Sebelumnya kita sudah mengenal generasi Y dan generasi Z. Ternyata sesudah huruf terakhir ini, masih ada lagi generasi baru, yaitu generasi Alpha. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan huruf Latin, nama generasi yang baru ini menggunakan huruf Yunani. Siapa yang memberikan nama itu dan mengapa menggunakan nama itu? Yuk simak ulasannya berikut ini.
[wecare_plugin slug=’radhitya’]
Generasi alpha yaitu mereka yang lahir dari tahun 2010 dan seterusnya dan karena itu mereka tumbuh di dunia yang sepenuhnya digital. Kemunculan mereka bahkan bertepatan dengan peluncuran iPad pertama buatan Apple. Pencipta istilah ini adalah Mark McCrindle yang merupakan seorang pendiri perusahaan konsultan Australia McCrindle Research. Menurut penjelasannya nama ini sesuai dengan tata nama ilmiah menggunakan alfabet Yunani dibandingkan alfabet Latin dan tidak ada gunanya kembali untuk A. McCrindle berpendapat mereka ini juga merupakan generasi pertama yang lahir sepenuhnya di abad ke-21. Jadi menurutnya generasi ini merupakan awal dari sesuatu yang baru, bukan kembali ke yang lama”.
Sejak awal generasi ini dikelilingi oleh teknologi sehingga mereka memandang alat digital sebagai sesuatu yang ada di mana-mana dan bukan hanya aksesori yang trendi.
Mereka tumbuh terkoneksi dengan dunia digital dan asyik dengan video dan semua hal visual yang bisa memberikan kelebihan, termasuk literasi digital dan kemampuan beradaptasi yang lebih besar. Namun para ahli memperingatkan bahwa masa kanak-kanak yang ditentukan oleh teknologi juga bisa menciptakan tantangan, seperti rentang perhatian yang lebih pendek dan perkembangan sosial yang tertunda.
Seperti apa sih generasi alpha ini? Berikut ini beberapa fakta tentang generasi alpha yang perlu diketahui oleh para orang tua.
Anak generasi alpha terhubung dengan teknologi secara permanen. Mereka sangat perhatian terhadap teknologi baru sehingga menjadi gaya hidup.
Mereka mandiri dalam hal membuat keputusan sendiri dan mengatur identitas digital mereka dan mereka berharap kebutuhan serta pilihan mereka diperhitungkan.
Video akan jadi format pilihan mereka. Selain itu, video game akan meningkatkan keterampilan visual mereka, meningkatkan koordinasi mata-tangan dan kemampuan untuk beralih tugas dengan mudah.
Karena sangat terhubung dengan teknologi, mereka jadi ahli dalam penggunaan teknologi baru yang memfasilitasi pembelajaran digital mereka dan membuka berbagai kemungkinan.
Keragaman ini hak hanya mengacu pada demografi, seperti etnis dan gender, tetapi juga pada selera, gaya hidup serta sudut pandang.
KURBANESIA: Berbuat kebaikan dan kurban online #dariRUMAHaja!
Keterhubungan mereka dengan teknologi menurut beberapa ahli saraf dan psikolog akan memiliki banyak konsekuensi positif, tetapi juga beberapa konsekuensi negatif yang tidak selalu mempengaruhi semua orang secara sama:
Rentang perhatian dan konsentrasi mereka terganggu karena mereka terbiasa menggunakan beberapa layar sekaligus dan memindai informasi dengan cepat.
Menghabiskan sebagian besar hari dengan gawai mereka baik di rumah atau di luar sehingga mengurangi waktu untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi dengan cara yang lebih tradisional. Bahkan, sosialisasi pun banyak dilakukan secara online.
Berkat teknologi baru, generasi alpha memperoleh beragam keterampilan. Namun perlu ditekankan bahwa dengan berkurangnya penggunaan mainan fisik, perkembangan imajinasi dan kreativitas akan terganggu.
Dalam bukunya iGen, psikolog Jean M. Twenge mencatat ada hubungan antara munculnya smartphone dan media sosial dan peningkatan depresi, kecemasan dan kesepian di masa muda saat ini.
Para orang tua yang memiliki anak-anak yang termasuk ke dalam generasi alpha, mungkin perlu dipertimbangkan kiat-kiat ini pengasuhan berikut ini.
Itulah sekelumit informasi mengenai generasi alpha. Informasi ini bisa membantu para orang tua yang memiliki anak dari generasi ini dalam membesarkan mereka. Sambil terus mempelajari mengenai generasi baru ini, yuk luangkan waktu untuk bantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit yang membutuhkan bantuan dana.
Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
[wecare_plugin slug=’elmeira’]
The Annie E. Casey Foundation. (2020). What is Generation Alpha? Diambil kembali dari aecf.org.
Generation Alpha will lead a 100% digital world. (t.thn.). Diambil kembali dari iberdrola.com.
Pinsker, J. (2020). Oh No, They’ve Come Up With Another Generation Label. Diambil kembali dari theatlantic.com.
Ratnam, G. (2020). Generation Alpha Characteristics and Parenting Tips. Diambil kembali dari parenting.firstcry.com.Understanding Generation Alpha. (2020). Diambil kembali dari mccrindle.com.au.
Sumber Featured Image : Freepik.com