampu, tetapi juga ikut meringankan beban sesama. 

    Kabar baiknya, kini menunaikan zakat semakin mudah diwujudkan berkat kecanggihan teknologi. Kamu bisa menunaikan kewajiban zakat dengan cepat dan transparan langsung dari genggaman tanganmu melalui Empower by Amartha.

    Yuk, jadikan momen ini sebagai langkah nyata untuk berbagi kebahagiaan dan merasakan sendiri kedamaian batin setelah menunaikan amanah suci ini. Klik Empower by Amartha sekarang, karena kebaikan sekecil apa pun yang kamu bagikan akan berarti sangat besar bagi mereka yang sedang menanti uluran tanganmu.

    Referensi

    Admin. (2025). Memahami Peran Zakat dalam Kehidupan Modern. Diambil kembali dari kotayogya.baznas.go.id.

    Chaerunnisa, R., Muchlis, N. A., & Eliza, W. N. (2025). Zakat dalam Islam: Pengertian, Hukum, Jenis, Syarat, dan Ketentuan. Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah.

    Diana, R. (2022). Pengaruh Pendapatan, Religiusitas Dan Sosialisasi Terhadap Kepatuhan Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Baznas Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Diambil kembali dari repository.unja.ac.id.

    Sari, W. P., Nurhayati, N., & Juliati Nst, Y. S. (2025). Tafsir dan Hadis Zakat: Analisis Normatif dan Relevansi Terhadap. AL MIKRAJ.

    Tujuan, Hikmah Dan Keutamaan Zakat. (2015). Diambil kembali dari baznaskaranganyar.com.

    Zakat Dalam Islam Kedudukan dan Tujuan-Tujuan Syar’inya. (2019). Diambil kembali dari almanhaj.or.id.

    Zakat Mal: Ibadah Spiritual dan Tanggung Jawab Sosial. (2026). Diambil kembali dari suaramuhammadiyah.id.

  • Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower

    Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower

    Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang adil, layak, dan kesempatan luas untuk meraih cita-citanya. Namun, tantangan ekonomi seringkali menjadi halangan yang memaksa sekitar 4 juta anak putus sekolah. Menjawab tantangan tersebut, Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower hadir sebagai komitmen nyata untuk menyalurkan dana donasi dan zakat masyarakat demi masa depan pendidikan bangsa.

    Amartha Empower merupakan platform zakat dan donasi yang berfokus pada pendidikan anak Indonesia. Melalui inisiatif ini, kami berupaya menjembatani lahirnya generasi baru yang cerdas, mampu bertumbuh, berkarya, dan hidup mandiri secara berdaya.

    Apa Itu Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower?

    Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower merupakan program bantuan pendidikan esensial bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program bantuan ini mengutamakan anak-anak dari keluarga prasejahtera dan dhuafa (mustahik) yang membutuhkan dukungan finansial kuat agar dapat terus melanjutkan sekolah tanpa hambatan biaya.

    Tidak hanya meringankan beban finansial orang tua, program ini memastikan setiap anak dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Bersama program ini, siswa dapat terus menjaga api semangat belajar, tetap bersekolah, dan membuka jalan lebar untuk meraih masa depan yang jauh lebih cerah.

    Ragam Komponen Bantuan Dukungan Pendidikan yang Diterima Siswa

    Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower menyediakan bantuan pendidikan komprehensif untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar. Jika terpilih sebagai penerima manfaat, siswa akan mendapatkan dukungan pemenuhan kebutuhan sekolah berikut:

    • Membiayai uang sekolah: Memenuhi kebutuhan dana atau biaya operasional pendidikan bulanan siswa.
    • Menyediakan seragam baru: Memberikan pakaian seragam beserta seluruh perlengkapan sekolah yang layak.
    • Memfasilitasi alat belajar: Menyalurkan paket alat tulis, buku tulis, serta tas sekolah baru berkualitas.
    • Menyokong kebutuhan penunjang: Membantu pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan lainnya demi mendukung prestasi akademik anak.

    Syarat & Kriteria Penerima Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower

    Agar penyaluran bantuan pendidikan ini tepat sasaran, Amartha Empower menetapkan beberapa kriteria utama. Kami mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk memperhatikan syarat calon penerima manfaat di bawah ini:

    • Siswa Aktif: Terdaftar secara resmi sebagai siswa aktif di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
    • Keluarga Prasejahtera: Berasal dari keluarga kurang mampu atau memenuhi kategori mustahik zakat (prioritas khusus diberikan untuk anak yatim, piatu, atau yatim piatu).
    • Semangat Belajar Tinggi: Menunjukkan kemauan kuat untuk terus belajar, bersekolah, dan mengukir prestasi.
    • Izin Orang Tua: Mengantongi persetujuan dan dukungan penuh dari orang tua atau wali murid.
    • Komitmen Mengikuti Seleksi: Bersedia mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi hingga verifikasi lapangan oleh tim dinamis Amartha Empower.

    Klik untuk Mendaftar Bantuan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower

    Timeline Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya

    Jangan sampai melewatkan kesempatan berharga ini. Pastikan kamu mencatat seluruh tahapan penting dalam pelaksanaan Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower berikut:

    Tahapan Program BeasiswaJadwal Pelaksanaan
    Pembukaan RegistrasiJuli 2026
    Seleksi Calon Penerima BeasiswaJuli 2026
    Penyaluran Dana BeasiswaSeptember 2026
    Monitoring & Pendampingan SiswaSeptember 2026 – Juni 2027
    Penyusunan Laporan DampakJuli 2027

    Cara Mendaftar Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower

    Untuk periode pertama ini, Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower menerapkan mekanisme pendaftaran berbasis undangan. Artinya, tim Amartha Empower secara khusus memilih dan menghubungi sekolah-sekolah tertentu yang dinilai paling membutuhkan untuk menjadi mitra program saat ini.

    Bagi sekolah mitra yang telah menerima undangan resmi, Anda dapat merekomendasikan siswa-siswi terbaik Anda dengan langkah mudah berikut:

    1. Pihak Sekolah Menyeleksi Siswa: Guru atau kepala sekolah mendata siswa tingkat SD-SMP dari keluarga prasejahtera yang memiliki semangat belajar tinggi.
    2. Mengisi Formulir Kolektif: Sekolah mengisi formulir pendaftaran resmi yang telah dikirimkan oleh tim Amartha Empower.
    3. Tahap Verifikasi Akhir: Tim kami akan memverifikasi seluruh berkas yang masuk untuk menentukan penerima manfaat yang berhak menerima beasiswa.

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memberikan masa depan pendidikan yang lebih layak bagi buah hati kamu. Segera hubungi pihak sekolah, penuhi persyaratannya, dan daftarkan diri dalam Program Dukungan Pendidikan #GenerasiBerdaya Amartha Empower sekarang juga!

    [donasi_card slug=”untukgenerasihebat”]

  • Zakat Sebagai Pengurang Pajak Penghasilan dan Cara Menghitungnya

    Zakat Sebagai Pengurang Pajak Penghasilan dan Cara Menghitungnya

    Menggunakan kewajiban sebagai seorang muslim sekaligus warga negara yang taat seringkali membawa satu pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita: “Apakah saya perlu membayar kedua kewajiban tersebut secara terpisah?”

    Bagi sebagian orang, membayar zakat profesi dan pajak penghasilan (PPh) setiap tahun terasa seperti biaya ganda yang cukup besar. Namun, tahukah kamu bahwa hukum di Indonesia memberikan ruang bagi keduanya untuk tumbuh bersama dalam harmoni?

    Kamu tidak perlu lagi merasa terbebani. Negara menghargai ketaatan ibadah setiap warga negaranya melalui aturan yang memungkinkan zakat sebagai pengurang pajak. Mari kita pelajari bagaimana aturan ini berjalan dan cara mudah menghitung zakat sebagai pengurang pajak.

    Regulasi Resmi Zakat Sebagai Pengurang Pajak

    Aturan zakat sebagai pengurang pajak bukanlah sekadar wacana, melainkan hak sah kita sebagai wajib pajak. Kebijakan ini diatur secara resmi dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-08/PJ/2021.

    Namun, ada satu syarat utama yang harus terpenuhi yaitu kita harus menyalurkan zakat tersebut melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi yang diakui oleh pemerintah. Ketika kamu membayar zakat melalui lembaga resmi, kamu akan mendapatkan Bukti Setor Zakat (BSZ). Dokumen ini akan menjadi dasar untuk melaporkan SPT Tahunan.

    Bagaimana Zakat Mengurangi Pajak?

    Perlu diketahui, zakat ini tidak langsung mengurangi nominal pajak yang harus dibayar (bukan memangkas langsung nominal PPh Terutang), melainkan zakat berfungsi sebagai pengurang dari Penghasilan Kena Pajak (PKP). Berikut alurnya secara sederhana: 

    1. Hitung total penghasilan kotor kamu dalam setahun.
    2. Kemudian, kurangi dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dan nominal zakat yang sudah kamu bayarkan.
    3. Hasil pengurangan tersebut menjadi nilai PKP baru (sedikit lebih kecil).
    4. Pajak kamu akan dihitung berdasarkan nilai PKP baru. Karena dasar perhitungan menjadi lebih kecil, otomatis nominal pajak yang kamu bayar turun.

    Simulasi dan Cara Menghitungnya

    Agar lebih mudah dipahami, mari kita gunakan contoh kasus sederhana berikut ini.

    Misalkan Pak Yunus adalah seorang karyawan dengan status Belum Menikah / Tanpa Tanggungan (PTKP TK/0 = Rp54.000.000 per tahun) dengan penghasilan bersih Rp150.000.000 per tahun. Pak Yunus terbiasa membayar zakat pendapatan sebesar 2,5% melalui lembaga resmi.

    1. Menghitung Nilai Zakat
      1. Penghasilan Setahun: Rp150.000.000 
      2. Zakat (2,5%): 2,5% × Rp150.000.000 = Rp3.750.000
    2. Perbandingan Penghitungan Pajak

    Mari kita lihat perbedaan nominal pajak Pak Yunus dalam dua skenario: tanpa zakat dan dengan zakat.

    Komponen PerhitunganOpsi A: Tanpa ZakatOpsi B: Dengan Zakat (Lewat Lembaga Resmi)
    Penghasilan Netto SetahunRp150.000.000Rp150.000.000
    Zakat (Pengurang)Rp0(Rp3.750.000)
    PTKP (TK/0)(Rp54.000.000)(Rp54.000.000)
    Penghasilan Kena Pajak (PKP)Rp96.000.000Rp92.250.000

    Catatan: Berdasarkan tarif progresif PPh Pasal 21 terbaru, lapisan tarif untuk PKP di atas Rp60.000.000 hingga Rp250.000.000 adalah 15% (dengan 5% untuk Rp60.000.000 pertama).

    • Pajak Opsi A (Tanpa Zakat):
      • 5% x Rp60.000.000 = Rp3.000.000
      • 15% x Rp36.000.000 = Rp5.400.000
      • Total PPh Terutang: Rp8.400.000
    • Pajak Opsi B (Dengan Zakat):
      • 5% x Rp60.000.000 = Rp3.000.000
      • 15% x Rp32.250.000 = Rp4.837.500
      • Total PPh Terutang: Rp7.837.500

    Kesimpulan hasil:

    Dengan menyalurkan zakat secara resmi, Pak Yunus berhasil menghemat pembayaran pajak sebesar Rp562.500 (Rp8.400.000 – Rp7.837.500). Uang yang semula harus masuk ke pos pajak, kini dialihkan menjadi amalan zakat yang langsung berdampak pada kesejahteraan umat.

    Langkah Praktis Saat Melaporkan SPT Tahunan

    Setelah menunaikan zakat di lembaga resmi dan ingin klaim pengurangan zakat, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut saat mengisi SPT Tahunan (baik via e-Filing maupun formulir fisik):

    1. Simpan Bukti Potong: Pastikan kamu memegang Bukti Setor Zakat (BSZ) resmi yang mencantumkan nama, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nominal, dan tanggal penyetoran.
    2. Isi Kolom Zakat: Pada formulir SPT, cari kolom “Zakat/ Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib” (biasanya berada di bagian penghitungan penghasilan netto). Masukkan total nominal zakat kamu di sana.
    3. Validasi data: Sistem akan otomatis memotong nilai PKP kamu sesuai simulasi di atas.

    Satukan Niat Suci dan Ketaatan Hukum

    Menunaikan zakat melalui lembaga resmi bukan sekadar tentang mendapatkan potongan kertas bernama bukti pajak. Lebih dari itu, ini adalah langkah cerdas untuk memastikan bahwa harta kita dikelola secara transparan, berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjaga kepatuhan kita sebagai warga negara tanpa beban finansial berlebih.

    Sudahkah kamu menghitung zakat pendapatan kamu bulan ini? Yuk salurkan zakat melalui Amartha Empower sekarang juga, simpan buktinya, dan rasakan ketenangan finansial serta spiritual yang sesungguhnya.

    [donasi_card slug=”zakat-penghasilan-amartha”]

  • Panduan Lengkap Jadwal Imunisasi Anak Indonesia

    Panduan Lengkap Jadwal Imunisasi Anak Indonesia

    Menjadi orang tua yang cerdas berarti memahami pentingnya jadwal imunisasi anak Indonesia untuk kesehatan optimal buah hati. Vaksinasi adalah bentuk perlindungan terdepan yang mampu mencegah berbagai penyakit serius pada anak. 

    Di Indonesia, program vaksinasi terus mengalami penyempurnaan dengan penambahan berbagai jenis vaksin baru yang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Yuk, kenali lebih dalam tentang kapan dan jenis vaksin apa saja yang perlu diberikan pada si kecil.

    Pentingnya Imunisasi Anak dan Jadwal Imunisasi Anak

    Imunisasi anak merupakan salah satu langkah pencegahan terpenting untuk melindungi buah hati dari infeksi berat akibat penyakit seperti hepatitis B, polio, TBC, campak, difteri, tetanus, hingga rubella. Jadwal imunisasi anak dirancang sedemikian rupa agar kekebalan tubuh si kecil terbentuk secara bertahap dan optimal di tiap tahapan usianya.

    Selain imunisasi dasar, kini ada sejumlah vaksin tambahan yang juga direkomendasikan seperti rotavirus, pneumokokus (PCV), dan vaksin HPV pada anak perempuan usia sekolah dasar untuk mencegah kanker serviks di masa depan.

    Jadwal dan Pola Waktu Imunisasi Anak Sesuai Rekomendasi Terbaru

    Dalam pedoman terbaru yang dirilis IDAI dan Kemenkes RI tahun 2025, rangkaian waktu pemberian imunisasi anak di Indonesia diatur sebagai berikut:

    1. Usia 0-24 jam: Hepatitis B (HB0)
    2. Usia <1 bulan: BCG & Polio 1 (OPV1)
    3. Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib1, OPV2, PCV1, Rotavirus1
    4. Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib2, OPV3, PCV2, Rotavirus2
    5. Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib3, OPV4, IPV1, Rotavirus3
    6. Usia 6 bulan: PCV3, Vaksin Influenza1
    7. Usia 9 bulan: Campak-Rubella, IPV2, Japanese Encephalitis (JE-hanya di daerah endemis)
    8. Usia 12 bulan: PCV4, Vaksin Influenza2
    9. Usia 18 bulan: Campak-Rubella2, DPT-HB-Hib4, Polio4
    10. Untuk anak usia sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), pemberian vaksin dilakukan seperti berikut:
    11. Kelas 1 SD (±7 tahun): Campak-Rubella (Agustus), DT/Difteri-Tetanus (November)
    12. Kelas 2 SD (±8 tahun): Td/Tetanus-Difteri dosis rendah (November)
    13. Kelas 5 SD (±11 tahun): HPV (khusus anak perempuan, Agustus), Td (November)
    14. Kelas 6 SD (±12 tahun): HPV (Agustus, khusus perempuan yang belum mendapat vaksin)
    15. Kelas 9 SMP (±15 tahun): HPV kejar (Agustus, untuk yang belum pernah dapat vaksin HPV)

    Imunisasi anak yang terlewat bisa segera dikejar di posyandu, puskesmas, atau unit layanan kesehatan terdekat.

    Rincian Vaksin Berdasarkan Usia dan Metode Pemberian

    Memahami setiap jenis vaksin dan waktu pemberiannya akan membantu orang tua dalam merencanakan jadwal imunisasi anak. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 15 vaksin dalam program imunisasi nasional, mulai dari cara pemberian hingga jadwal yang direkomendasikan:

    1. Vaksin Hepatitis B (HB): Vaksin ini diberikan lewat suntikan pada otot setelah bayi lahir, sebaiknya dalam 24 jam. Suntikan awal sebaiknya didahului pemberian vitamin K. Jika pemberian terlambat, vaksin tetap bisa diberikan, namun efektivitasnya bisa menurun.
    2. Vaksin polio: Vaksin oral diberikan dengan cara ditetes ke mulut bayi, dosis pertama saat hendak pulang dari fasilitas kesehatan. Jadwal berikutnya disesuaikan rentang usianya, dimulai dari 2 hingga 9 bulan dan booster tahun-tahun berikutnya.
    3. Vaksin BCG: Vaksin ini diberikan dengan suntikan ke kulit untuk melindungi dari infeksi TBC. Lebih baik diberikan sebelum usia 1 bulan, terutama bila bayi tidak ada risiko kena TB, namun lanjutkan pemeriksaan jika ada dugaan infeksi.
    4. Vaksin DTP: Vaksin kombinasi yang diberikan melalui injeksi sebagai upaya pencegahan difteri, tetanus, dan pertusis. Diberikan bertahap sejak usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan booster saat 18 bulan dan 5 tahun. Bisa digunakan dalam bentuk kombinasi dengan vaksin lain.
    5. Vaksin Hib: Vaksin Haemophilus influenza tipe b (Hib) diberikan sebagai bagian dari vaksin kombinasi, melindungi dari infeksi bakteri Hib yang berbahaya, dengan jadwal pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan.
    6. Vaksin IPV: Vaksin polio bentuk suntik diberikan dua kali atau lebih, umumnya diberikan bersamaan jadwal vaksinasi lain.
    7. Vaksin Dengue: Vaksin ini diberikan bagi anak usia di atas 6 tahun sebagai pencegahan DBD, setelah melewati serangkaian pemeriksaan.

    Daftar Imunisasi Tambahan

    Di bawah ini adalah daftar vaksinasi tambahan yang disarankan IDAI lengkap dengan penjadwalannya:

    1. Vaksin Japanese encephalitis (JE): Vaksin JE diberikan dengan suntikan, diutamakan bagi anak di daerah endemis atau yang berisiko, dengan pemberian mulai usia 9 bulan dan booster setahun kemudian.
    2. Vaksin Human Papillomavirus (HPV): Injeksi HPV dilaksanakan dua kali pada siswi usia 9-14 tahun, umumnya terintegrasi dengan program BIAS sekolah dasar dan pemberian kedua direkomendasikan dengan jeda 6 bulan dari dosis awal.
    3. Vaksin Pneumokokus (PCV): Pemberian PCV melalui suntikan berfungsi mencegah serangan bakteri pneumokokus, dijadwalkan pada bulan ke-2, 4, dan 6 dengan tambahan booster di rentang 12-15 bulan sesuai protokol usia.
    4. Vaksin MR & MMR: Vaksin ini membantu mencegah campak, rubella, dan gondongan, diberikan lewat suntikan mulai usia 9 bulan hingga anak usia sekolah dengan pengulangan sesuai jadwal.
    5. Vaksin Rotavirus: Vaksin cair tetes mulut yang mencegah diare karena rotavirus, dengan jadwal 2-3 kali dosis tergantung jenisnya dan diberikan pada bayi mulai usia 6 minggu.
    6. Vaksin Influenza: Vaksin ini bisa diberikan tiap tahun mulai usia 6 bulan, terutama bagi anak dengan risiko tertentu atau sering berinteraksi di keramaian.
    7. Vaksin Varisela: Vaksin cacar air diberikan melalui suntikan pada anak usia 12 bulan ke atas dengan dosis tunggal atau sesuai kebutuhan epidemiologi.
    8. Vaksin Hepatitis A: Pemberian dilakukan sebanyak dua kali dengan periode tunggu 6-12 bulan antar dosis, diperbolehkan dimulai dari usia 2 tahun sebagai bentuk pencegahan berkelanjutan hepatitis A.

    Catatan Penting Seputar Imunisasi Anak

    1. Imunisasi dasar lengkap diberikan mulai usia bayi baru lahir hingga 18 bulan.
    2. Imunisasi lanjutan dan booster sangat penting, terutama melalui program BIAS, untuk memperpanjang kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu saat memasuki usia sekolah.
    3. Imunisasi anak diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah, sedangkan beberapa vaksin tambahan bisa diperoleh di klinik atau rumah sakit dengan biaya mandiri.
    4. Sebelum imunisasi, pastikan kondisi anak sehat dan tidak sedang demam tinggi.
    5. Orang tua diminta aktif menanyakan dan mencatat jadwal imunisasi anak ke petugas kesehatan dan guru UKS.

    Imunisasi Anak Indonesia adalah Investasi Kesehatan

    Memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal imunisasi anak Indonesia adalah bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan yang sehat dan bebas penyakit menular berbahaya. Jangan ragu untuk selalu cek ulang pola waktu imunisasi, catat di buku kesehatan, dan konsultasikan ke petugas medis atau dokter anak jika ada keraguan.

    Kunjungi blog WeCare.id untuk mendapatkan update info kesehatan juga tips gaya hidup yang bermanfaat.

    Referensi

    ARRAHMA, Z. (2025). Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025: Cek Jadwal Suntik Vaksin Campak hingga HPV untuk Murid SD & SMP. Diambil kembali dari www.haibunda.com.

    Daftar Imunisasi Wajib Anak yang Penting Diketahui. (2025). Diambil kembali dari www.alodokter.com.

    Fadila, I. (2025). Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru untuk Bayi dan Anak. Diambil kembali dari hellosehat.com.

    Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. (2025). Diambil kembali dari www.idai.or.id.

    Muhawarman, A. (2025). Pekan Imunisasi Dunia 2025: Ayo Lengkapi Imunisasi untuk Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas. Diambil kembali dari /kemkes.go.id.

    Mutiarasari, K. A. (2025). Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2025: Sasaran dan Jadwalnya. Diambil kembali dari news.detik.com.Tarmizi, S. N. (2024). 95 Persen Anak Harus dapat Imunisasi, Cek Yuk 3 Jenis Antigen Baru . Diambil kembali dari kemkes.go.id.

    Sumber Featured Image : CDC di Unsplash

  • Program KIS: Akses Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

    Program KIS: Akses Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

    Program KIS atau Kartu Indonesia Sehat merupakan salah satu upaya utama pemerintah dalam meningkatkan akses kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu di Indonesia. 

    Dengan program KIS, berbagai layanan kesehatan bisa didapatkan secara gratis atau terjangkau di fasilitas kesehatan pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya berobat. Program ini sangat relevan dengan situasi sosial-ekonomi sekarang, dan tetap menjadi prioritas pemerintah di tahun 2025. Baca bahasannya di artikel ini.

    Apa itu Program KIS?

    Program KIS dikembangkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas jaminan sosial di bidang kesehatan bagi seluruh warga negara, terutama kelompok rentan dan miskin. 

    KIS tidak hanya menggantikan peran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), tapi juga memperluas cakupan manfaat kesehatan dengan jaminan pelayanan tanpa iuran bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI).

    Program ini sesuai dengan Undang-Undang No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang mengamanatkan pemerintah untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia.

    Sebagai bagian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, program ini telah memberikan perlindungan kesehatan kepada ratusan juta penduduk Indonesia. Dengan target mencapai Universal Health Coverage, program KIS memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pengobatan karena keterbatasan biaya.

    Melalui KIS, masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya, dimulai dari konsultasi dasar di pusat kesehatan masyarakat sampai dengan perawatan medis kompleks di fasilitas rumah sakit. 

    Para pemegang kartu ini berhak mendapatkan layanan diagnostik, terapi pengobatan, tindakan bedah, serta perawatan rawat inap tanpa perlu mengeluarkan biaya yang memberatkan.

    Perbedaan JKN, KIS, dan BPJS

    Perbedaan JKN, KIS, dan BPJS Kesehatan menurut Unit Pengelola Jaminan Kesehatan Jakarta Dinkes DKI Jakarta yang dilansir dari Antara News:

    1. JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)

    JKN adalah nama program jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Program ini menjadi payung bagi berbagai skema jaminan kesehatan yang ada, termasuk KIS dan berbagai keanggotaan BPJS Kesehatan.

    2. KIS (Kartu Indonesia Sehat)

    KIS merupakan kartu layanan kesehatan yang khusus diberikan kepada masyarakat kurang mampu (Penerima Bantuan Iuran/PBI). Kartu ini berfungsi sebagai tanda kepesertaan JKN yang bisa digunakan untuk mengakses layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. 

    Fokus utamanya adalah membantu masyarakat miskin agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya.

    3. BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang ditunjuk untuk mengelola seluruh pelaksanaan program JKN. BPJS Kesehatan bertanggung jawab mengatur pendaftaran peserta, pengelolaan dana, pembayaran klaim layanan kesehatan, dan memastikan peserta mendapatkan manfaat sesuai haknya. 

    Kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup kategori PBI (gratis didanai pemerintah) dan Mandiri (membayar iuran bulanan sesuai kelas yang dipilih)

    Syarat dan Cara Mendapatkan KIS

    Untuk dapat memanfaatkan layanan kesehatan gratis pemerintah lewat program KIS, warga perlu memenuhi beberapa persyaratan khusus, antara lain:

    1. Terdata dalam basis informasi DTKS, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
    2. Melengkapi berkas-berkas yang diperlukan seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tidak Mampu, dan surat rekomendasi dari pusat kesehatan masyarakat.

    Cara Daftar Secara Offline: Kunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat, bawa semua dokumen asli, isi formulir pendaftaran, dan tunggu proses verifikasi hingga kartu KIS aktif.

    Pendaftaran Online: Daftar via aplikasi Mobile JKN, isi data dan pilih fasilitas kesehatan, lalu tunggu kartu dikirim ke alamat rumah.

    Kategori Peserta KIS

    • Penerima Bantuan Iuran (PBI): Iurannya dibayar penuh oleh pemerintah, sehingga peserta dapat berobat gratis di fasilitas pemerintah kelas III.
    • Non-PBI (Mandiri): Untuk kategori ini, iuran dibayar sendiri dengan pilihan kelas rawat: kelas 1 sebesar Rp150.000/bulan, kelas 2 Rp100.000/bulan, dan kelas 3 Rp42.000/bulan.

    Data Terbaru Peserta Program KIS dan JKN

    Data terkini dari BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa hingga Juni 2025, jumlah peserta JKN telah melebihi 280.583.263 orang, termasuk anggota program KIS, yang menjadikan sistem jaminan kesehatan Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

    Efektivitas Program KIS

    Menurut studi tahun 2019 di Puskesmas Sekolaq Darat, Kutai Barat, program KIS terbukti cukup efektif dari segi input (fasilitas, SDM, anggaran), output (pelayanan, penyuluhan), outcome (peningkatan kunjungan dan kualitas), hingga manfaat sosial seperti meningkatnya kesadaran hidup sehat.

    Tantangan dan Hambatan

    Walaupun memberikan dampak positif, berbagai hambatan tetap bermunculan seperti:

    1. Proses distribusi kartu yang mengalami penundaan dari BPJS.
    2. Rendahnya tingkat sosialisasi yang menyebabkan kesadaran masyarakat terhadap KIS masih kurang.
    3. Terhambatnya distribusi obat.
    4. Kecenderungan beberapa kelompok masyarakat untuk tetap bergantung pada metode pengobatan konvensional.

    Komitmen dan Anggaran Kesehatan Pemerintah

    Pada 2025, pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp217,3 triliun atau sekitar 6% dari total APBN. 

    Anggaran ini diperuntukkan untuk mendukung pemerataan layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan penyakit menular (seperti TBC dan malaria), peningkatan kualitas rumah sakit, hingga edukasi tenaga kesehatan di seluruh provinsi.

    Akses Kesehatan Pemerintah Semakin Merata

    Berkat perkuatan infrastruktur kesehatan dan digitalisasi sistem melalui platform Mobile JKN serta Cek Bansos, akses terhadap layanan kesehatan pemerintah kini menjadi lebih mudah dinikmati oleh penduduk dari berbagai penjuru Tanah Air.

    Pengembangan infrastruktur rumah sakit tipe C dilakukan secara masif untuk memastikan bahwa layanan kesehatan yang baik dan ekonomis dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah terisolasi dan wilayah perbatasan.

    Solusi untuk Kesehatan Masyarakat Kurang Mampu

    Program KIS merepresentasikan tindakan riil dari pemerintah untuk mengoptimalkan jangkauan layanan kesehatan publik kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi sosial-ekonomi lemah.

    Untuk informasi lanjutan terkait tips kesehatan dan berita terbaru seputar dunia kesehatan Indonesia, ayo kunjungi blog WeCare.id sekarang juga dan dapatkan update info gratis dari tim kami.

    Referensi

    Cara Cek Bansos KIS BPJS Kesehatan 2025, Apakah Aktif atau Tidak. (2025). Diambil kembali dari sumsel.tribunnews.com.

    Data JKN. (2025). Diambil kembali dari www.bpjs-kesehatan.go.id.

    Dewi, E. (2025). Syarat dan Cara Daftar KIS (Kartu Indonesia Sehat) Tahun 2025. Diambil kembali dari medanaktual.com.

    Kartu Indonesia Sehat (KIS): Manfaat, Penggunaan, dan Cara Mendapatkan. (2025). Diambil kembali dari www.halodoc.com.

    KIS 2025: Kriteria Peserta dan Syarat Lengkap Penerima Program Kartu Indonesia Sehat. (2025). Diambil kembali dari www.qoo10.co.id.

    Klemens, L., Syahrani, S., & Apriani, F. (2019). EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU INDONESIA SEHAT(KIS) DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN SEKOLAQ DARAT KABUPATEN KUTAI BARAT. eJournal Administrasi Negara.

    Purwowidhu, C. (2025). RSUD Naik Kelas ke Tipe C, Akses Layanan Kesehatan Berkualitas Lebih Merata. Diambil kembali dari mediakeuangan.kemenkeu.go.id.

    Putri. (2024). Pemerintah Alokasikan Rp217,3 Triliun untuk Kesehatan 2025. Diambil kembali dari infopublik.id.

    Santosa, L. W. (2025). Ini beda JKN, BPJS Kesehatan, dan KIS. Diambil kembali dari www.antaranews.com.

    Tips dan Trik. (2025). Cara Cek Bansos KIS BPJS Kesehatan 2025. Diambil kembali dari kumparan.com.

    Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. (2024). Diambil kembali dari peraturan.bpk.go.id.

    Sumber Featured Image : Mufid Majnun di Unsplash