Sebuah unggahan video di TikTok viral di media sosial karena memberitakan seorang balita yang terdiagnosis terkena pneumonia. Diketahui balita tersebut terpapar asap rokok yang menempel di pakaian orang tuanya, yang dikenal dengan istilah Thirdhand-Smoke.
Thirdhand Smoke merupakan residu yang tersisa sesudah rokok dipadamkan. Residu asap bisa menempel pada debu, rambut, jok mobil, furnitur, karpet, atau pakaian.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Yale menunjukkan bahwa orang bisa membahayakan orang lain karena asap rokok yang menempel di tubuh serta pakaian mereka. Asap rokok tersebut kemudian dilepaskan ke lingkungan bebas rokok sehingga menyebabkan orang di sekitarnya terkena efek buruk dari rokok seperti kasus pada balita yang terkena pneumonia.
Drew Gentner dan tim peneliti dari Yale menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa thirdhand smoke ini bisa menyebar dalam jumlah besar ke dalam ruangan lingkungan bebas rokok melalui manusia. Bahkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa bila seseorang berada di ruangan bebas rokok, orang tersebut masih bisa terpapar banyak senyawa kimia berbahaya yang membentuk asap rokok.
Asap rokok di ruangan bebas rokok bisa dibawa oleh orang yang memasuki ruangan bebas rokok tersebut. Hasil studi ini telah diterbitkan pada 4 Maret 2020 di Science Advances. Maka tak mengherankan jika balita dalam video TikTok tersebut pun bisa terkena pneumonia.
[wecare_plugin slug=’alvino-rf’]
Inilah fakta penting mengenai thirdhand smoke:
Anak-anak paling berisiko terkena thirdhand smoke. Menurut Humberto Choi, MD, seorang ahli paru dari Cleveland Clinic, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap asap rokok karena asap rokok tersebut bisa menempel di permukaan seperti lantai dan pakaian mereka juga benda-benda lainnya yang ada di rumah.
Yang paling rentan sekali adalah anak-anak yang masih sangat kecil yang sering menyentuh benda dan kemudian memasukkan tangan mereka ke dalam mulut. Mereka bisa menghirup partikel lama melalui proses yang dinamakan off-gassing, yaitu pelepasan bahan kimia ke udara, bahan kimia dalam bentuk asap.
Anak-anak juga bisa menyerap beberapa bahan kimia thirdhand smoke langsung melalui kulit tangan mereka. Semua hal tersebut bisa membuat tingkat paparan mereka terhadap bahan kimia beracun menjadi sangat tinggi.
Anak-anak yang terkena paparan asap rokok beresiko terkena penyakit pernapasan dan infeksi, termasuk asma, bronkiolitis, serta pneumonia. Selain itu, senyawa yang terkandung di dalam asap rokok juga diketahui bersifat genotoksik, yang artinya bisa merusak DNA di dalam sel jaringan yang terpapar.
Melansir laman situs Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, Georg E. Matt, Ph.D, profesor dari Universitas San Diego sekaligus direktur Thirdhand Smoke Resource Center, menyebutkan bahwa campuran pada thirdhand smoke dapat memengaruhi semua sistem organ.
Hal tersebut terjadi karena campuran thirdhand smoke adalah campuran yang sangat kuat dari berbagai senyawa. Itulah mengapa dia dan para ahli lainnya sangat mengkhawatirkan anak-anak. Sistem organ anak-anak masih berkembang. Selain itu, pertahanan tubuh mereka juga belum berkembang sebaik orang dewasa.
Seperti halnya debu yang tercemar yang membawa serpihan timbal pada cat, residu yang ditinggalkan asap rokok tidak menguap atau menghilang dengan cepat dan berubah menjadi bahan yang tidak berbahaya. Residu tersebut tetap ada sampai tempat atau benda yang terpapar tersebut dibersihkan, dicuci, atau dihilangkan.
Matt juga menyebutkan hasil studi sebelumnya. Timnya mendeteksi keberadaan asap rokok di rumah orang yang tidak merokok delapan tahun setelah kematian pasangan pemilik rumah tersebut yang seorang perokok.
Hasil penelitian yang diterbitkan tahun 2021 di Environmental Research menemukan bahwa nikotin dari asap rokok bereaksi dengan asam nitrat, ozon, dan formaldehida (formalin) menghasilkan karsinogen, yaitu senyawa yang bisa menyebabkan kanker.
Alami Jantung Bocor dan Paru-Paru dipenuhi oleh Flek, Aluna Butuh Pertolonganmu Segera!
Agar anak-anak tidak sampai terkena pneumonia karena asap rokok, berikut ini cara khusus untuk melindungi mereka:
Begitu mengerikannya akibat dari thirdhand smoke khususnya terhadap anak-anak. Karena tubuh mereka masih berkembang dan sistem kekebalannya belum sekuat orang dewasa, maka mereka sangat rentan terkena penyakit-penyakit yang serius seperti pneumonia. Meski disarankan untuk merokok di luar rumah, tapi solusi terbaik untuk menyelamatkan anak-anak adalah dengan berhenti merokok.
Banyak pasien anak-anak di luar sana yang mengalami penyakit serius karena paparan asap rokok secara langsung maupun berupa residu. Di antara anak-anak tersebut ada orang tuanya yang tak mampu membiayai pengobatan mereka. Kita bisa membantu mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id. Bisa berdonasi lewat situs webnya atau cukup unduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
How Parents Can Prevent Exposure to Thirdhand Smoke. (2018). Diambil kembali healthychildren.org.
Many Children Still Exposed to Tobacco Smoke Pollution Even in ‘Smoke-Free’ Homes. (2022). Diambil kembali scienceblog.cincinnatichildrens.org.
Olsson, R. (2022). What Is Thirdhand Smoke and Why Your Child May Be at Risk. Diambil kembali bannerhealth.com.
The Dangers of Thirdhand Smoke — Especially to Children and Those Who Don’t Smoke. (2021). Diambil kembali health.clevelandclinic.org.
Weir, W. (2020). Third-hand smoke is no joke, can convey hazardous chemicals. Diambil kembali news.yale.edu.
Sumber Featured Image : Andres Siimon on Unsplash