Kesemutan merupakan hal yang kerap kita alami terutama bila kita melipat bagian tubuh terlalu lama, seperti kaki atau tangan. Kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya. Bila kondisi ini kerap terjadi secara berulang tentunya ini akan sangat mengganggu dan bisa jadi ini merupakan gejala neuropati perifer.
Belum bisa Bicara dan Berjalan akibat Lumpuh Otak, Alfin Mengharapkan Pertolonganmu!
Neuropati atau Neuropati perifer yang juga disebut neuropati saraf tepi, merujuk pada kerusakan atau gangguan pada sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf-saraf yang terhubung dengan otak dan sumsum tulang belakang, dan berfungsi mengirimkan sinyal sensorik (seperti rasa, sentuhan, dan suhu) serta sinyal motorik (untuk menggerakkan otot) antara organ tubuh dan sistem saraf pusat.
Gangguan saraf ini bisa berkisar dari ringan hingga parah. Kondisi ini dapat melemahkan otot atau membatasi sensasi pada lengan, tangan, atau kaki. Kemungkinan gangguan syaraf ringan tidak terdiagnosis. Neuropati yang lebih serius bisa memengaruhi berjalan, bernapas, menelan, dan berbicara.
Beberapa neuropati perifer tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup.
Sistem saraf perifer merupakan jaringan saraf yang berada di luar sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Ada 3 jenis saraf perifer dan tiap jenis memiliki fungsi, yaitu:
Biasanya neuropati perifer mempengaruhi saraf sensorik di tangan, kaki, lengan, atau kaki. Beberapa orang merasakan gangguan saraf tersebut hanya mempengaruhi sebagian kecil tubuh mereka, seperti jari atau jempol. Namun, saraf otonom dan saraf motorik juga bisa mengalami kerusakan.
[wecare_plugin slug=’bantuihyarsembuh’]
Berikut ini beberapa gejala umum neuropati perifer, yaitu:
Gejala bisa ringan ataupun parah. Sering kali dimulai di jari-jari kaki serta jari-jari tangan dan bergerak ke arah lutut dan siku. Gejala kerap memburuk pada waktu malam hari.
Penyebab paling umum dari gangguan saraf ini adalah diabetes, bisa diabetes tipe I ataupun diabetes tipe 2, yang dinamakan dengan neuropati diabetik.
Penyebab lain dari gangguan saraf tersebut termasuk:
Beberapa faktor dan kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami neuropati perifer. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini:
Neuropati perifer banyak diderita oleh para pengidap diabetes. Tingkat gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat merusak saraf-saraf perifer.
Risiko neuropati saraf tepi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini mungkin karena proses penuaan alami yang mempengaruhi kesehatan saraf.
Beberapa kondisi medis seperti penyakit ginjal, penyakit hati, hipotiroidisme, lupus, rheumatoid arthritis, dan sindrom Sjögren dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Jika ada riwayat keluarga dengan neuropati perifer, risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini kemungkinan lebih tinggi.
Paparan zat beracun seperti logam berat (misalnya timbal, raksa), bahan kimia industri, atau racun saraf tertentu dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer.
Konsumsi alkohol yang berlebihan dan jangka panjang dapat merusak saraf-saraf perifer dan menyebabkan neuropati alkoholik.
Kekurangan vitamin B12, vitamin B1 (thiamine), vitamin B6, atau vitamin E dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer dan meningkatkan risiko neuropati perifer.
Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena neuropati saraf tepi, terutama pada individu dengan diabetes.
Meskipun faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko terkena neuropati perifer, penting untuk diingat bahwa kondisi ini dapat mempengaruhi siapa pun, bahkan tanpa adanya faktor risiko tertentu. Jika memiliki kekhawatiran atau gejala yang mencurigakan neuropati, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Gejala dan bagian tubuh yang terkena oleh neuropati perifer begitu beragam karenanya kemungkinan sulit untuk membuat diagnosis. Jika dokter mencurigai ada kerusakan saraf, mereka akan menanyakan riwayat medis kita dan melakukan beberapa tes neurologis. Tes ini dapat membantu menentukan lokasi dan luas kerusakan saraf. Beberapa tes yang mungkin dilakukan termasuk:
Bergantung pada apa yang terungkap dari tes dasar, kemungkinan dokter menyarankan untuk melakukan screening yang lebih mendalam. Beberapa jenis tes lain yang mungkin dibutuhkan untuk melihat lebih baik kerusakan saraf, di antaranya:
Pengobatan untuk gangguan saraf ini akan bergantung pada apa penyebab masalahnya. Jika kita menderita diabetes atau kekurangan vitamin, dokter akan menyarankan untuk menjalani pengobatan untuk penyakit tersebut.
Terkadang mungkin tidak ada penyebab yang jelas untuk gangguan saraf ini. Terkadang mungkin ada penyebab, namun tidak ada pengobatan khusus. Jika penyebab tidak dapat ditemukan, maka dokter akan berusaha mengobati gejala.
Jika mengalami nyeri ringan disebabkan oleh neuropati perifer, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri sederhana, seperti parasetamol dan ibuprofen. Apabila mengalami nyeri yang lebih parah, segera periksakan diri ke dokter.
Beberapa pengobatan lain untuk rasa nyeri yang bisa dicoba namun perlu didiskusikan dulu dengan dokter terlebih dahulu, di antaranya:
Itulah informasi mengenai neuropati perifer yang salah satu gejalanya bisa berupa kesemutan. Penyakit ini juga terkait dengan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia, yaitu diabetes. Berdasarkan laporan dari International Diabetes Federation (IDF), angka penderita penyakit diabetes tipe 1 di Indonesia telah mencapai 41,8 ribu orang di tahun 2022. Di antara para penderita diabetes tadi ada yang mengalami kesulitan biaya pengobatan. Kita bisa membantu meringankan beban mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id. Caranya hanya perlu membuka situs web WeCare.id atau mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Peripheral neuropathy. (2018). Diambil kembali dari healthdirect.gov.au.
Peripheral Neuropathy. (2020). Diambil kembali dari ohsu.edu.Peripheral Neuropathy. (2020). Diambil kembali dari cedars-sinai.org.