Sepertinya setiap orang pernah merasa cemas tentang suatu hal dalam hidupnya. Misalnya saja tentang pekerjaan, keuangan, kesehatan, atau hubungan. Rasa cemas atau anxiety adalah respons alami terhadap pasang surut kehidupan.
Faktanya anxiety adalah rasa cemas yang bisa memiliki beberapa manfaat. Kecemasan bisa membantu memotivasi diri untuk berusaha lebih keras ketika terjadi sesuatu yang penting, contohnya melindungi diri ketika ada ancaman dengan cara berlari. Namun rasa cemas bisa dengan cepat berubah dari sesuatu yang bermanfaat menjadi perusak saat anxiety itu menunjukkan gejala fisik bahkan ketika tidak ada ancaman langsung atau bahaya.
[wecare_plugin slug=’annasya’]
Kecemasan atau anxiety adalah perasaan gelisah, cemas, khawatir dan takut yang bisa muncul dalam situasi tertentu. Ketika kamu merasa cemas, mungkin kamu memperhatikan bahwa pikiran dan perilakumu berubah. Selain itu, kamu mulai mengalami gejala fisik yang tidak kamu rasakan ketika kamu berada dalam kondisi rileks.
Anxiety adalah hal yang normal untuk dialami dari waktu ke waktu. Kamu mungkin merasa cemas ketika berbicara dengan seseorang yang kamu sukai, melakukan presentasi di hadapan klien, saat mengikuti ujian, ketika berbicara di depan banyak orang atau pergi ke tempat konflik.
Sesekali merasa cemas adalah hal yang normal. Akan tetapi, jika muncul tanda dan gejala berulang seperti berikut ini bisa mengarah pada diagnosis gangguan kecemasan atau anxiety disorder:
Anxiey adalah hal yang normal, namun menjadi sebuah masalah ketika menjadi luar biasa atau tak terkendali dan muncul secara tidak terduga. Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah gangguan kesehatan mental yang berdampak besar pada hidup. Banyak orang menyadari bahwa kecemasan yang mereka rasakan tidak didasarkan pada kenyataan. Namun, mereka merasa ‘terjebak’ oleh pikiran serta perasaan mereka. Anxiety disorder bisa diobati. Penting untuk segera mencari bantuan profesional kesehatan mental apabila kamu kerap merasa cemas dan khawatir.
Anxiety yang normal:
Ketika seseorang mengalami anxiety disorder:
Mengidap Sindrom Down, Anak dari Supir Angkot Tak Punya Biaya untuk Berobat!
Anxiety adalah gangguan yang kompleks. Sekarang ini banyak beberapa tes penilaian diri yang tersedia di internet untuk mendiagnosis anxiety secara mandiri. Akan tetapi, diagnosis yang akurat dan menyeluruh hanya bisa dilakukan oleh dokter karena ada beberapa jenis kecemasan yang juga bisa berhubungan dengan kondisi medis lainnya.
Ketika kamu merasa cemas, khususnya saat perasaan yang kamu rasakan terasa parah, kamu akan mudah membuat asumsi kalau dirimu mengalami anxiety disorder. Kesimpulan itu kamu dapatkan setelah membaca informasi atau mengikuti tes yang tersedia di internet atau media sosial. Sebenarnya, mencoba menggali informasi tentang anxiety adalah hal yang bagus, bahkan kamu pun bisa mencari tahu daftar gejala untuk mengetahui apakah kamu mempunyai gejala kecemasan. Namun, kamu tidak boleh menggunakan informasi tersebut untuk mendiagnosis apakah dirimu mengalami anxiety. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan, di antaranya:
Anxiety atau rasa cemas memang hal yang normal dirasakan banyak orang ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Namun, anxiety akan menjadi sebuah masalah jika menjadi sering terjadi. Apabila itu terjadi segeralah berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental dan jangan mencoba mendiagnosis sendiri.
Seth J. Gillihan, Ph.D, seorang psikolog berlisensi, menulis dalam laman situs psychologytoday. Dia mengatakan bahwa membantu orang lain tak hanya membuat orang lain merasa lebih baik tapi juga diri sendiri. Hal ini membantu orang tersebut dengan perasaan depresi dan anxiety-nya. Kamu bisa mencoba meringankan anxiety-mu dengan membantu pasien yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Caranya mudah dan cepat. Kamu bisa mengunjungi situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Can You Self Diagnose Anxiety? (2022). Diambil kembali dari forhers.com.
Radhakrishnan, R. (2021). Can You Self-diagnose Anxiety? Diambil kembali dari medicinenet.com.
Canadian Mental Health Association. (2020). What’s the difference between anxiety and an anxiety disorder? Diambil kembali dari heretohelp.bc.ca.
Sumber Featured Image : Gino Crescoli dari Pixabay