Kasus penyakit batu kandung kemih di Indonesia masih tinggi, tapi laporan data lengkap profil pasiennya masih belum banyak. Tingginya kasus ini di Indonesia karena terdapat beberapa wilayah yang merupakan daerah stone belt atau sabuk batu. Penyebab penyakit ini menjadi endemi karena diet rendah protein, karbohidrat yang tinggi serta dehidrasi kronik.
[wecare_plugin slug=’Lukman-hakim’]
Istilah medisnya adalah bladder calculi merupakan penyakit yang terjadi karena penumpukan mineral yang terbentuk di kandung kemih. Batu tersebut terbentuk saat urin yang tertahan di kandung kemih menjadi terkonsentrasi. Mineral dalam urin pekat kemudian mengkristal menjadi gumpalan. Gejalanya bisa diketahui ketika gumpalan itu bergesekan dengan lapisan kandung kemih atau menghalangi keluarnya air kecil. Penyakit ini banyak dialami oleh pria yang usianya di atas 50 tahun.
Siapa saja bisa mengalaminya, namun pria di atas 50 tahun kemungkinan risiko terkenanya lebih besar. Sekitar setengah dari pria yang berusia di atas 50 tahun mengalami kondisi yang disebut dengan benign prostatic hyperplasia (BPH) atau Pembesaran Prostat Jinak. BPH mengakibatkan prostat (organ yang berada di bawah kandung kemih pada pria) jadi lebih besar. Pembesaran prostat bisa membuat pengeluaran kandung kemih menjadi sulit. Batu dapat terbentuk saat urin berada dalam kandung kemih terlalu lama.
Selain itu, orang yang mengalami kerusakan saraf seperti cedera tulang belakang yang mempengaruhi kandung kemih juga lebih mungkin untuk mengalaminya. Orang yang sudah menjalani jenis operasi tertentu pada kandung kemihnya (misalnya pembesaran kandung kemih dengan usus), juga berisiko mengalami penyakit ini. Bisa juga diakibatkan oleh batu ginjal yang tidak bisa keluar dari kandung kemih. Ini bisa terjadi pada orang yang mengalami kesulitan mengeluarkan urin dari kandung kemihnya, seperti pria yang menderita BPH. Namun kasus ini sangat jarang terjadi.
Gerakan Peduli Janda Jadi Perempuan Mandiri, Percaya Diri dan Berdaya
Batu ini terbentuk saat urin berada dalam kandung kemih terlalu lama. Kandung kemih merupakan bagian dari sistem kemih tubuh. Saat urin berada terlalu lama di dalam kandung kemih, maka akan menjadi terkonsentrasi. Mineral dalam urin mengeras sehingga membentuk kristal yang menggumpal. Proses ini terjadi saat orang tidak bisa mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Risiko terjadinya penyakit ini bisa dikarenakan beberapa kondisi dan faktor, di antaranya:
Kemungkinan beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala, tetapi beberapa gejala yang paling umum terjadi di antaranya:
Walaupun sebagian besar batu kandung kemih harus diangkat, pasien bisa mencoba meningkatkan produksi urin dengan cara minum 6 sampai 8 gelas air atau lebih per hari. Ini bisa membantu batu keluar dari tubuh secara alami.
Pengangkatan batu kandung kemih bisa dilakukan dengan sitoskop, melalui extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL), yang memecah batu memakai gelombang ultrasonik, atau dengan operasi terbuka.
Karena umumnya adalah kondisi sekunder, yaitu diagnosis yang mengiringi diagnosis utama, kalau penyebab utama batu tidak ditangani, masalah bisa muncul kembali. Batu yang tidak diobati juga bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih atau kerusakan pada ginjal atau kandung kemih.
Mungkin kamu pernah mengalami sakit saat buang air kecil atau sering buang air kecil, itu bisa jadi salah satu tanda dari penyakit batu kandung kemih. Meski umum terjadi pada pria, penyakit ini bisa juga terjadi pada wanita. Oleh karena itu pastikan kamu mengkonsumsi air yang cukup. Bukan air yang bersoda atau mengandung gula, ya. Untuk kamu yang ingin membantu pasien dengan penyakit ini dan penyakit lainnya yang mengalami kesulitan biaya pengobatan, caranya mudah, kok. Cukup download aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Bladder stones . (2007). Diambil kembali dari nhs.uk.
Bladder Stones (Bladder Calculi) . (2020). Diambil kembali dari my.clevelandclinic.org.Bladder Stones. (2021). Diambil kembali dari cedars-sinai.org.