Kanker endometrium adalah jenis kanker yang sering terjadi pada wanita di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang, dan menduduki peringkat keenam dalam jenis kanker paling umum. Apa itu kanker endometrium dan apakah bisa disembuhkan? Berikut ini penjelasannya.
Seorang Petani Mengidap Kanker Ganas di Lehernya, Bantuanmu Sangat Diharapkan!
Kanker endometrium merupakan kanker yang terbentuk dan tumbuh di lapisan dalam rahim, yang disebut endometrium. Ini berbeda dari kanker serviks yang terjadi di bagian bawah rahim, dan dari sarkoma uterus yang merupakan jenis kanker langka yang muncul di dinding otot rahim. Kanker endometrium kerap disamakan dengan kanker rahim, tetapi faktanya kanker ini adalah salah satu jenis dari kanker rahim.
Kanker ini berkembang ketika sel-sel di lapisan dalam rahim tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Kanker endometrium lebih umum terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun yang telah mengalami menopause, tetapi juga bisa terjadi pada wanita yang lebih muda, pria transgender, dan orang interseks, yaitu orang-orang yang terlahir dengan ciri-ciri kelamin yang abu-abu atau tidak jelas.
Setelah mengetahui apa itu kanker endometrium, penting juga untuk mengenal sistem reproduksi wanita. Rahim adalah bagian dari sistem reproduksi wanita dan berbentuk seperti buah pir. Rahim adalah organ berotot yang melindungi dan menampung bayi selama kehamilan. Sistem reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim (uterus), vulva, tuba falopi, leher rahim (serviks), serta ovarium.
Sebagian besar kanker rahim dimulai di sel-sel lapisan rahim, yaitu endometrium, dan umumnya kanker endometrium merupakan adenokarsinoma. “Adeno” artinya sel kanker asalnya dari jaringan kelenjar, sementara “karsinoma” artinya kanker dimulai di jaringan yang melapisi ataupun menutupi organ internal.
Apa itu kanker endometrium sudah dijelaskan di atas. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis kanker endometrium. Kanker ini dibedakan berdasarkan penampilan sel kanker saat dilihat di bawah mikroskop.
[wecare_plugin slug=’bantu-haikal-sembuh’]
Tanda-tanda awal kanker endometrium termasuk:
Gejala lainnya termasuk:
Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, bukan berarti Anda pasti menderita kanker endometrium. Gejala-gejala di atas bisa disebabkan oleh banyak faktor lain. Akan tetapi, untuk memastikan gejala tersebut penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Berikut adalah langkah-langkah dalam diagnosis dan pengobatan kanker endometrium:
Langkah-langkah ini akan disesuaikan dengan kondisi spesifik kanker Anda serta kebutuhan medis dan preferensi pribadi Anda.
Apa itu kanker endometrium dan bagaimana pengobatannya sudah dijelaskan di atas. Lalu, bagaimana dengan perkembangan kanker ini di Indonesia? Mengutip laman situs Alomedika, di Indonesia data tentang jumlah kasus kanker endometrium masih sulit ditemukan.
Berdasarkan data GLOBOCAN dari WHO tahun 2020, jumlah kasus kanker endometrium tercatat sebanyak 7.773, dengan angka kematian mencapai 2.626 kasus. Prevalensi dalam lima tahun terakhir adalah sekitar 22.087 kasus, atau sekitar 16,26 kasus per 100.000 penduduk.
Pengobatan kanker sering kali mahal. Hal ini menjadi beban berat terutama bagi pasien yang kurang mampu secara finansial. Para pasien yang kurang mampu tersebut memerlukan bantuan dana untuk penyembuhan penyakit mereka. Ayo kita bantu mereka melalui WeCare.id. Berikan donasi melalui situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id yang bisa diunduh di Google Play atau App Store.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Endometrial Cancer. (2012). Diambil kembali dari hopkinsmedicine.org.
Endometrial cancer. (2013). Diambil kembali dari thewomens.org.au.
Endometrial cancer. (2017). Diambil kembali dari mountsinai.org.
Endometrial cancer. (2020). Diambil kembali dari healthdirect.gov.au.
Siloam Hospitals Medical Team. (2023). Kanker Endometrium – Penyebab, Gejala dan Pengobatannya. Diambil kembali dari siloamhospitals.com.
Novita. (2023). Epidemiologi Kanker Endometrium. Diambil kembali dari alomedika.com.What is womb cancer? (2024). Diambil kembali dari cancerresearchuk.org.
Sumber Featured Image : Sasun Bughdaryan on Unsplash