Terlahir prematur dengan berat badan hanya 1,7kg dan sempat mengalami sesak napas setelah 1 minggu pulang dari rumah sakit, Zakiyya kini divonis menderita cerebral palsy atau lumpuh otak. Saat bayi, Zakiyya tidak menunjukkan pertumbuhan layaknya anak-anak lain. Di usia 5 bulan hingga 9 bulan, Zakiyya hanya bisa telentang, tak mengoceh atau pun merespons ketika diajak bicara.
Ketika dibawa ke dokter tumbuh kembang anak, dokter mengatakan ukuran kepala Zakiyya lebih kecil dibandingkan rata-rata ukuran normal dan disarankan untuk CT-scan. Hasil CT-Scan menunjukkan bahwa Zakiyya mengalami kelumpuhan otak.
[wecare_plugin slug=’zakiyyatunnufus’]
Cerebral Palsy (CP) adalah kumpulan gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak serta mempertahankan keseimbangan dan postur tubuh. “Cerebral” menunjuk pada otak. Sementara itu, “palsy” menunjuk pada gangguan maupun kelemahan dalam fungsi otot.
CP disebabkan oleh perkembangan otak yang abnormal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang, yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengontrol otot. CP adalah gangguan motorik yang paling umum dialami oleh anak-anak.
Cerebral palsy muncul akibat perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang masih berkembang. Kerusakan ini dapat terjadi sebelum kelahiran, selama proses kelahiran, atau dalam waktu satu bulan setelah kelahiran, serta selama tahun-tahun awal kehidupan anak.
Mayoritas kasus CP (85-90%) adalah kongenital, yang berarti kerusakan terjadi sebelum atau saat kelahiran. Hanya sebagian kecil CP disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi lebih dari 28 hari setelah kelahiran, yang dikenal sebagai acquired CP, biasanya terkait dengan infeksi atau cedera kepala.
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak mengalami cerebral palsy. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
Pada Bayi Kurang dari 6 Bulan
Pada Bayi Lebih dari 6 Bulan
Pada Bayi Lebih dari 10 Bulan
Yuk Bantu Anak Driver Ojol untuk Sembuh dari Lumpuh Otak!
Dokter mengklasifikasikan CP berdasarkan jenis utama gangguan gerakan yang terjadi. Bergantung pada daerah otak mengalami masalah, berikut adalah gangguan yang dapat muncul:
Cerebral Palsy sering kali disertai dengan kondisi lain yang memengaruhi fungsi otak, seperti:
Cerebral palsy tidak dapat disembuhkan, namun gejala dan dampaknya dapat dikelola. Penanganan CP bervariasi berdasarkan tingkat keparahan, gejala, dan pengaruhnya. Pendekatan pengobatan biasanya melibatkan tim profesional dari berbagai spesialisasi:
Meskipun banyak penyebab cerebral palsy tidak dapat dihindari, beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko:
Dengan perawatan dan dukungan yang tepat, individu dengan cerebral palsy dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih mandiri.
Seperti disebutkan di atas, cerebral palsy tidak bisa disembuhkan tapi gejala dan dampaknya dapat dikelola di antaranya dengan terapi. Zakiyya pun disarankan untuk melakukan terapi secara berkesinambungan agar tubuhnya tidak kaku.
Di usianya yang hampir menginjak 4 tahun, Zakiyya mengalami perkembangan. Dia sudah bisa duduk. Namun dia masih harus berjuang untuk terapi agar bisa berjalan serta berbicara seperti anak-anak lainnya. Zakiyya membutuhkan uluran tangan TemanPeduli untuk kelangsungan terapinya. Mari bantu Zakiyya dengan cara berdonasi melalui WeCare.id.
Kirimkan donasi untuk Zakiyya melalui situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id yang bisa diunduh dengan sangat mudah di Google Play dan App Store.
Yuk, mari ulurkan tangan untuk bantu pasien lain yang membutuhkan bantuan bersama WeCare.id
About Cerebral Palsy. (2024). Diambil kembali dari cdc.gov.
Risk Factors for Cerebral Palsy. (2024). Diambil kembali dari cdc.gov.
What is cerebral palsy. (2019). Diambil kembali dari cerebralpalsy.org.au.
Sumber Featured Image : Robina Weermeijer on Unsplash