Pernahkah kamu merasa penghasilan yang terus meningkat justru belum menghadirkan ketenangan yang utuh? [kutipan pendapat Ustadz disisipkan di sini.
Bagi umat muslim, memahami apa itu zakat bukan sekadar tahu pengertian zakat, tapi menyadari bahwa ini adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan—bukan hanya untuk membersihkan harta, tapi juga menenangkan jiwa.
Apa Itu Zakat?
Berdasarkan Hadits Riwayat Tirmidzi (dalam Diana, 2022), pembahasan mengenai apa itu zakat dan pengertian zakat didasarkan pada makna etimologis bahasa Arab yang berarti tumbuh, berkembang, kesuburan serta bertambah. Arti lainnya membersihkan dan menyucikan.
Makna pertumbuhan ini mengisyaratkan bahwa harta yang dikeluarkan tidak akan berkurang, melainkan justru akan mendatangkan keberkahan yang melimpah bagi pemiliknya. Pemahaman yang tepat akan menggeser cara pandang seseorang — dari sekadar kewajiban yang memberatkan, menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kemurnian dalam diri.
Oleh sebab itu, pemaknaan secara bahasa ini menjadi fondasi awal untuk memahami dimensi spiritual dari kewajiban berzakat tersebut.
Pengertian Zakat dari Segi Istilah Syariat
Lebih lanjut, menurut Hafidhuddin (2008, sebagaimana dikutip oleh Diana, 2022), jika ditinjau dari segi istilah syariat, apa itu zakat dan pengertian zakat didefinisikan sebagai pemberian hak milik atas sebagian harta tertentu.
Harta tersebut wajib diambil dari kekayaan pribadi yang telah mencapai ketentuan nisab serta haul untuk diserahkan kepada golongan yang berhak. Kewajiban pemindahan kepemilikan ini bertujuan untuk mendistribusikan keadilan ekonomi serta memutus rantai kemiskinan di lingkungan sosial masyarakat.
Dengan demikian, secara terminologi syariat, ibadah ini memiliki aturan baku yang mengikat tata cara pengeluaran kekayaan umat muslim.
Intinya, penjelasan mendalam tentang apa itu zakat dan pengertian zakat juga menekankan fungsinya sebagai instrumen jaminan sosial yang bersifat wajib dalam ajaran Islam. Praktik ini melibatkan penyerahan porsi materi spesifik dari seorang muzakki (pemberi zakat) kepada mustahik (penerima zakat) yang telah ditentukan oleh ketentuan Al-Quran.
Tujuan Zakat
Ibadah harta dalam Islam tidak hanya bernilai ritual, melainkan memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat luas bagi kehidupan manusia. Saat zakat dikelola dengan benar, indahnya berbagi ini tidak hanya menentramkan jiwa yang memberi, tapi juga nyata dalam mengangkat derajat hidup mereka yang menerima.
Berikut adalah beberapa tujuan utama dari syariat zakat:
- Membersihkan Jiwa dan Harta: Menurut Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan dalam laman situs Almanhaj, zakat bertujuan untuk membersihkan jiwa seorang muslim dari sifat kikir, pelit, serta cinta dunia yang berlebihan, sekaligus mendatangkan keberkahan bagi harta yang tersisa.
- Mengentaskan Kemiskinan: Dalam laman BAZNAS dijelaskan bahwa tujuan sosial zakat adalah untuk menanggulangi kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi kaum duafa agar hidup lebih layak.
- Mempersempit Kesenjangan Sosial: Menjadi solusi nyata untuk menjembatani jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga tercipta keadilan distribusi kekayaan di masyarakat.
- Membentuk Kemandirian Mustahik: Mengubah kondisi para penerima zakat melalui penyaluran yang produktif agar mereka mampu mandiri secara finansial dan kelak bisa bertransformasi menjadi pembayar zakat.
- Menjaga Stabilitas dan Keamanan Masyarakat: Menghilangkan rasa iri dan dengki dari hati kaum miskin terhadap kaum kaya, sehingga tercipta lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan penuh persaudaraan.
Hukum Zakat
Ibadah ini pun diatur secara ketat: hukum zakat adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim yang telah memenuhi batas minimal kepemilikan harta (nisab).
Dasar hukum zakat di dalam Islam bersumber langsung dari Al-Quran dan Sunnah sebagai fondasi utama yang tidak tergoyahkan. Menurut Khasanah dkk. (2023, dalam Jurnal Tadhkirah), salah satu landasan paling kuat yang mendasari kewajiban suci ini tertuang dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103.
Peranan Zakat dalam Masyarakat Modern
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang serba cepat dan individualistis, zakat hadir sebagai pengingat akan pentingnya berbagi. Seperti yang dijelaskan dalam laman resmi BAZNAS Kota Yogyakarta, bahwa peran zakat di era modern ini menjadi instrumen penting untuk menciptakan keadilan sosial di tengah kesenjangan ekonomi yang semakin lebar.
Widya Purnama Sari dkk. dalam Jurnal Al-Mikraj, juga menegaskan bahwa zakat adalah cara indah untuk berbagi rezeki kekayaan yang mampu memperkecil jarak antara yang mampu dan yang kurang beruntung. Jadi, ketika kamu menunaikan zakat, kamu tidak sedang mengurangi harta, melainkan sedang membangun jembatan kebaikan untuk sesama.
Penelitian Widya Purnama Sari dkk. di jurnal yang sama memperkuat hal ini dengan menyatakan bahwa zakat profesional yang dikelola secara modern dapat menjadi solusi struktural untuk pemberdayaan ekonomi umat.
Salurkan Bantuanmu Rp28.922.549 Dana Terkumpul
Zakat Penghasilan : Kunci Keberkahan!
Menghidupkan Kepedulian dan Kemudahan Berbagi Bersama Empower by Amartha
Ketika seseorang benar-benar memahami apa itu zakat, ia akan menyadari bahwa ibadah ini bukan hanya soal angka dan perhitungan, melainkan tentang merawat rasa kemanusiaan yang ada dalam dirinya.
Jika merujuk pada pengertian zakat secara menyeluruh, ibadah ini hadir sebagai pengingat di tengah kehidupan yang serba cepat bahwa keberkahan sejati akan tumbuh saat kamu mau berbagi. Melalui penunaiannya, kamu tidak hanya menggugurkan hukum zakat yang bersifat wajib bagi setiap muslim yang mampu, tetapi juga ikut meringankan beban sesama.
Kabar baiknya, kini menunaikan zakat semakin mudah diwujudkan berkat kecanggihan teknologi. Kamu bisa menunaikan kewajiban zakat dengan cepat dan transparan langsung dari genggaman tanganmu melalui Empower by Amartha.
Yuk, jadikan momen ini sebagai langkah nyata untuk berbagi kebahagiaan dan merasakan sendiri kedamaian batin setelah menunaikan amanah suci ini. Klik Empower by Amartha sekarang, karena kebaikan sekecil apa pun yang kamu bagikan akan berarti sangat besar bagi mereka yang sedang menanti uluran tanganmu.
Referensi
Admin. (2025). Memahami Peran Zakat dalam Kehidupan Modern. Diambil kembali dari kotayogya.baznas.go.id.
Chaerunnisa, R., Muchlis, N. A., & Eliza, W. N. (2025). Zakat dalam Islam: Pengertian, Hukum, Jenis, Syarat, dan Ketentuan. Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah.
Diana, R. (2022). Pengaruh Pendapatan, Religiusitas Dan Sosialisasi Terhadap Kepatuhan Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Baznas Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Diambil kembali dari repository.unja.ac.id.
Sari, W. P., Nurhayati, N., & Juliati Nst, Y. S. (2025). Tafsir dan Hadis Zakat: Analisis Normatif dan Relevansi Terhadap. AL MIKRAJ.
Tujuan, Hikmah Dan Keutamaan Zakat. (2015). Diambil kembali dari baznaskaranganyar.com.
Zakat Dalam Islam Kedudukan dan Tujuan-Tujuan Syar’inya. (2019). Diambil kembali dari almanhaj.or.id.
Zakat Mal: Ibadah Spiritual dan Tanggung Jawab Sosial. (2026). Diambil kembali dari suaramuhammadiyah.id.
Pengaju: Empower
403 Donatur
0 hari lagi