Mengutip laman situs Universitas Airlangga, di Indonesia, kejadian hidrosefalus setiap tahun mencapai 10 per seribu, dengan jumlah kasus berkisar antara 0,2 hingga 4 dari setiap 1000 kelahiran. Di dunia sendiri, kasus hidrosefalus cukup tinggi. Pertanyaannya adalah apakah penyakit yang terjadi akibat terlalu banyak cairan di dalam otak atau sekitar otak ini bisa dideteksi pada masa kehamilan?
Derita Hidrosefalus Sejak Lahir, Yuk Bantu Hafiz Sembuh!
Jawabannya adalah bisa. Untuk mendeteksi hidrosefalus bisa dilakukan menggunakan pemeriksaan ultrasonografi (USG) biasa, yang umumnya dilakukan pada masa kehamilan. Pemeriksaan ultrasonografi rutin oleh dokter kandungan sering kali mencakup evaluasi otak dan struktur tengkorak selama perawatan sebelum kelahiran.
Selama pemeriksaan tersebut, teknisi dapat melihat adanya penumpukan cairan di otak yang sedang berkembang, yang dapat mengindikasikan pembesaran ventrikel (ruang di dalam otak) dan kemungkinan adanya hidrosefalus.
Hidrosefalus dapat terdeteksi sejak akhir trimester pertama kehamilan, dan diagnosis sering kali dilakukan pada usia kehamilan 13 minggu. Pembesaran ventrikel yang abnormal dapat lebih jelas terdeteksi sekitar 20 hingga 24 minggu kehamilan. Ultrasonografi yang dilakukan lebih awal dalam kehamilan kemungkinan tidak akan menunjukkan kondisi hidrosefalus.
Jika hidrosefalus terdeteksi melalui ultrasonografi, pasien mungkin akan disarankan untuk menjalani MRI otak janin untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi tersebut. Pemindaian resonansi magnetik memberikan gambaran yang lebih rinci tentang otak.
Pemindaian CT Scan dan MRI sering digunakan secara bersamaan untuk memverifikasi diagnosis hidrosefalus yang hadir sejak lahir serta yang muncul nanti pada anak-anak dan orang dewasa.
Pemeriksaan ini menginspeksi otak dengan lebih detail. Pemindaian ini bisa memperlihatkan akumulasi cairan di otak dan peningkatan tekanan, serta menyoroti segala kelainan struktural yang mungkin menjadi penyebab masalah. Terkadang, hidrosefalus bawaan bisa terdeteksi sebelum kelahiran, selama pemeriksaan ultrasonografi saat kehamilan.
[wecare_plugin slug=’rasya-alkahfi’]
Selama masa kehamilan, dokter akan memeriksa bayi secara teratur melalui ultrasonografi. Saat ini, belum ada pengobatan langsung untuk hidrosefalus. Selama kehamilan, penting untuk melakukan serangkaian ultrasonografi untuk melihat ukuran ventrikel.
Tidak bisa diprediksi apakah ukuran ventrikel akan bertambah atau berkurang dalam pemeriksaan berikutnya. Umumnya, jika ukuran ventrikel tetap sama, bayi akan terus dipantau hingga kelahirannya.
Cara terbaik untuk meningkatkan peluang bayi adalah menunda persalinan sampai janin sudah benar-benar matang. Dokter akan menentukan apakah wanita hamil tersebut bisa melakukan persalinan secara normal ataukah persalinan melalui operasi caesar berdasarkan ukuran kepala bayi.
Mengutip laman situs Hydrocephalus Association, apabila ventrikel terus membesar, ada beberapa pilihan bisa dipertimbangkan, di antaranya:
Apabila telah dicurigai adanya hidrosefalus pada masa kehamilan, penting untuk secepatnya menghubungi ahli bedah saraf anak. Kemungkinan bayi memerlukan tindakan medis segera setelah lahir, dan ahli bedah saraf anak akan memberikan detail dan pilihan terbaik.
Mengutip laman situs Onesearch, Indonesia memiliki tingkat kejadian 10 per 1.000 kelahiran. Negara-negara berkembang mengalami tingkat kejadian yang 10 kali lebih tinggi dibandingkan negara maju. Penyebabnya adalah kondisi ekonomi yang rendah sering kali berkaitan dengan kurangnya asupan gizi yang memadai, sehingga berpengaruh pada kesehatan anak.
Rendahnya tingkat ekonomi dan pengetahuan membuat para ibu tidak memeriksakan dirinya pada masa kehamilan. Ketika bayi mereka divonis menderita hidrosefalus, mereka pun tak mampu untuk berobat. Kondisi miris ini memerlukan uluran tangan kita agar bayi-bayi malang tersebut bisa diselamatkan. Mari sisihkan rezeki untuk berbagi dengan sesama mereka yang membutuhkan.
Ayo berdonasi untuk para pasien hidrosefalus melalui WeCare.id dengan cara mengirimkan donasi melalui situs web WeCare.id atau aplikasi WeCare.id. Unduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Gunawan, P. I. (2021). Mortalitas pada Hidrosefalus Anak. Diambil kembali dari news.unair.ac.id.
Hydrocephalus. (2015). Diambil kembali dari urmc.rochester.edu.
Hydrocephalus. (2016). Diambil kembali dari http://fetaltonewborn.org.
Hydrocephalus. (2019). Diambil kembali dari nhs.uk.
Hydrocephalus. (2020). Diambil kembali dari valleychildrens.org.
Hydrocephalus in Pregnancy. (2021). Diambil kembali dari hydroassoc.org.Rahman, A. L. (2017). Profil kasus hidrosefalus dengan meningoensefalitis dan non-meningoensefalitis pada pasien anak 0-18 tahun di SMF Bedah Saraf RSUD. Dr. Soetomo periode Januari – Desember 2017. Diambil kembali dari onesearch.id.
Sumber Featured Image : MART PRODUCTION