Melansir laman situs Kementerian Kesehatan RI, Indonesia merupakan penghasil tembakau keenam di dunia sesudah Cina, Brazil, India, Amerika Serikat, dan Malawi. Ternyata Indonesia juga tak hanya menjadi penghasil tembakau terbesar, tapi juga menjadi salah satu negara dengan jumlah perokok aktif yang terbanyak di dunia. Menurut Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Indonesia berada di peringkat ketiga setelah Cina dan India. Tak mengherankan jika kita banyak terpapar kepulan asap rokok.
Paparan asap rokok, bahkan untuk waktu yang singkat, bisa berbahaya bagi orang dewasa juga anak-anak. Umumnya orang terpapar asap berbahaya ini di rumah, tempat kerja, juga di tempat umum seperti kendaraan dan restoran.
Anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa dan mereka juga menghirup lebih banyak bahan kimia ketika terpapar asap rokok. Karena itu memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami:
Anak-anak yang orang tuanya merokok bisa juga mengalami kesulitan belajar. Selain itu, pertumbuhan mereka juga bisa lebih lambat dan tubuh mereka bisa lebih pendek dibandingkan anak-anak dari orang tua yang tidak merokok. Anak-anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk menjadi perokok seperti orang tuanya. Ini tentunya membahayakan kesehatan jangka panjang mereka.
Alami Kelainan Darah Sejak Lahir, Daren Harus Transfusi Selama Hidupnya!
Apabila seorang wanita hamil menghirup asap rokok, bayi dalam kandungannya juga terkena bahan kimia yang terkandung dalam asap. Baik perokok aktif atau perokok pasif, keduanya memiliki dampak serius terhadap bayi yang sedang berkembang. Wanita yang merokok memiliki risiko lebih besar mengalami kehamilan ektopik, yaitu hamil di luar kandungan.
Risiko kesehatan untuk ibu yang merokok saat sedang hamil di antaranya peningkatan risiko:
Apabila seorang wanita hamil yang tidak merokok terpapar asap rokok di rumah, maka hal tersebut bisa meningkatkan risiko untuk:
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa aerosol (uap) juga berbahaya. Aerosol memiliki kandungan nikotin dan zat yang berpotensi berbahaya, seperti logam berat dan nitrosamin khusus tembakau. Paparan asap vape bisa menyebabkan serangan asma lebih sering bagi para penderita asma dan kemungkinan memiliki bahaya kesehatan lainnya yang belum diketahui.
Cara paling penting untuk melindungi anak dari paparan asap rokok adalah berhenti merokok dan mendukung orang dewasa lain di keluarga kita untuk berhenti merokok. Cara ini bisa mengurangi anak terpapar asap berbahaya tersebut. Dengan berhenti merokok juga memberikan anak panutan untuk tidak merokok.
Bila belum siap untuk berhenti, atau apabila ada orang lain di rumah yang merokok, masih ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi paparan anak terhadap asap.
Jangan pernah merokok di dalam mobil yang terdapat anak-anak di dalamnya. Walaupun jendela mobil dibuka, hal tersebut tidak cukup untuk menghentikan asap yang mempengaruhi anak-anak. Satu-satunya cara untuk melindungi anak-anak dari paparan asap adalah memastikan rumah kita bebas asap rokok.
[wecare_plugin slug=’siti-awaliayah’]
Itulah informasi seputar bahaya paparan asap rokok bagi anak. Tak hanya anak, bayi dalam kandungan pun bisa terkena dampak dari paparan asap tersebut. Karena itu, lindungi anak dari paparan asap dengan menghindari orang-orang yang merokok maupun lingkungan yang penuh dengan asap berbahaya tersebut.
Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh rokok adalah kanker paru-paru. Menurut WHO, Indonesia berada di peringkat ketiga untuk jumlah penderita penyakit tersebut. Di antara mereka adalah perokok pasif yang terkena paparan asap rokok dari orang-orang sekitar. Para penderita kanker paru-paru tersebut ada yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Jika ingin membantu, kita bisa berdonasi melalui WeCare.id. Caranya dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Indonesia sebagai Negara penghasil tembakau terbesar keenam. (2018). Diambil kembali dari p2ptm.kemkes.go.id.
Passive smoking. (2017). Diambil kembali dari betterhealth.vic.gov.au.
Second-hand smoke and third-hand smoke: effects on children. (2021). Diambil kembali dari raisingchildren.net.au.
Smoking and tobacco and children. (2020). Diambil kembali dari health.gov.au.
The Dangers of Secondhand Smoke. (2016). Diambil kembali dari healthychildren.org.The Harmful Effects of Second-hand Smoke. (2022). Diambil kembali dari healthlinkbc.ca.
SUmber Featured Image : Ralf Kunze dari Pixabay