Apakah akhir-akhir ini kamu sering merasa cemas berlebihan? Apakah kamu sering memikirkan hal-hal yang mungkin atau mungkin tidak terjadi? Jika seperti itu, mungkin kamu salah satu dari jutaan yang menderita kecemasan.
Kecemasan merupakan perasaan tidak nyaman, seperti takut atau khawatir yang bisa ringan atau berat. Merasa cemas itu adalah hal yang normal. Mungkin kamu merasa cemas atau gugup saat menghadapi masalah di tempat kerja, harus mengikuti wawancara atau tes, bisa juga saat harus membuat keputusan penting. Ternyata kecemasan bisa juga bermanfaat. Misalnya, kecemasan membantu kamu menyadari situasi berbahaya dan memfokuskan perhatianmu sehingga kamu tetap aman.
Namun ada beberapa orang yang sulit mengendalikan rasa cemasnya dan berubah jadi cemas berlebihan. Perasaan cemas yang mereka rasakan lebih konstan dan seringkali dapat mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Kecemasan merupakan gejala utama dari beberapa kondisi, di antaranya:
Kecemasan berlebih dapat mengakibatkan berbagai gejala. Kondisi ini mungkin mempengaruhi bagaimana perasaan kamu secara fisik, mental dan bagaimana kamu berperilaku. Karena kecemasan tidak mudah dikenali merupakan alasan orang bertindak berbeda.
Beberapa orang memiliki kecenderungan lebih rentan terhadap kecemasan. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh faktor asuhan atau genetika. Namun ada juga faktor lain di tempat kerja yang bisa berkontribusi pada siklus cemas berlebihan, di antaranya:
Kecemasan bisa bertahan dan bahkan bisa memburuk jadi cemasan berlebih dikarenakan cara orang merespon kekhawatiran mereka. Orang yang memiliki masalah kecemasan dan tidak diobati cenderung merespon ketakutan mereka dengan mencoba menekan kekhawatiran tersebut. Bisa juga, mencari kepastian bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi atau menghindari situasi yang mungkin memicu rasa takut. Metode ini bisa menjadi bumerang dan memperkuat kecemasan serta menciptakan siklus.
Beberapa kecemasan berlebih mungkin tetap bertahan karena pemikiran yang bias. Pemikiran ini bisa melibatkan perkiraan yang berlebihan mengenai kemungkinan hasil yang buruk atau melebih-lebihkan seberapa buruk hasil yang buruk nantinya.
Beberapa kecemasan berlebih diperkuat oleh pikiran negatif tentang diri sendiri, seperti keyakinan bahwa kamu tidak akan mampu mengatasi ketidakpastian atau hasil yang tidak diinginkan.
Kecemasan juga bisa bertahan bergantung bagaimana seseorang memperoses informasi di lingkungan. Seseorang dengan gangguan kecemasan umum (GAD) bisa secara selektif mendengarkan informasi yang mendukung kekhawatiran dan mengabaikan bukti yang membantahnya. Memori juga bisa selektif.
[wecare_plugin slug=’baznas’]
Seperti yang disebutkan di atas kecemasan adalah suatu hal yang normal. Namun bila sudah berlebihan, kecemasan itu akan mengganggu kehidupanmu. Untuk itu diperlukan cara untuk mengatasinya. Berikut ini rekomendasi cara mengatasi cemas berlebihan:
Kalau kamu selalu menghindari situasi yang membuat kamu takut, mungkin kamu akan berhenti melakukan hal-hal yang kamu inginkan atau perlu lakukan. Kamu tidak akan bisa menguji apakah situasinya selalu seburuk yang kamu sangkakan sehingga kamu kehilangan kesempatan untuk mengetahui cara mengelola ketakutan dan mengurangi kecemasanmu. Masalah kecemasan cenderung meningkat kalau kamu masuk ke pola ini. Membiarkan dirimu berhadapan dengan ketakutanmu bisa jadi cara yang efektif untuk mengatasi perasaan cemas berlebihan.
Coba pelajari lebih jauh mengenai ketakutan atau kecemasanmu. Buat buku harian mengenai cemas berlebihan yang kamu rasakan atau catatan pikiran untuk mencatat kapan hal itu terjadi dan apa yang terjadi. Kamu bisa mencoba menetapkan tujuan kecil yang dapat dicapai untuk menghadapi ketakutanmu.
Tingkatkan waktu yang kamu habiskan untuk olahraga. Olahraga membutuhkan konsentrasi dan ini bisa mengalihkan pikiran dari ketakutan dan perasaan cemas berlebihan.
Mempelajari teknik relaksasi bisa membantu mengatasi perasaan takutmu secara mental dan fisik. Kamu cukup melemaskan bahumu dan bernapas dalam-dalam. Atau bayangkan dirimu berada di tempat yang santai. Kamu juga bisa mencoba mempelajari hal-hal seperti meditasi, yoga, pijat, atau mendengarkan podcast kesehatan mental.
Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran. Coba untuk menghindari mengkonsumsi gula terlalu banyak. Penurunan gula darah bisa mengakibatkan perasaan cemas. Cobalah untuk tidak minum teh dan kopi terlalu banyak karena kafein bisa meningkatkan tingkat kecemasan.
Beberapa orang beralih ke minuman beralkohol saat mereka merasa gugup. Sangat umum bagi orang untuk minum ketika mereka merasa gugup. Beberapa orang menyebut alkohol sebagai ‘Dutch Courage’ atau keberanian yang didapat dari minum minuman beralkohol. Akan tetapi efek samping alkohol bisa membuatmu merasa lebih takut atau cemas.
Beberapa orang merasakan kalau terapi atau latihan pelengkap, seperti meditasi, teknik relaksasi, yoga atau tai chi, membantu mengatasi perasaan cemas berlebihan mereka.
Jika kamu memiliki suatu keimanan atau spiritual, ini bisa jadi cara untuk membuatmu merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri dirimu sendiri. Iman bisa memberikan cara untuk mengatasi stres sehari-hari. Menghadiri aktivitas keagamaan di masjid, gereja, kuil dan lain-lain bisa menghubungkanmu dengan jaringan dukungan yang berharga.
Kecemasan merupakan hal yang wajar dan biasa kamu rasakan sehari-hari. Namun jika perasaan tersebut berubah jadi cemas berlebihan tentunya itu akan sangat menggangu. Mengetahui cara mengatasinya akan sangat membantu. Salah satu aktivitas yang bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan adalah membantu orang lain. Membantu pasien yang kesulitan biaya pengobatan bisa jadi pilihan. Kamu bisa berdonasi untuk mereka dengan cara men-download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Anxiety Disorders. (2020). Diambil kembali dari my.clevelandclinic.org.
Glasofer, D. R. (2021). How to Overcome Anxiety. Diambil kembali dari verywellmind.com.
How to overcome fear and anxiety. (2011). Diambil kembali dari mentalhealth.org.uk.Overcoming anxiety. (2020). Diambil kembali dari health.harvard.edu.
Sumber Featured Image : Victoria_Borodinova dari Pixabay