Mungkin kita lebih familiar dengan penyakit anemia atau kurang darah. Ada pula jenis anemia yang patut kita waspadai, yakni anemia aplastik. Meskipun hampir terdengar sama, namun anemia aplastik merupakan penyakit yang dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh kita.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’shifaul’]
Anemia aplastik adalah suatu kondisi yang terjadi akibat kelainan pada sumsum tulang, sehingga penderita penyakit ini tidak dapat memproduksi sel darah, baik itu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau ketiganya.
Seperti penyakit anemia pada umumnya, jenis anemia aplastik juga sama bahayanya di saat jumlah darah di dalam tubuh penderita berkurang drastis dan tidak mendapat penanganan. Tak hanya itu, penderita penyakit ini sangat berisiko mengalami infeksi dan juga pendarahan yang tak terkendali karena kurangnya sel darah putih atau leukosit.
Anemia aplastik dapat terjadi pada orang dari berbagai macam usia dan dapat terjadi secara tiba-tiba, Penyebab anemia aplastik yang utama yakni karena sumsum tulang mengalami kerusakan yang dapat memperlambat dan bahkan menghentikan produksi sel darah baru. Sumsum tulang merupakan bagian terpenting di tubuh sebagai tempat produksi sel darah, sehingga kerusakan pada sumsum tulang bisa berakibat fatal..
Penyebab anemia aplastik lebih sering terjadi karena disebabkan oleh gangguan autoimun yang menyerang sumsum tulang. Ada pula faktor resiko lainnya yang berisiko menjadi penyebab anemia aplastik, seperti:
[wecare_plugin slug=’khairul-nisa’]
Gejala anemia aplastik hampir mirip dengan gejala anemia pada umumnya namun bila tidak ditangani dengan serius, maka akan menjadi berbahaya. Berikut ini adalah gejala anemia aplastik yang patut diwaspadai, yaitu:
Maka saat kita mengalami gejala-gejala tersebut, banyak orang yang mengabaikannya karena dianggap hal yang wajar terjadi. Namun bila kondisi semakin memburuk dari hari ke hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien merupakan anemia aplastik atau bukan, maka diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menanyakan keluhan yang dialami, riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan di keluarga pasien. Dokter juga akan melakukan serangkaian tes penunjang, seperti:
Setelah hasil tes tersebut, dokter akan menuliskan kode ICD 10 anemia aplastik yakni D61, bila terbukti bahwa pasien menderita anemia aplastik. Dokter juga akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Pengobatan yang diberikan untuk penderita anemia aplastik tergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Pasien anemia aplastik bisa disembuhkan apabila rutin menjalani pengobatan dan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter. Berikut ini adalah jenis pengobatan untuk anemia aplastik:
Selain menjalani pengobatan yang dianjurkan dokter, penderita anemia aplastik juga harus menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik yang rentan terkena cedera. Penderita juga harus rajin mencuci tangan, vaksin, dan menghindari keramaian untuk mengurangi risiko tertular infeksi dari orang lain.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah makanan untuk penderita anemia aplastik. Mereka harus banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, serta sayur dan buah organik yang bebas dari paparan zat kimia seperti pestisida.
Jika mendapati adanya gejala anemia aplastik pada diri sendiri maupun pada orang terdekat kita, segera ajak untuk menemui dokter secara rutin agar mendapatkan penanganan yang tepat. Perhatikanlah orang di sekitarmu agar dapat membantu mereka yang membutuhkan.
Unduh aplikasi Wecare.id agar kamu dapat membantu siapapun yang membutuhkan hanya dalam sentuhan jari saja! Tak hanya meringankan penderitaan orang lain, namun kamu juga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Aplastic Anemia – Symptoms and Causes. (2020). Mayo Clinic.
Anemia Aplastik. (2020). Alodokter.
Moore, C.A. (2019). Aplastic Anemia – Also Known as Bone Marrow Failure. National Heart, Lung, and Blood Institute.