Sumber foto: istockphoto.com
Ketika merasa nyeri pada tubuh, kamu akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat ibuprofen. Sebenarnya, ibuprofen obat apa sih? Ternyata, ibuprofen adalah obat yang membantu meringankan rasa nyeri dan peradangan pada tubuh, misalnya nyeri karena sakit gigi. Obat ini bisa kamu jumpai dalam bentuk sirup, injeksi, dan ibuprofen 400 mg dalam bentuk tablet, salah satu merek dagangnya adalah proris ibuprofen.
Ibuprofen bekerja dengan menghalangi tubuh untuk merilis prostaglandin, senyawa yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Ketika kamu mengonsumsinya, rasa sakit dan nyeri pada tubuh pun akan berkurang. Obat ini bisa dikonsumsi oleh dewasa maupun anak-anak dengan banyak merek dagang yang bisa kamu beli secara bebas di apotek.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’safarisosial’]
Tidak hanya membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada tubuh, obat ibuprofen juga bisa membantu meringankan demam dan mengatasi gangguan kesehatan patent ductus arteriosus. Meski dijual bebas, obat yang termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid atau NSAID ini tetap perlu perhatian khusus ketika dikonsumsi oleh ibu hamil.
Pasalnya, konsumsi ibuprofen pada ibu hamil termasuk dalam kategori D, yaitu ada bukti positif risiko konsumsinya terhadap janin. Namun, besarnya manfaat terbilang lebih tinggi dibandingkan risikonya, seperti misalnya guna mengatasi kondisi yang membahayakan nyawa. Pun, obat ibuprofen dapat menyerap ke dalam ASI. Artinya, konsumsinya terhadap ibu yang menyusui sudah pasti harus berdasarkan anjuran dokter.
Dosis atau anjuran pakai obat ibuprofen bergantung pada usia dan kondisi medis yang dialami pengidap. Aturan pakai untuk dewasa guna mengurangi peradangan seperti nyeri sendi, nyeri haid, atau penurun panas adalah 200 hingga 800 miligram sebanyak 3-4 kali sehari. Dosis maksimal untuk dewasa adalah sebesar 3,2 gram.
Sementara itu, dosis ibuprofen untuk anak berbeda untuk setiap penyakit yang menjadi penyebabnya. Berikut penjelasannya:
[wecare_plugin slug=’jamkes-prasejahtera’]
Setiap obat, tidak terkecuali ibuprofen, memiliki efek samping. Kamu mungkin akan merasakan perut kembung, mual dan ingin muntah, sakit kepala, demam, sakit maag, dan perubahan pada suasana hati setelah mengonsumsi obat ini.
Beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping yang cukup mengkhawatirkan saat mengonsumsi obat ibuprofen, seperti muntah darah, buang air besar berdarah, leher mengalami kekakuan, gangguan pada fungsi ginjal dan irama jantung, hingga gejala alergi obat (gatal-gatal, sesak napas, dan wajah membengkak).
Jadi, selalu pastikan kamu sudah mengonsumsi obat ibuprofen sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang benar, ya. Hindari mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, karena di luar sana masih banyak pasien yang membutuhkan uluran tanganmu.
Tidak ada salahnya menyisihkan sebagian uangmu untuk membantu meringankan sakit dan beban mereka. Yuk, ikut berdonasi melalui WeCare, atau donwload langsung aplikasi WeCare.id langsung di ponselmu melalui App Store atau Google Store. Berapa pun donasi yang kamu berikan, sudah sangat berarti untuk memberikan harapan baru bagi sesama yang sedang terus berjuang melawan sakitnya.
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Samiadi, L.A. (2020). Ibuprofen. Hellosehat.
Durbin, K. (2020). Ibuprofen. Drugs.com.
Brazier, Y. (2017). What to know about ibuprofen?. Medical News Today.