Musim Haji sebentar lagi tiba. Pemerintah Indonesia pun sudah bersiap dengan menyusun panduan manasik haji. Sayangnya pemerintah Arab Saudi masih belum membuka negaranya bagi jamaah haji dari negara lain untuk tahun ini.
Benjolan Tumor dalam Tempurung Kepala Pak Sugiyono Membuat Matanya Tak Dapat Melihat!
Keputusan ini telah membuat Indonesia tidak dapat mengirimkan jamaah hajinya selama dua tahun berturut-turut sejak dimulainya pandemi 2021. Bukan tanpa alasan, langkah ini dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk menahan penyebaran Covid-19.
Daftar isi:
Pemerintah Arab Saudi mengungkapkan bahwa mereka yang ingin menjalankan ibadah haji dapat mengajukan diri secara online. Namun pihak pemerintah tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak jamaah haji asing yang diperbolehkan dari alokasi 60,000 jamaah tahun ini.
Beberapa aturan yang dicantumkan bagi para jamaah haji tahun ini antara lain:
Selain itu, para jamaah haji tahun ini yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 yang pertama, harus mendapatkan suntikan vaksin kedua setidaknya dua minggu sebelum tiba di Arab Saudi. Mereka juga diwajibkan untuk membawa sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan resmi dan juga sertifikat tes PCR dengan hasil negatif, setidaknya 40 hari sebelumnya.
Untuk memastikan keamanan para jamaah haji tahun ini, pihak Arab Saudi telah menerapkan beberapa protokol kesehatan yang ketat. Beberapa aturan tersebut di antaranya:
Pemerintah Arab Saudi juga meluncurkan kartu pintar bagi para jamaah manasik haji. Kartu pintar ini akan terhubung pada pusat data yang merekam seluruh jamaah manasik haji yang sudah disetujui dan menghubungkannya pada berbagai layanan dan fasilitas yang telah dipersiapkan. Layanan dan fasilitas ini termasuk akses ke lokasi penginapan, transportasi, hotel, pembayaran non-tunai, ATM, hingga identifikasi lokasi yang memiliki kerumunan.
[wecare_plugin slug=’kurbanesia2021′]
Seperti tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia tidak akan memberangkatkan jamaah haji di tahun 2021 ini. Hal ini tentunya didasarkan pada keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi yang masih belum membuka negaranya untuk jamaah haji dari negara lain.
Walau keputusan tersebut mengecewakan para jamaah yang sudah bersiap-siap untuk mengikuti manasik haji tahun ini. Namun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa hal ini merupakan jalan keluar terbaik dan berharap agar pandemi ini segera usai.
Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama telah mempersiapkan panduan manasik haji 2021 beserta aturan yang harus dipatuhi para jamaah. Gambaran yang tercantum dalam panduan antara lain:
Setiap jamaah manasik haji diharuskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dan juga vaksin meningitis.
Seluruh jamaah haji akan menjalani karantina selama 3 hari di asrama haji sambil menjalani tes antigen. Selanjutnya jamaah haji harus mengikuti tes PCR. Mereka yang mendapatkan hasil tes negatif akan langsung diberangkatkan ke Arab Saudi. Sedangkan mereka yang mendapatkan hasil positif harus melakukan isolasi mandiri di asrama haji.
Setelah tiba di Mekkah, para jamaah haji kembali menjalani karantina selama 3 hari di asrama haji. Setiap kamar hanya diisi oleh dua orang. Kemudian mereka diperbolehkan untuk melaksanakan manasik haji setelah hasil tes PCR menunjukkan hasil negatif.
Selanjutnya, para jamaah haji dapat menjalani ibadah miqot, tawaf ifadlah dan umrah dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, mereka juga diperbolehkan untuk berkunjung ke Masjidil Haram sebanyak tiga kali.
Karena pelaksanaan Shalat Arbain ditiadakan, jamaah haji langsung diberangkatkan ke Madinah dan tinggal selama tiga hari di sana. Sebelum kembali ke tanah air, jamaah manasik haji kembali menjalani tes PCR di Madinah. Setelah tiba di Indonesia, mereka diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing jika tes Antigen mereka menunjukkan hasil negatif.
Keputusan mengenai manasik haji tahun ini menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak, khususnya para jamaah haji. Namun keputusan tersebut merupakan jalan keluar terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga keselamatan para jamaah haji.
Sambil menunggu kesempatan untuk menjalankan Rukun Islam kelima di tahun depan, tidak ada salahnya untuk terus menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan baik. Jangan lupa juga untuk berbagi kebaikan dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit yang membutuhkan bantuan dana.
Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Ali, M. (2021, Juni 12). Jemaah Haji 2021 Hanya untuk 60 Ribu Penduduk di Arab Saudi. Diambil kembali dari liputan6.com
Hidayat, M. Z. (2021, Mei 29). Info Haji 2021: Pelaksanaan, Alur Pergerakan Jemaah, Protokol Kesehatan. Diambil kembali dari suara.comNihal, M. (2021, Juni 6). All you need to know about Hajj in 2021. Diambil kembali dari thenationalnews.com