Kurang tidur terjadi ketika seseorang kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya mereka butuhkan agar tetap terjaga dan siaga. Tiap orang memiliki waktu kurang tidur yang berbeda untuk bisa dianggap kurang tidur. Beberapa orang seperti para lansia tampaknya lebih kebal terhadap efek kurang tidur. Hal ini berbeda dengan kelompok usia lain terutama anak-anak dan remaja, mereka lebih rentan terhadap efek kurang tidur.
Pentingnya Tidur
Tidur sama pentingnya bagi tubuh manusia dengan makanan dan air, tetapi kebanyakan dari kita mengalami kurang tidur. Kurang tidur, kualitas tidur yang buruk atau gangguan pada siklus tidur-bangun (seperti yang terjadi pada mereka yang kerja shift atau bepergian ke zona waktu yang berbeda) memiliki konsekuensi terhadap kinerja kita di siang hari, menyebabkan kantuk dan kelelahan.
Orang yang lelah dan mengantuk adalah orang yang rentan kecelakaan, kesulitan dalam melakukan penilaian, dan lebih cenderung membuat kesalahan dan mengambil keputusan yang buruk. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kinerja anak di sekolah dan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah emosional seperti depresi.
Fakta tentang kurang tidur
Jumlah Tidur yang Cukup
Kebutuhan tidur tiap orang berbeda bergantung pada usia, tingkat aktivitas fisik, kesehatan umum dan faktor individu lainnya. Secara umum:
Penyebab Kurang Tidur
Perilaku yang Sukarela
Orang yang kurang tidur secara sukarela, tetapi tidak disengaja, tetapi kronis diklasifikasikan sebagai orang yang memiliki gangguan tidur yang disebut sindrom tidur tidak memadai yang disebabkan oleh perilaku. Gangguan tidur ini adalah jenis hipersomnia. Gangguan tidur ini diakibatkan oleh pola tidur terbatas yang terjadi hampir setiap hari selama setidaknya tiga bulan.
Tugas Pribadi
Kurang tidur dapat terjadi ketika tugas pribadi membatasi waktu tidur. Misalnya, seseorang mungkin kurang tidur saat harus memberikan perawatan di rumah untuk kerabat dengan penyakit kronis.
Jam kerja
Jam kerja yang dibutuhkan oleh beberapa pekerjaan dapat menghasilkan kurang tidur.
Masalah medis
Kurang tidur dapat merupakan gejala dari gangguan tidur yang sedang berlangsung atau kondisi medis lainnya yang mengganggu tidur.
Efek Kurang Tidur
Efek utama dari kurang tidur adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Orang yang kurang tidur mungkin tertidur ketika dipaksa untuk duduk diam dalam situasi yang tenang atau monoton, seperti saat rapat atau berada di kelas. Tingkat mengantuk yang parah ini bisa menjadi bahaya bagi keselamatan, menyebabkan mengantuk ketika mengemudi, dan menglami cedera di tempat kerja. Efek lain dari kurang tidur bermacam-macam:
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi medis ini:
Penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham menunjukkan bahwa durasi tidur pendek yang menjadi kebiasaan dikaitkan dengan hipertensi, terutama selama usia paruh baya.
Hasil dari data pengamatan dan eksperimental yang dilakukan Klinik Mayo, Rochester, Minnesota menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak memadai menimbulkan bahaya besar bagi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular.
Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Gizi dan Makanan, Pusat Penelitian Nasional, Dokki, Giza, Mesir menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk obesitas, gangguan kognitif dan peningkatan visfatin.
Durasi tidur pendek menurut penelitian dari Universitas Columbia, Institut Penelitian Otak Belanda, dan Universitas Newyork dapat menjadi faktor risiko signifikan untuk diabetes.
Mengatasi Kurang Tidur
Langkah dapat membantu kamu mendapatkan tidur malam yang nyenyak adalah tetap pada jadwal yang konsisten, artinya kamu pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Selain itu, jaga agar kamar tidur kamu pada suhu yang wajar karena kamar tidur yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu tidur.
Jika kamu kesulitan tidur, coba lakukan hal lain seperti membaca buku selama beberapa menit. Kegelisahan karena tidak bisa tidur sebenarnya dapat membuat kurang tidur bagi beberapa orang.
Akhirnya, pastikan untuk mengunjungi dokter jika masalah kamu dengan kurang tidur berlanjut. Jangan biarkan masalah ini berlama-lama.
Review : dr. Denita
Yuk, konsultasi dokter gratis dengan dokter SEHATI: http://line.me/ti/p/~@Wecare.id
Sumber:
https://aasm.org/resources/factsheets/sleepdeprivation.pdf
http://www.columbianeurology.org/neurology/staywell/document.php?id=42069
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/sleep-deprivation