Dalam beberapa bulan terakhir, ruang publik Indonesia kembali dipenuhi berbagai isu politik yang memanas. Dari polemik efisiensi anggaran pemerintah, masalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG), hingga korupsi pengolahan BBM. Berita terbaru menyoroti kenaikan tunjangan anggota DPR di saat kondisi ekonomi masyarakat masih sulit.
Dampak politik negatif ini tidak hanya menciptakan kegaduhan di ranah publik, tetapi juga secara diam-diam menggerogoti kesehatan mental banyak orang. Riset membuktikan terlalu sering terpapar dengan suasana politik yang negatif dan tidak sehat dapat memicu stres, rasa cemas berlebihan, serta insomnia. Kami akan mengurai fenomena tersebut di artikel berikut.
Paparan berita politik yang masif, terutama melalui paparan media sosial, membuat masyarakat sulit menghindar. Setiap scroll di timeline pasti ada saja informasi terkait isu politik yang memicu emosi negatif. Menurut penelitian American Psychological Association (APA) tahun 2024, 69% orang dewasa merasa stres akibat pemilihan presiden di negaranya.
Angka ini bukanlah hal sepele dan menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kondisi politik terhadap kesejahteraan psikologis individu.
Mekanisme yang terjadi cukup kompleks. Pertama, paparan media sosial yang tidak terkendali terhadap berita-berita negatif politik menciptakan perasaan ketidakberdayaan, ketidakpastian, dan ketakutan akan masa depan.
Kedua, polarisasi politik yang kian mengeras membuat interaksi sosial bahkan dengan keluarga atau teman dekat bisa berubah menjadi medan pertempuran pendapat yang melelahkan secara mental. Situasi ini diperparah dengan pemberitaan media yang sering kali bersifat provokatif dan tidak objektif.
Penelitian berjudul The Effects of Political Media Consumption on Mental Health and Psychological Symptoms (2024) menunjukkan bahwa terlalu sering melihat berita politik bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Terlalu banyak terpapar isu politik yang kontroversial atau penuh konflik bisa membuat seseorang lebih mudah stres, cemas, dan merasa tidak aman. Hal ini terjadi karena emosi dan pikiran menjadi tegang akibat informasi yang sering memprovokasi atau memecah belah.
Selain itu, terlalu banyak mengikuti berita politik juga bisa memperburuk masalah psikologis yang sudah ada, seperti sulit tidur, cemas berlebihan, dan depresi.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Ford dkk (2023) dan dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pemberitaan tentang peristiwa politik sehari-hari terbukti membangkitkan emosi negatif.
Para peserta penelitian yang lebih sering merasakan emosi buruk terkait masalah politik melaporkan penurunan kualitas kesehatan mental dan fisik dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Berdasarkan studi yang bertajuk The Political Is Personal: The Costs of Daily Politics tersebut, efek buruk yang ditimbulkan oleh informasi politik atau kejadian politik harian antara lain:
Konsumsi informasi politik setiap hari dapat menimbulkan tekanan emosional yang berdampak pada kesehatan psikis dan jasmani. Hal ini menciptakan konflik internal antara keperluan untuk melindungi diri sendiri dengan keinginan untuk terlibat secara politis akibat emosi negatif yang timbul.
Data di Indonesia juga mencerminkan hal serupa. Dr. Celestinus Eigya Munthe, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, memaparkan bahwa permasalahan kesehatan mental di Indonesia berkaitan erat dengan tingginya angka kasus penderita gangguan mental.
Sekitar 20% penduduk Indonesia berisiko mengalami masalah kesehatan jiwa, yang menunjukkan bahwa satu dari lima orang rentan terhadap gangguan psikologis.
Meski tidak semuanya disebabkan oleh faktor politik, namun gelombang isu politik negatif yang terus menerus dipercaya berkontribusi signifikan terhadap memburuknya kondisi psikologis masyarakat.

Kita perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri dari dampak negatif politik yang begitu besar. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan berdasarkan rekomendasi para ahli:
Ingatlah, kesehatan mental adalah hak asasi setiap manusia. Negara memiliki kewajiban untuk menciptakan iklim politik yang sehat dan kebijakan yang pro-rakyat, bukan justru menjadi stresor negatif bagi warganya.
Sementara itu, sebagai masyarakat, kita juga harus aktif menuntut akuntabilitas elite politik dan berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan bijak, tanpa mengorbankan kesehatan jiwa kita.
Dampak politik negatif terhadap kesehatan mental adalah nyata dan tidak bisa diabaikan. Dari meningkatnya tingkat stres dan kecemasan, hingga risiko konflik sosial yang lebih besar, pengaruhnya sangat luas.
Dengan menerapkan berbagai cara menjaga kesehatan mental yang telah diuraikan, kita dapat membangun benteng pertahanan diri dari paparan isu negatif politik. Kita boleh saja peduli dengan keadaan bangsa, tetapi jangan lupa untuk selalu melindungi kedamaian pikiran kita sendiri.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan mental dan tips-tips kesejahteraan diri lainnya, silakan kunjungi blog WeCare.id yang menyediakan berbagai artikel dan sumber daya untuk mendukung kesehatan mental Sobat WeCare.
Referensi
Aul. (2024). Direktur Jenderal HAM: “Kesehatan Mental adalah Hak Asasi, Bukan Sekadar Isu Medis!”. Diambil kembali dari jabar.kemenkum.go.id.
Ford, B. Q., dkk. (2023). The Political Is Personal: The Costs of Daily Politics. Journal of Personality and Social Psychology:.
Harahap, M., Nadya, R., Sitanggang, W., & Jamaludin, J. (2023). Elit Politik di Indonesia: Akar dan Dampak Penyalahgunaan Hak Berdemokrasi. COMSERVA.
Kisruh Politik Sebabkan Gangguan Jiwa. (2019). Diambil kembali dari www.halodoc.com.
Rosidi, H. (2023). Riset: Situasi Politik Berdampak Pada Kesehatan Mental Kita. Diambil kembali dari selaswara.com.
Simamora, Y. A. (2025). Pengaruh Isu Negatif Politik bagi Kesehatan Mental. Diambil kembali dari www.apsmi.id.
(2024). Stress in America 2024: A Nation in Political Turmoil. American Psychological Association.
Webster, A. (2024). The Effects of Political Media Consumption on Mental Health and Psychological Symptoms. Authorea.
Widyawati. (2021). Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia. Diambil kembali dari kemkes.go.id.
Sumber Featured Image : Anthony Tran di Unsplash