Banjir Padang tidak berhenti ketika air mulai surut. Bagi warga yang rumahnya terdampak, kebutuhan dasar tetap harus dipenuhi—mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan yang ikut hanyut terbawa banjir.
Karena itu, pada Kamis, 20 Agustus 2026, Amartha Empower bersama tim relawan lokal menyalurkan bantuan kepada 22 KK terdampak di RT 04, RW 05, Jalan Kampung Tanjung Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Bantuan Disiapkan Sesuai Kebutuhan Warga
Sebanyak 22 paket bantuan disiapkan berdasarkan hasil rapid assessment di lapangan. Setiap paket berisi sembako, perlengkapan dapur, dan selimut untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah banjir.

Proses asesmen juga mempertimbangkan kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan perempuan agar kebutuhan yang paling mendesak tidak terlewat. Bantuan kemudian dikelompokkan, dibeli, dan dikemas sebelum disalurkan.
Menjangkau Warga yang Sering Terlewat
Wilayah ini dipilih karena bantuan sebelumnya cenderung berhenti di area yang mudah dijangkau, terutama di sekitar jalan raya. Koordinasi posko dan antarwilayah yang belum optimal juga membuat distribusi belum merata.
Karena itu, penyaluran bantuan banjir Padang dilakukan dengan melibatkan warga lokal, Fitri Handayani, serta berkoordinasi dengan ketua RT. Langkah ini membantu memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar terdampak dan mencegah penumpukan bantuan pada penerima yang sama.
Satu paket diberikan untuk setiap kepala keluarga agar lebih banyak keluarga dapat merasakan manfaatnya. Sebab, bantuan setelah bencana bukan hanya soal seberapa banyak yang disalurkan, tetapi juga seberapa tepat bantuan itu sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Yuk, bantu teruskan ceritanya. Share artikel ini agar makin banyak yang tahu jika bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan.