Kamu pasti pernah mendengar tentang gangguan mental. Bila dibiarkan tanpa penanganan, penderita harus menghadapi efek samping yang mungkin muncul, seperti kesulitan mengontrol emosi, kecemasan, hingga depresi.
[wecare_plugin slug=’daruratcovid19′]
Salah satu kondisi yang dapat berbahaya, baik bagi penderitanya atau pun orang lain adalah gangguan kepribadian ambang atau BPD (Borderline Personality Disorder). Apa saja tanda-tanda seseorang memiliki gangguan kesehatan mental ini? Simak ulasan singkatnya berikut!
Daftar isi:
Rentan dialami oleh usia remaja dan awal dewasa, BPD merupakan kondisi seseorang yang suasana hatinya mudah berubah, disertai perilaku impulsif cenderung tidak stabil. Pasien dengan BPD sangat sensitif, mudah cemas, marah, bahkan tidak ragu untuk menyakiti diri sendiri. Tentunya, kondisi tersebut membuat mereka kesulitan menjalani keseharian, termasuk dalam membangun hubungan interpersonal dengan orang lain.
Belum dipastikan pemicu gangguan mental ini, tetapi diperkirakan bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyiksaan atau pelecehan semasa kecil berpotensi besar mengalami BPD. Faktor turunan alias genetik juga disebut punya keterkaitan. Selain itu, menurut penelitian lain, BPD dapat terjadi karena ada kelainan fungsi pada otak, terutama pada bagian yang berfungsi mengatur emosi, impulsif, dan agresi.
Seseorang dapat didiagnosis dengan gangguan mental BPD bila menunjukkan paling tidak lima dari gejala di bawah ini:
Bantu Aksa Bocah 5 tahun Melawan Penyakit Kelainan Darah!
Psikoterapi merupakan pengobatan utama BPD. Bila diperlukan, perawatan dokter dan obat-obatan juga dianjurkan, tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien. Bahkan pada beberapa kasus parah, pengidap gangguan mental ini harus dirawat khusus di rumah sakit demi mencegah kecenderungan melukai diri. Berikut ini beberapa bentuk terapi pengobatan BPD:
DBT mengandalkan pendekatan untuk mengajari pengidap BPD mentoleransi perubahan emosi sekaligus memperbaiki kemampuan bersosial. Dipandu seorang terapis, terapi ini dapat dilakukan sendiri atau berkelompok.
Terapi ini membantu orang dengan BPD untuk mengenali pikiran dan perasaannya dengan menciptakan gambaran alternatif dari kondisi yang dihadapi.
Terapi ini fokus membantu pemahaman emosi dan kesulitan yang dialami dalam hubungan interpersonal melalui pola perilaku yang lebih sehat.
Mengapa BPD perlu diberi perhatian dan diterapi? Penderita gangguan kesehatan mental ini akan memiliki risiko mengalami hidup yang sarat konflik dan memicu stres akut, seperti perpisahan, kehilangan pekerjaan, hingga kematian. Selain itu, gangguan mental lain juga berisiko menyertai, di antaranya:
Bila kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala-gejala BPD (Borderline Personality Disorder) seperti yang disebutkan di atas, segera cari bantuan. Kamu bisa memulainya dengan membicarakan masalah ini kepada orang yang dipercaya dapat membantu, karena tidak semuanya harus dilalui sendiri.
Begitu pun bila kamu ingin membantu orang lain untuk mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Yuk berdonasi! Para pasien di WeCare.id menunggu uluran tanganmu. Unduh aplikasinya di Google Play atau App Store untuk donasi yang lebih mudah.
[wecare_plugin slug=’hadirkan-cahaya’]
Referensi:
Helpguide.org. (2020). Borderline Personality Disorder (BPD). Diakses dari: https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/borderline-personality-disorder.htm
Willy, Tjin. (2018). BPD (Borderline Personality Disorder). Diakses dari: https://www.alodokter.com/bpd-borderline-personality-disorder