Apakah kamu memiliki tonjolan berwarna cokelat kehitaman di kulit, seperti wajah dan leher? Tonjolan itu disebut kutil yang disebabkan oleh virus papiloma atau disebut juga HPV (human papilloma virus). Sebenarnya, apa sih virus ini? Apakah dia hanya menyerang wajah dan leher saja?
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’shifaul’]
Papiloma adalah virus yang menyerang jaringan epitel. Dalam ilmu patologi, virus ini memiliki kode ICD 10 papiloma. Virus inilah yang bertanggung jawab pada terbentuknya tumor jinak di kulit. Mengingat sifatnya yang jinak, ia tidak akan tumbuh membesar hingga menyebabkan masalah serius dan juga tidak menyebar ke seluruh tubuh. Meski begitu, sentuhan dengan kulit yang telah terjangkit virus juga bisa menjadi penyebab penyebaran virus ini, lho.
Selain sering ditemukan di wajah, kutil juga bisa timbul leher. Papiloma dileher bisa terjadi melalui sentuhan langsung dengan virus lewat perantara tangan. Misalnya, anggaplah A memiliki kutil di wajahnya. Kemudian ia menyentuh kutil yang ditumbuhi papiloma. Setelah itu, tangannya langsung berpindah ke leher. Dengan cara itulah kutil bisa tumbuh di leher.
Kutil yang tumbuh di daerah itu biasanya memiliki ciri-ciri yang sama dengan kutil di wajah. Namun, bisa juga ia berbentuk seperti lipatan kulit atau juga jerawat. Agar tidak tumbuh kutil, kamu perlu melakukan pencegahan, seperti tidak meminjam barang yang dipakai orang yang memiliki kutil.
Selain bisa menjangkiti leher dan wajah, kutil juga bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja. Sejauh ini, kutil bisa tumbuh di bahu, lengan, jari, telapak kaki, kelamin, dan saluran pernapasan. Walaupun tergolong tumor jinak, keberadaan kutil bisa menyebabkan komplikasi yang menimbulkan masalah serius.
[wecare_plugin slug=’siti-sukminah’]
Penanganan penyakit yang diakibatkan oleh virus ini dibedakan berdasarkan tempat dan tingkat keparahannya.
Biasanya kutil yang terlihat di kulit termasuk sebagai tumor jinak dan tidak berbahaya. Berikut ini beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya.
Untuk menghilangkan kutil di payudara, dokter biasanya melakukan operasi eksisi. Setelah diangkat, kutil tersebut akan diperiksa untuk menentukan apakah itu adalah tumor jinak. Prosedur ini biasa disebut biopsi. Operasi pengangkatan ini dilakukan setelah jaringan yang akan diangkat telah mati rasa oleh krim anestesi.
Pengobatan kutil di daerah kelamin sama dengan penanganan kutil di kulit. Pengangkatan bisa dilakukan melalui prosedur operasi atau dengan bantuan bahan kimia.
[wecare_plugin slug=’zyan-fathir’]
Kutil yang tumbuh di permukaan kulit yang sering terlihat biasanya tergolong jinak. Beda halnya dengan kutil yang tumbuh di permukaan kulit yang lembab, seperti rongga mulut dan kelamin, yang jika tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi.
Luka bisa terjadi di lidah, tenggorokan, hidung, atau laring. Khusus untuk laring, jika tidak ditangani dengan serius bisa menyebabkan kematian akibat napas yang tersumbat.
Luka yang tumbuh di bagian laring sering disebut papiloma laring. Ciri-cirinya adalah suara serak, gangguan sistem pernapasan, hingga suara yang tidak terdengar.
Kanker yang biasa muncul akibat kutil adalah kanker serviks dan anus.
Komplikasi ini bisa terjadi pada wanita yang memiliki kutil di rahimnya.
Kutil yang disebabkan oleh virus del papiloma memang bisa disebut tumor jinak. Namun, kutil yang berada di tempat-tempat tertentu nyatanya perlu diberikan perhatian khusus agar tidak mengakibatkan komplikasi.
Di Indonesia, papiloma bukanlah hal baru. Ingin tahu penyakit apa saja yang bisa diderita masyarakat Indonesia? Download WeCare sekarang!
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Alodokter.com. (2019, 13 Mei). HPV. Diakses pada 9 Januari 2020 dari Alodokter.com.
Medicalnewtoday.com (2018, 29 Agustus). Should I Worry About Papilloma?. Diakses pada 9 Januari 2020 dari Medicalnewstoday.com.