Dermatitis atopik atau lebih dikenal sebagai eksim, merupakan penyakit kulit menahun yang membuat kulit gatal, memerah, pecah-pecah, bahkan bengkak dan meradang. Saking parah gatal yang disebabkan, kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan ketika kita tidur.
[wecare_plugin slug=’kurbanesia2021′]
Memang tidak bisa disembuhkan, tetapi penyakit yang disebabkan oleh peradangan kulit ini bisa diringankan gejalanya. Baca terus untuk mencari tahu caranya, ya!
Daftar isi:
Mengutip Mayoclinic, tidak dibutuhkan tes lab untuk mengidentifikasi penyakit ini. Biasanya, dokter akan membuat diagnosis dengan cara memeriksa kondisi kulit dan meninjau riwayat kesehatan kita. Tes lain mungkin dilakukan untuk mengetahui apakah ada alergi yang menyertai.
Dapat menyerang siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa, eksim atopik kerap muncul di lipatan-lipatan kulit, terutama di dahi, area mata, telinga, lipatan leher, siku bagian dalam, bagian belakang lutut, dan selangkangan.
Pada bayi dan balita, gejalanya adalah kulit memerah, berkerak, dan bersisik di area kulit kepala, pipi, tangan, hingga kaki. Sementara gejalanya pada anak-anak dan dewasa berupa munculnya ruam merah yang amat gatal di area leher, siku, dan lutut. Selain itu, berikut adalah gejala lain yang bisa muncul:
Gejala-gejala di atas lebih sering muncul saat anak memasuki usia lima tahun. Seiring waktu, kondisi ini akan berkurang. Namun, pada beberapa orang dengan riwayat alergi, eksim mungkin akan kambuh sesekali.
Penyebab eksim adalah interaksi multifaktorial, artinya disebabkan oleh gabungan berbagai faktor, terutama keturunan atau genetik dengan lingkungan, imunologi, gangguan fungsi pelindung kulit, serta infeksi.
Pengobatannya difokuskan pada faktor pemicu, termasuk alergen makanan. Dokter biasanya meresepkan antialergi. Efek sampingnya, kamu akan mengantuk dan tidak lagi terganggu pada malam hari karena rasa gatal. Bagi yang memiliki riwayat penyakit lain sebagai penyerta, dokter akan memberikan antibiotik.
Ingat, jaga agar kulit tetap terhidrasi. Caranya, cukupi kebutuhan cairan harian kamu, dan lakukan perawatan menggunakan emolien untuk mencegah iritasi.
Agar tidak mudah kambuh, kamu harus melakukan langkah-langkah pencegahan serta menemukan cara untuk merawat kulit yang sensitif. Ini tipsnya:
Jangan sampai dermatitis atopik mengganggu produktivitas kamu, pencegahan dan perawatan rutin harus dilakukan setiap hari. Kamu juga harus menghidari stres, karena dapat membuat eksim makin parah. Menjadi bahagia mudah, kok. Cek saja WeCare.id, kamu bisa membantu kesembuhan para pasien dengan berdonasi di sana. Yuk bantu mereka, mulai dari Rp1.000 saja di WeCare.id. Kamu juga bisa mengunduh aplikasinya di App Store atau Google Play. Dengan begitu, donasi pun lebih praktis tanpa ribet.
[wecare_plugin slug=’zahidin’]
Referensi:
Adrian, Kevin. Penanganan Dermatitis Atopik dan Cara Mengendalikan Gejalanya. Diakses dari: https://www.alodokter.com/penanganan-dermatitis-atopik-dan-cara-mengendalikan-gejalanya
Halodoc.com. Dermatitis Atopik. Diakses dari: https://www.halodoc.com/kesehatan/dermatitis-atopik
Mayoclinic.org. (2020). Atopic dermatitis (eczema). Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/diagnosis-treatment/drc-20353279