Sering kali anak yang bertubuh pendek dikatakan sebagai faktor keturunan. Padahal faktor genetik pengaruhnya paling kecil dalam tumbuh kembang anak. Kemungkinan yang terjadi adalah anak tersebut mengalami stunting.
Istilah ini mungkin belum dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis. Penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan. Anak akan memiliki tinggi badan pendek dari standar usianya.
Stunting terjadi semenjak bayi berada di dalam kandungan. Setelah lahir dan berusia dua tahun, barulah kondisi tersebut akan terlihat. UNICEF mendefinisikan kondisi lambat dan berhentinya pertumbuhan anak ini sebagai persentase anak-anak berusia 0 – 59 bulan, yang memiliki tinggi badan di bawah minus (stunting sedang serta berat) juga minus tiga (stunting kronis) berdasarkan standar ukuran pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO.
Tak hanya pertumbuhannya saja yang terhambat, akibat dari stunting juga mempengaruhi perkembangan otak anak. Perkembangan otaknya jadi tidak maksimal, sehingga kemampuan mental serta belajarnya jadi kurang. Selain itu, anak juga mengalami prestasi yang buruk di sekolah.
Masyarakat lebih mempercayai faktor genetik sebagai penyebab anak menjadi pendek. Padahal persentase genetik untuk tumbuh kembang anak tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (ekonomi, budaya, sosial, politik) serta pelayanan kesehatan. Artinya, masalah gangguan pertumbuhan anak ini merupakan sebuah masalah yang dapat dicegah.
Pencegahan stunting juga menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Tujuan dari upaya ini adalah untuk membuat tumbuh kembang anak-anak Indonesia optimal dan maksimal dengan dibarengi oleh kemampuan emosional, sosial, serta fisik yang siap untuk belajar. Selain itu, diharapkan juga anak-anak Indonesia mampu melakukan inovasi dan berkompetisi hingga ke tingkat global.
[wecare_plugin slug=’generasimaju’]
Faktor penyebab stunting tidak hanya karena kurang gizi, tapi ada faktor-faktor lain yang juga ikut menyebabkan kondisi ini, di antaranya:
Stunting tidak terjadi secara langsung. Perkembangannya merupakan sebuah proses yang lambat, kumulatif serta bukan berarti asupan makanan yang diberikan sekarang ini tidak memadai. Gagalnya pertumbuhan bisa terjadi dari semenjak dulu.
Gejala Stunting di antaranya:
Salah satu pencegahan stunting adalah perbaikan pola makan. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang lambat atau berhenti adalah akses terhadap makanan yang rendah dari segi jumlah serta kualitas gizi. Selain itu makanan sering kali tidak beragam.
Salah satu program pemerintah untuk mencegah stunting adalah program “Isi Piringku.” Program ini adalah menggambarkan porsi makan dalam satu piring yang dikonsumsi. Makanan tersebut terdiri dari 50 persen buah serta sayur, dan 50 persen sisanya berisi karbohidrat serta protein. “Isi Piringku” juga mengampanyekan pembatasan gula, garam, serta lemak di dalam konsumsi sehari-hari.
Kampanye “Isi Piringku” juga memberikan penekanan pada membatasi gula, garam, dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Tiap anak mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda-beda disesuaikan dengan umur serta kondisi fisiologis tertentu. Akan tetapi, semakin besar anak, maka kebutuhan gizi mereka pun semakin tinggi. Untuk mencegah stunting, porsi yang pas dalam satu piring adalah sebagai berikut:
Pedoman “Isi Piringku” juga bisa membantu dalam menjaga imun tubuh karena sayuran dan buah-buahan mempunyai antioksidan yang tinggi. Selain itu, kedua makanan tersebut memiliki kandungan serat tak larut sehingga bisa membantu dalam meningkatkan prebiotik serta imun tubuh.
Alami Cacat Lahir pada Kerongkongannya Hingga Gizi Kurang, Habib Butuh Pertolongan Segera!
Memberikan makanan sehat agar anak terhindar dari stunting membutuhkan cara khusus supaya anak mau mengonsumsi makanan yang diberikan. Berikut di antaranya:
Itulah cara pencegahan stunting dengan perbaikan pola makan. Pemerintah sudah turun tangan untuk mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan program “Isi Piringku.” Para orang tua jangan lupa untuk memperhatikan isi piring anak ketika memberikan makanan kepada anak agar anak tidak mengalami pertumbuhan yang lambat atau terhenti.
Di luar sana banyak anak-anak yang mengalami stunting, kita bisa membantu mereka dengan memberikan donasi melalui WeCare.id. Caranya yaitu bisa dengan mengunjungi situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
P2PTM Kemenkes RI. (2018).Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Diambil kembali dari p2ptm.kemkes.go.id.
Cegah Stunting Pada Anak dengan Perbaikan Pola Makan. (2021). Diambil kembali dari herminahospitals.com.
Chandra, S. (2022). Mencegah Stunting lewat Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh, dan Sanitasi. Diambil kembali dari popmama.com.
Wajokab. (2022). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Diambil kembali dari wajokab.go.id.
Sumber Featured Image : Photo by form PxHere