Dalam kegiatan sehari-hari, terkadang kita bertemu orang-orang yang mengidap down syndrome. Namun masih banyak pemahaman yang salah mengenai kondisi yang menimpa mereka. Pemahaman yang tidak tepat tentunya akan mengarah pada tindakan yang tidak sesuai pada teman-teman kita yang mengidap down syndrome. Yuk kita kenali down syndrome agar tidak berpikir dan bertindak salah atau gegabah!
Down syndrome adalah istilah untuk sekumpulan gejala kognitif dan fisik yang dapat terjadi karena adanya salinan tambahan kromosom 21. Down syndrome paling sering terjadi karena penyebab kromosom, dan berdampak pada kecacatan intelektual ringan sampai sedang. Sindrom ini terjadi pada semua kelompok etnis dan ekonomi.
Tingkat intelektual pada orang dengan sindrom down bervariasi. Namun umumnya, anak-anak dengan down syndrome mengalami perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lainnya.

Sindrom down disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembelahan sel yang mengakibatkan adanya salinan ekstra kromosom 21.
Biasanya, ketika satu sel membelah menjadi dua, seluruh pasangan kromosom terpecah sehingga salah satu pasangan pergi ke satu sel, dan pasangan lainnya pergi ke sel lainnya. Tetapi dalam kasus tertentu, kedua kromosom dari pasangan bersatu menjadi satu sel.
Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa kondisi down syndrome dapat terjadi karena beberapa faktor berikut:
[wecare_plugin slug=’sagara’]

Banyak sekali informasi salah yang beredar mengenai kondisi down syndrome. Karena itu, WeCare.id mengumpulkan beberapa mitos tersebut dan menjelaskan fakta yang sebenarnya dari beberapa sumber. Beberapa mitos tersebut antara lain:
Kemungkinan seorang perempuan melahirkan anak dengan kondisi ini memang semakin besar seiring bertambahnya usia. Tapi kenyataannya, 80% anak-anak yang terlahir dengan kondisi ini justru dilahirkan oleh perempuan berusia 35 tahun ke bawah.
Banyak orang yang percaya bahwa orang dengan down syndrome selalu merasa bahagia dan juga ramah. Hal ini mungkin diperkuat dengan pengalaman mereka sendiri. Namun, mereka yang mengidap down syndrome juga mengalami perasaan yang sama kompleksnya seperti semua manusia di dunia ini.
Hal ini memang terjadi di masa lalu. Namun, seiring berkembangnya teknologi medis, harapan hidup penderita down syndrome dapat meningkat. Masalah cacat jantung yang sering dihadapi mereka akan mudah diatasi dengan kemajuan medis saat ini.
Penderita down syndrome memiliki kondisi kejiwaan yang sama dengan manusia lain di dunia ini. Jadi mereka seharusnya diperlakukan sesuai dengan umur mereka.
Hal yang satu ini mungkin masih berlaku saat ini. Penderita down syndrome masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Terutama, karena masih banyaknya stigma negatif terhadap penderita down syndrome dari orang-orang yang berpikiran negatif. Kenyataannya, orang dengan down syndrome sama seperti kita, mereka mampu untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Mereka hanya memerlukan kesempatan yang adil dan setara untuk dapat menunjukkan kemampuan mereka.
Dari beberapa jenis kondisi down syndrome, hanya tipe translocation yang dapat diwariskan dari orang tua yang mengidap kelainan gen ini. Namun, kebanyakan kasus translocation justru tidak terjadi karena warisan orang tua mereka.

Masih banyak hal yang belum kita pahami mengenai kondisi kelainan genetika ini. Dengan mendapatkan lebih banyak informasi, Teman Peduli bisa melihat orang-orang dengan down syndrome dari sudut pandang yang berbeda dan tentunya lebih positif.
Apalagi, saat ini banyak anak Indonesia yang mengalami down syndrome serta penyakit lain. Banyak dari pasien tidak mampu mencari bantuan untuk bisa berobat. Mari kita ulurkan tangan untuk membantu mereka! Yuk, buka tautan dibawah untuk donasi atau gunakan aplikasi WeCare.id di App Store atau Google Play supaya donasi menjadi lebih mudah!
[wecare_plugin slug=’eti’]
Development, T. E. (t.thn.). Down Syndrome. Specialolympics.org.
Facts about Down Syndrome. (2019). CDC.gov.
Myths and Facts. (t.thn.). Down’s Syndrome Scotland.