Salah satu aktris Indonesia, Luna Maya, dikabarkan melakukan pembekuan sel telur atau egg freezing, yang juga disebut dengan mature oocyte cryopreservation. Tak hanya Luna Maya, artis luar, seperti Kim Kadarshian, Kourtney Kadarshian dan Paris Hilton juga melakukannya. Luna Maya melakukan prosedur ini sebelum dia berusia 40 tahun supaya dia bisa menjadi ibu di masa yang akan datang.
Beberapa orang melihat pembekuan sel telur ini sebagai cara untuk menghentikan jam biologis, memperluas pilihan reproduksi dan melestarikan telur yang lebih muda juga mungkin lebih sehat. Bagi wanita yang ingin memperpanjang usia subur mereka, proses ini menjadi pilihan yang menarik.
Sebenarnya apa itu egg freezing atau pembekuan sel telur? Seberapa besar kesuksesannya? Dan bagaimana cara melakukannya?
Daftar isi:
Egg freezing yaitu metode menyimpan sel telur wanita yang tidak dibuahi untuk memungkinkan wanita tersebut hamil di kemudian hari. Proses ini dapat dilihat sebagai cara untuk menjaga kemungkinan kesuburan bagi wanita yang tidak dalam posisi bisa segera hamil atau yang kesuburannya berisiko karena alasan medis misalnya pengobatan kanker.
Sel telur yang beku bisa disimpan selama bertahun-tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Ketika wanita tersebut siap untuk menggunakan sel telurnya, maka akan dihangatkan dan kemudian dibuahi dengan sperma. Tujuannya yaitu supaya sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio, yang kemudian bisa dipindahkan ke rahim wanita sehingga memberikan peluang untuk hamil.
[wecare_plugin slug=’cucu-aisyah’]
Alasannya sangat beragam. Beberapa wanita memilih prosedur ini karena mereka mempunyai alasan medis, misalnya pengobatan kanker yang bisa menjadi racun untuk ovarium dan mengakibatkan menopause dini. Namun, tidak semuanya karena alasan medis. Ada juga yang melakukan prosedur ini karena mereka belum memiliki pasangan. Alasan lainnya karena karier dan sekolah.
Sebelum melakukan pembekuan sel telur, ada pemeriksaan wajib yang harus dilakukan oleh seorang wanita, yaitu:
Prosedur pembekuan sel telur memiliki beberapa langkah, yaitu:
Setelah pengambilan telur yang tidak dibuahi, telur dibekukan sampai suhu di bawah nol derajat (-196 derajat). Hal ini dilakukan untuk menghentikan semua aktivitas biologis yang terjadi di dalam telur. Telur-telur tersebut kemudian diawetkan untuk digunakan di kemudian hari.
Setelah prosedur pembekuan sel telur:
Bantu Kami Untuk Membangun SEKOLA (Sentra Kelola Sampah)
Peluang kehamilan dari transfer embrio sangat bergantung pada usia wanita ketika embrio dibuat. Prosedur menggunakan telur yang diambil dari orang berusia 35 tahun atau lebih muda mempunyai peluang tertinggi untuk bisa hail. Lebih dari 95% embrio beku bertahan dari proses pencairan.
Apakah kamu juga tertarik dengan prosedur pembekuan sel telur seperti yang dilakukan Luna Maya dan artis-artis lainnya? Jika kamu tertarik, waktu yang baik untuk melakukan prosedur ini menurut New York Infertility Institute adalah di akhir 20-an atau awal 30-an. Namun, jika kamu didiagnosis menderita penyakit yang bisa menurunkan kualitas dan kuantitas telurmu, mungkin lebih baik kamu membekukan telur lebih cepat. Sambil memikirkan baik buruknya proses ini, kamu bisa meluangkan waktu untuk membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Caranya mudah, cukup dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Referensi
Christianson, M. (2021). Freezing Embryos. Diambil kembali dari hopkinsmedicine.org.
Egg freezing. (2016). Diambil kembali dari fortishealthcare.com.
Egg freezing. (2019). Diambil kembali dari .ivf.com.au.
McHaney, S. (2014). 7 things every woman should know before freezing her eggs. Diambil kembali dari pbs.org.
What Is the Best Age to Freeze Your Eggs? (2020). Diambil kembali dari nyfertility.org.
Sumber Featured Image : Thomas Breher dari Pixabay