Bagaimana tidak akan hancur hati orang tua Fariz Al-Fatih saat dokter memvonis bayi mereka terkena hidrosefalus. Kepala Fariz terus membesar mulai saat dia berusia 7 hari. Meski sudah mencoba pengobatan di puskesmas, tapi Fariz tak kunjung sembuh, justru kepalanya semakin membesar saja. Diketahui juga ternyata Fariz tak hanya menderita satu penyakit saja, dia mengalami penyakit lain.
Fariz menjalani operasi untuk pemasangan selang mulai kepala hingga perut. Selang tersebut akan terus digunakan seumur hidupnya. Penyakit pembesaran kepala dan penyempitan usus membuat Fariz harus minum dengan memakai selang NGT.
Diketahui Fariz juga memiliki luka bolong pada punggungnya sehingga di umurnya yang baru 3 hari, Fariz sudah menjalani operasi plastik untuk menutupi bolong tersebut. Ketika menginjak 1 tahun, Fariz harus sudah mengonsumsi obat kejang secara permanen karena berdasarkan vonis dokter kakinya mengalami kelumpuhan permanen serta epilepsi.
[wecare_plugin slug=’bantu-sembuhkansakit–bayiafraaz’]
Hidrosefalus adalah kumpulan cairan yang tidak normal di dalam otak. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, di mana “hydro” berarti air dan “cephalus” berarti kepala. Sebelumnya, kondisi ini dikenal sebagai “air di otak,” padahal yang dimaksud adalah cairan serebrospinal (CSF), cairan jernih yang melingkupi otak dan sumsum tulang belakang.
CSF berfungsi sebagai sistem pengiriman nutrisi dan pembuangan limbah, serta melindungi dan memberikan bantalan pada otak dan sumsum tulang belakang dari cedera. Secara normal, gerakan cairan serebrospinal dimulai dari pembuatan cairan tersebut di rongga-rongga otak yang disebut ventrikel.
Kemudian, cairan tersebut mengalir melalui saluran-saluran di otak sebelum akhirnya keluar dekat dasar tengkorak menuju permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Di sini, cairan tersebut diserap kembali ke dalam tubuh tepat di bawah bagian atas tengkorak.
Jika ada hambatan dalam pergerakan cairan serebrospinal di sepanjang jalur ini, maka cairan akan menumpuk di belakang hambatan tersebut. Akibatnya, rongga-rongga otak akan membesar karena penumpukan cairan dan tekanan di dalam tengkorak akan meningkat. Inilah kondisi yang menyebabkan hidrosefalus.
Meskipun biasanya tubuh memproduksi dan menyerap jumlah CSF yang sama setiap hari, gangguan pada aliran atau penyerapan CSF bisa menyebabkan penumpukan cairan ini. Hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel dan peningkatan tekanan di dalam kepala, yang pada gilirannya dapat mengganggu fungsi otak.
Tanpa pengobatan, hidrosefalus dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian. Pengobatannya adalah dengan operasi.
Gejala hidrosefalus bisa bermacam-macam bergantung pada usia anak dan seberapa parah kondisi ini saat dideteksi. Beberapa gejala pada bayi, di antaranya:
Sementara itu gejala pada anak yang lebih besar, di antaranya:
Penyakit ini bisa berkembang karena beberapa faktor, di antaranya bisa karena bawaan lahir (congenital) atau didapat (acquired). Dalam beberapa kasus, penyakit ini muncul sejak lahir, sementara yang lain berkembang ketika masa anak-anak atau dewasa.
Hidrosefalus bisa dikarenakan faktor genetik, bisa juga karena gangguan perkembangan, seperti spina bifida atau ensefalokel, atau terjadi akibat tumor otak, cedera kepala, pendarahan, atau penyakit seperti meningitis.
Meskipun belum sepenuhnya dipahami, sebagian penyebab NPH masih menjadi misteri hingga saat ini. Namun, ada indikasi bahwa sebagian di antaranya berkaitan dengan komplikasi atau kelanjutan dari penyakit stroke, terutama stroke perdarahan, cedera kepala, tumor otak, dan infeksi otak seperti meningitis.
Penyakit ini tidak dapat sembuh sendiri. Tanpa pengobatan, bisa berakibat fatal. Namun, dengan diagnosis dini dan pengobatan akan meningkatkan peluang pemulihan. Meskipun belum ada cara untuk mencegah atau menyembuhkan kondisi ini, operasi merupakan metode pengobatan yang efektif. Operasi otak merupakan satu-satunya cara untuk mengobati hidrosefalus saat ini.
Terdapat dua jenis operasi yang biasa digunakan dalam pengobatan penyakit ini, yaitu:
Penghasilan orang tua Fariz sebagai pedagang kecil tak cukup untuk mengobati Fariz. Uang 50-60 ribu yang didapat per harinya tak bisa memenuhi kebutuhan Fariz serta biaya hidup anggota keluarga lainnya. Karena alasan itulah kini Fariz tidak lagi berobat. Orang tuanya hanya bisa membelikan susu dan popok.
Tentu kita merasa miris melihat kondisi Fariz dan keluarganya. Namun uluran tangan kita dapat membantu Fariz kembali berobat. Mari berdonasi untuk membantu pengobatan hidrosefalus yang diderita Fariz melalui WeCare.id. Untuk lebih jelas buka penggalangan dananya dan kirimkan donasi melalui situs web WeCare.id. Donasi bisa juga dilakukan melalui aplikasi WeCare.id yang bisa diunduh dengan mudah di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Hydrocephalus. (2016). Diambil kembali dari betterhealth.vic.gov.au.
Hydrocephalus. (2017). Diambil kembali dari aans.org.
Hydrocephalus. (2022). Diambil kembali dari my.clevelandclinic.org.
Sufarnap, E. (2016). Apakah Normal Pressure Hydrocephalus (NPH)? Diambil kembali dari bscmitra.com.What is hydrocephalus? (2022). Diambil kembali dari childrenshospital.org.