Bagi para wanita, keputihan atau istilah medisnya leucorrhea, fluor albus, atau white discharge, merupakan sesuatu yang biasa kita alami khususnya menjelang atau sesudah haid. Namun apa sebenarnya white discharge itu, dan bagaimana kita bisa tahu apakah cairan yang keluar dari vagina kita itu normal atau mungkin merupakan indikasi adanya masalah? Dalam artikel ini akan dibahas seputar white discharge tersebut dan cara mengenali keputihan yang bisa menandakan masalah.
[wecare_plugin slug=’bantu-halimah’]
Meski kita sudah sering mengalaminya, khususnya yang baru mengalami haid, mungkin belum tahu bahwa keputihan berasal dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim kita. Kelenjar ini menghasilkan sejumlah kecil cairan yang juga dikenal sebagai sekresi vagina. Setiap hari cairan mengalir keluar dari dalam vagina untuk membersihkan sel-sel mati juga bakteri yang melapisi vagina. Ini adalah cara alami tubuh menjaga vagina agar tetap sehat dan bersih.
Terkadang konsistensi dan warna keputihan dapat berubah selama siklus menstruasi. Selama ovulasi, tubuh bisa menghasilkan cairan yang lebih kental, putih, dan elastis.
Keputihan yang normal bisa berupa cairan yang:
Ada sebagian wanita yang mengalami keputihan yang banyak dan bagi mereka itu merupakan hal yang normal. Mereka mungkin perlu menggunakan pantyliner supaya pakaian dalam mereka tetap kering. Ada juga para wanita yang tidak mengeluarkan cairan tersebut. Cairan vagina yang sehat itu harus berwarna bening, putih, atau putih pucat.
Keputihan merupakan sesuatu yang normal dan ini adalah cara tubuh kita mempertahankan vagina yang sehat. Namun perubahan bisa terjadi kalau keseimbangan normal bakteri (kuman) sehat di vagina terganggu. Banyak faktor yang bisa mengganggu keseimbangan kesehatan vagina, termasuk:
Berikut ini adalah tanda-tanda yang bisa menunjukkan kalau keputihan kita bermasalah, yaitu:
Jika melihat perubahan seperti ini, segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa masalah kesehatan yang dialami.
Siswa-siswi Ciloma Butuh Sarana Pendidikan yang Layak
Untuk mengetahui apakah cairan vagina yang keluar itu normal atau merupakan tanda suatu masalah kesehatan, kita bisa mengenali dari warna, bau, dan teksturnya.
Warna cairan keputihan yang normal bisa bervariasi dari bening sampai putih susu. Namun cairan vagina tersebut bisa juga menjadi salah satu tanda berikut:
Terkadang keputihan bisa berubah konsistensi dan warna di saat siklus menstruasi. Selama ovulasi, yaitu proses pelepasan telur yang sudah matang dari rahim, tubuh bisa menghasilkan cairan yang lebih kental, putih, dan elastis.
Infeksi ini sering kali disebabkan oleh jamur Candida albicans. Infeksi jamur sering membuat vagina menghasilkan cairan putih kental. Umumnya vagina akan terasa gatal dan terbakar.
Keputihan berwarna keabu-abuan atau putih merupakan tanda infeksi umum, seperti:
Infeksi ini merupakan penyebab paling umum munculnya keputihan. Hampir 30% wanita usia subur mengalaminya. Sering kali infeksi ini menyebabkan peningkatan keputihan yang encer dan berwarna putih keabu-abuan dan berbau amis yang tidak sedap juga berbau busuk. Cairan dan bau tersebut akan mudah untuk terdeteksi sesudah berhubungan seks, atau bisa juga muncul sebelum dan sesudah menstruasi.
Keputihan yang berwarna kuning kehijauan bisa diakibatkan oleh dua penyebab:
Kerap kali infeksi atau peradangan ini muncul pada wanita pasca menopause yang kadar estrogennya sudah turun. Vagina mengalami atrofi, yaitu kondisi saat jaringan otot berkurang sehingga terlihat lebih kecil dari umumnya, ketika kulit atau dinding vagina menipis, menjadi merah serta mengalami peradangan. Vaginitis atau peradangan pada vagina ini akan menyebabkan keputihan berwarna kuning hingga kuning kehijauan, dan hubungan intim terkadang menyakitkan.
Hampir 70% dari wanita yang mengalami infeksi menular seksual ini tidak menyadari gejala ini. Namun, bagi mereka yang menyadarinya, salah satu tandanya adalah bau aneh pada keputihan, warnanya kuning kehijauan serta terkadang berbusa. Wanita juga bisa mengalami rasa gatal, terbakar, nyeri dan mengalami kemerahan, disertai dengan buang air kecil yang menyakitkan.
Keputihan yang sudah biasa dialami oleh para wanita ternyata penting untuk diketahui perbedaannya karena bisa menjadi tanda akan sesuatu, seperti ovulasi, infeksi atau peradangan. Jadi jangan sepelekan cairan yang keluar dari vagina. Perhatikanlah untuk mengetahui apakah kita mengalami masalah kesehatan atau tidak.
Mempelajari tentang apa yang keluar dari tubuh kita, seperti keputihan, merupakan hal yang sangat bermanfaat. Di sela-sela waktu mencari informasi, yuk sisihkan waktu sejenak untuk membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Tak butuh waktu lama, kok. Caranya yaitu dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Cornforth, T. (2019). Difference Between Normal and Abnormal Vaginal Discharge. Diambil kembali dari verywellhealth.com.
How to Decode Your Vaginal Discharge. (2020). Diambil kembali dari health.clevelandclinic.org.
Vaginal Discharge 101: What Every Woman Should Know. (2018). Diambil kembali dari monistat.com.
Vaginal Discharge. (2017). Diambil kembali dari familydoctor.org.
Vaginal Discharge: What’s Normal, What’s Not. (2016). Diambil kembali dari kidshealth.org.
Sumber Featured Image : Karolina Grabowska from Pexels