Mudah memar atau berdarah juga sering merasa lemas dan lelah? Berhati-hati, bisa jadi itu gejala dari anemia aplastik.
[wecare_plugin slug=’billy-hernando’]
Daftar isi:
Anemia aplastik merupakan penyakit langka yang berpotensi jadi fatal. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih mungkin terjadi pada mereka yang berada di akhir usia belasan juga awal 20-an, dan orang tua. Pria dan wanita memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit ini. Anemia aplastik lebih umum terjadi di negara berkembang.
Anemia aplastik merupakan salah satu bentuk kegagalan sumsum tulang. Sumsum tulang merupakan bagian tengah tulang yang bertanggung jawab untuk membuat:
Sumsum tulang merupakan jaringan lunak di dalam tulang besar yang berisi sel punca, yakni sel awal sebelum terjadi perkembangan juga perubahan menjadi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit atau keping darah yang matang. Sel-sel ini penting sekali untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan dan organ lain, melawan infeksi, dan pembekuan darah.
Umumnya, karena sel darah tua mati secara alami, sel ini digantikan oleh sel darah baru yang terbentuk di sumsum tulang. Pada anemia aplastik, sumsum tulang tidak menghasilkan sel baru, sehingga tubuh rentan terhadap perdarahan dan infeksi.
Terdapat dua jenis anemia aplastik yang berbeda, yaitu:
Anemia aplastik bawaan disebabkan oleh cacat gen, dan paling sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Orang dengan jenis anemia aplastik ini, memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi leukemia juga kanker lainnya.
Sementara anemia aplastik yang didapat lebih sering terjadi pada orang dewasa. Peneliti meyakini bahwa ada sesuatu yang memicu masalah pada sistem kekebalan tubuh orang dengan jenis anemia aplastik ini. Kemungkinannya yaitu:
[wecare_plugin slug=’bantu-kucing-terlantar’]
Pasien yang menderita anemia aplastik, jumlah masing-masing sel darahnya, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, jauh lebih rendah dari biasanya. Hal ini mengakibatkan gejala-gejala seperti infeksi yang tidak dapat dijelaskan dikarenakan sel darah putih yang lebih sedikit. Selain itu, pendarahan yang tidak terduga dikarenakan trombosit yang lebih sedikit, serta kelelahan dikarenakan sel darah merah yang lebih sedikit. Untuk pasien yang diidentifikasi lebih awal melalui kelainan yang terlihat dalam pengujian laboratorium rutin mungkin tidak menunjukkan gejala.
Secara keseluruhan, gejala anemia aplastik yang paling umum yaitu:
Cara mendiagnosis anemia aplastik yang dilakukan oleh dokter yaitu dengan menanyakan keluhan yang dialami, riwayat penyakit yang diderita, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi juga riwayat kesehatan keluarga. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan fisik. Untuk memastikan diagnosis ini, akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
Untuk mencegah beberapa bentuk anemia aplastik dapat dilakukan dengan menghindari paparan racun, radiasi, dan obat-obatan yang dapat menyebabkan penyakit. Untuk menghindari tertular virus hepatitis B, yang dapat menyebabkan anemia aplastik, bisa dilakukan dengan vaksinasi hepatitis B. Namun beberapa jenis anemia aplastik tidak dapat dicegah.
Mengajarkan berenang pada bayi dan anak memang disarankan namun hindari penggunaan pelampung leher karena akan membahayakan mereka. Sambil menemani buah hati berlatih renang jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.
Kamu juga bisa berdonasi lebih mudah melalui aplikasi WeCare.id. Caranya, download aplikasi WeCare.id di ponselmu. Donasi yang kamu berikan tentu sangat berharga untuk teman-teman yang membutuhkan.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
[wecare_app_banner type=‘1’]
Anemia Aplastik. (2020). alodokter.com.
Aplastic Anemia. (2010). hopkinsmedicine.org.
Aplastic Anemia. (2019). health.harvard.edu.What is Aplastic Anemia? (2020). aamds.org.