Kebiasaan makan yang buruk dapat terjadi karena konsumsi yang kurang atau berlebihan atau tidak terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Mengonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman yang rendah serat atau tinggi lemak, garam, dan gula juga bisa mengakibatkan gizi buruk bagi tubuh.
Kebiasaan makan yang tidak sehat ini dapat memengaruhi asupan nutrisi anak, termasuk protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin dan mineral, serta serat dan cairan. Asupan gizi buruk ini tentunya akan memberikan pengaruh buruk terhadap Kesehatan.

Gizi Buruk merupakan kondisi ketika anak tidak menerima nutrisi penting, mineral juga kalori yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan organ vital dalam jumlah yang cukup. Agar anak bisa menjalani hidup sehat dan terbebas dari penyakit nutrisi menjadi sangat penting. Gizi buruk bisa menyebabkan beberapa gangguan, baik fisik maupun perilaku. Anak-anak yang mengalami gizi buruk rentan terhadap defisiensi yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan penyakit kronis.
Nutrisi yang tepat sangatlah penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Jika anak tidak makan atau mendapatkan kalori dan nutrisi yang tepat, akan timbul masalah ke depannya. Gizi buruk bisa melemahkan sistem kekebalan, membuka celah untuk infeksi dan menunda penyembuhan. Berikut ini adalah lima tanda peringatan gizi buruk pada anak yang harus diwaspadai yang dilansir dari Feeding Matters.
[wecare_plugin slug=’syahreza’]
Tiap anak berat badannya bertambah dengan kecepatan yang berbeda. Jika anak lambat penambahan berat badannya atau mengalami penurunan berat badan, inilah waktunya untuk berkonsultasi dengan dokternya. Untuk menilai apakah anak mengalami gizi buruk tidak cukup dengan hanya dengan melihat si anak. Anak yang kelebihan berat badan juga bisa mengalami gizi buruk.
Setiap anak berbeda, dan anak harus mempertahankan laju pertumbuhannya sendiri. Jika pertumbuhan badan anak lambat atau tidak mengalami peningkatan tinggi badan, ini bisa jadi tanda gizi buruk.
Perhatikan bagaimana anak makan pada waktu makan. Jika mereka hanya menggigit makanannya atau memakan beberapa gigitan saja sebelum akhirnya menyingkirkan makanan, mungkin mereka berisiko mengalami kekurangan gizi. Jika anak tidak tertarik dengan makanan favorit mereka atau mereka mengatakan “saya tidak lapar”, ini adalah tanda untuk segera mencari tahu penyebabnya.
Jika anak mengalami masalah dengan perut, mereka akan kesulitan makan dengan baik. Jika mereka mengatakan tidak bisa makan sama sekali, segera konsultasikan dengan dokter.
Anak-anak tumbuh dan belajar hal-hal baru setiap hari. Jika tingkat aktivitas anak lebih rendah dari biasanya, atau tidur lebih banyak dari biasanya, segera bicarakan hal ini dengan dokter.
Jika kamu melihat salah satu tanda dari 5 tanda di atas pada anak, segera berkonsultasi dengan dokter. Saat ini, banyak anak Indonesia yang mengalami gizi buruk. Mari kita ulurkan tangan untuk membantu pasien tidak mampu yang membutuhkan. Yuk, buka tautan dibawah untuk donasi atau gunakan aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play supaya donasi menjadi lebih mudah!
[wecare_plugin slug=’food-for-share’]
Arora, M. (2018). Malnutrition In Children: Causes, Symptoms & Remedies. Parenting. Firstcry.
ASPEN. (2018). FIVE WARNING SIGNS THAT YOUR CHILD IS MALNOURISHED. Feeding Matters.
Hospital, P. G. (2017). What Are The Diseases Caused By Malnutrition? Parashospitals.
NHS. (2020). Malnutrition.
SAHealth. (t.thn.). The Risks Of Poor Nutrition.