Istilah induksi bisa dijumpai di beberapa bidang seperti fisika, logika, maupun dalam persalinan. Masing-masing bidang memiliki definisi tersendiri mengenai induksi. Artikel ini secara khusus akan membahas induksi dalam persalinan. Apa itu induksi dalam persalinan?
Daftar isi:
Dalam proses persalinan, induksi adalah upaya menstimulasi kontraksi rahim agar bisa melahirkan lebih cepat sebelum kontraksi alami terjadi. Hal ini dilakukan jika ibu hamil mengalami kondisi tertentu yang berkaitan dengan kesehatan diri dan bayinya.
Induksi persalinan tidak bisa serta merta dilakukan pada ibu hamil. Upaya ini hanya dilakukan jika ibu hamil mengalami kondisi tertentu yang dapat membahayakan bayinya apabila tetap berada dalam kandungan. Jika kamu seorang ibu hamil, kamu mungkin akan ditawarkan untuk menjalaninya apabila mengalami kondisi berikut.
Jika kamu menderita penyakit seperti kencing manis, hipertensi, atau kolestasis intrahepatik pada kehamilan, serta penyakit tersebut diperkirakan dapat berpengaruh buruk pada bayi, dokter mungkin akan menawarkan metode ini.
Jika kamu belum juga melahirkan normal dalam 42 minggu usia kehamilan, kamu perlu waspada karena kondisi tersebut bisa mengancam bayimu. Karenanya, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani induksi persalinan agar bayi bisa segera lahir.
Jika air ketuban pecah tetapi kamu tidak mengalami kontraksi, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan prosedur induksi. Sebab jika dibiarkan, bayi akan lebih berisiko terkena infeksi.
Kendati demikian, cara ini dilakukan tergantung pada usia kehamilan. Karena jika terlahir prematur, bayi akan rawan mengalami gangguan tumbuh kembang. Untuk itu, induksi hanya dilakukan jika itu memang jalan terbaik.
Tak Punya Biaya, Seorang Ibu Menunggak Biaya Persalinan Buah Hatinya!
Jika kamu ibu hamil yang disarankan menjalani induksi, ada beberapa metode yang bisa kamu jalani untuk melakukan induksi. Metode tersebut dipilih berdasarkan kondisi dan masalah yang kamu alami.
Cara ini dilakukan dokter/bidan dengan memisahkan lapisan kantung ketuban dengan leher rahim secara manual menggunakan jari. Dengan cara ini, pelepasan hormon prostaglandin akan terjadi sehingga memicu terjadinya persalinan.
Metode ini dilakukan dengan cara mematangkan leher rahim agar siap untuk persalinan. Cara mematangkan rahim bisa dilakukan dengan pemberian obat atau menggunakan kateter. Pemberian obat bisa dilakukan dengan cara diminum atau dimasukkan ke dalam vagina. Sedangkan jika menggunakan kateter, kateter yang mengandung larutan garam dimasukkan ke dalam leher rahim.
Jika kamu menunggu lama untuk mengalami persalinan, sementara leher rahim sudah terbuka beberapa sentimeter dan kepala bayi sudah berada di panggul, induksi bisa dilakukan dengan memecah air ketuban.
Induksi bukanlah upaya yang bebas dari risiko. Beberapa risiko berikut bisa saja terjadi jika kamu menjalani induksi persalinan:
Induksi adalah upaya yang bermanfaat karena bisa menyelamatkan bayi, tetapi juga memiliki beberapa risiko yang berbahaya. Untuk itu, kamu harus berkonsultasi dengan dokter terkait hal ini. Induksi persalinan bisa dilakukan atas saran dokter bukan sekadar kemauanmu sendiri.
Bicara tentang persalinan, di luar sana ada cukup banyak wanita yang kesulitan membayar biaya persalinan karena kurang mampu. Mereka membutuhkan uluran tanganmu. Yuk, bantu mereka dengan berdonasi lewat WeCare.id.
[wecare_plugin slug=’lilik-yuliastini’]
Referensi
Makarim, F. R. (2020, September 21). Kapan Induksi Persalinan Dilakukan pada Ibu Hamil?. halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/kapan-induksi-persalinan-dilakukan-pada-ibu-hamil
Alodokter. (2021, March 12). Prosedur Induksi Persalinan untuk Mempercepat Kelahiran. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/proses-induksi-untuk-mempercepat-persalinanSetiaputri, K. A. (2021, November 22). Induksi Persalinan: Kapan dan Bagaimana Dilakukannya?. hellosehat. Retrieved from https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/apa-kapan-induksi-persalinan-proses/