Sumber foto: pikiran-rakyat.com
Baru-baru ini, mantan atlet voli perempuan Indonesia Aprilia Manganang sempat menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, Aprilia hidup sebagai seorang perempuan selama 29 tahun, ternyata dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Ambiguitas kelamin yang diidap oleh Aprilia ini disebut sebagai hipospadia.
Daftar isi:
[wecare_plugin slug=’alisha-s’]
Hipospadia adalah cacat lahir yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) pada laki-laki berada pada tempat yang tidak normal. Umumnya, letak uretra berada di ujung penis. Namun pada penderita hipospadia, uretra atau lubang kencing berada di bagian bawah penis.
Patofisiologi hipospadia dapat terjadi seiring dengan perkembangan genitalia janin laki-laki semenjak berada di dalam kandungan. Pathaway hipospadia berawal saat penis mulai terbentuk, terdapat hormon yang memicu pembentukan kulup dan uretra. Tapi apabila hormon ini terganggu, maka dapat menyebabkan perkembangan uretra yang tidak normal pada bayi.
Untuk mengetahui ciri-ciri penyakit ini, kita baru dapat mengetahuinya setelah bayi dilahirkan, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik atau dengan melihat kondisi bayi ketika berkemih. Ciri-cirinya adalah:
Meskipun hipospadia tidak berbahaya, namun ada baiknya agar segera ditangani oleh dokter agar penderita tidak kesulitan saat berkemih dan tetap dapat melakukan aktivitas reproduksi secara normal.
[wecare_plugin slug=’sabilil’]
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu kondisi seperti ini pada bayi. Yaitu:
Tak hanya itu, kemungkinan bayi terlahir dengan kondisi hipospadia dapat terjadi apabila ada riwayat keluarga yang pernah mengalami hipospadia atau terlahir secara prematur.
Untuk menangani pasien yang didiagnosis hipospadia, diperlukan operasi untuk memperbaiki posisi uretra di tempat yang semestinya. Operasi hipospadia memang dapat dilakukan kapan saja, namun disarankan agar operasi dilakukan pada saat bayi berusia 6 sampai 12 bulan.
Operasi hipospadia juga dilakukan untuk penis yang bentuknya melengkung ke bawah untuk memperbaiki pertumbuhan kulup yang tidak normal. Ahli bedah mungkin akan mengambil jaringan tubuh dari kulup untuk membuat uretra yang baru, jadi sebaiknya dilakukan sebelum anak disunat.
Setelah menjalani prosedur operasi ini, fungsi penis anak dapat kembali normal. Tapi harus diingat bahwa askep hipospadia harus tetap dilakukan dan wajib kontrol secara rutin ke dokter.
[wecare_plugin slug=’ilham-sandi’]
Untuk melakukan operasi hipospadia agar penis dapat kembali normal, setidaknya diperlukan satu kali operasi. Tetapi ada beberapa kondisi yang membutuhkan lebih dari satu kali operasi untuk memperbaikinya.
Biaya operasi hipospadia pun beragam, tergantung pada pilihan rumah sakit, fasilitas, dan berapa lama rawat inapnya. Selain itu, kamu dapat melakukan operasi hipospadia menggunakan BPJS.
Untuk info lengkapnya, kamu bisa mengecek kode icd 10 hipospadia di BPJS. Kemudian mengikuti alurnya untuk mendapatkan penanganan hipospadia sesegera mungkin.
Kamu juga bisa membantu pasien yang tidak mampu agar mereka lekas sehat dan berkumpul kembali bersama keluarganya. Melalui aplikasi Wecare.id, kamu bisa melakukan donasi hanya melalui ponsel saja!
[wecare_app_banner type=‘1’]
Referensi:
Tim Mayo Clinic. (2018). Diseases & Conditions: Hypospadias. Mayoclinic.
Tim Alodokter. (2021). Hipospadia. Alodokter.