Sering kesemutan setelah duduk bersila terlalu lama? Kesemutan yang dalam bahasa medisnya disebut parestesia adalah sensasi yang tak biasa. Sensasi ini kerap dirasakan di tangan, lengan, dan kaki. Kesemutan sering dihubungkan dengan mati rasa atau ketidakmampuan untuk merasakan sensasi tertentu, misalnya, tekstur atau tekanan.
[wecare_plugin slug=’bantu-silfia’]
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, parestesia merupakan Istilah medis untuk kesemutan atau mati rasa. Kondisi ini menandakan kalau saraf teriritasi dan mengirimkan sinyal tambahan. Kalau digambarkan kesemutan itu seperti kemacetan lalu lintas di sistem saraf. Ketika lalu lintas lancar, impuls listrik kecil bergerak di sepanjang saraf dari tulang belakang ke arah lengan serta kaki. Kemudian, sensasi tersebut naik ke arah sumsum tulang belakang lalu ke otak. Akan tetapi bila di saraf terdapat tekanan konstan, hal tersebut menyebabkan aliran terblok, sehingga mencegah sistem saraf membawa impuls listrik yang biasa mengirimkan rasa. Terblokirnya aliran listrik tersebut membuat hilangnya rasa, atau disebut juga mati rasa. Kadang-kadang iritasi mengakibatkan sinyal yang seharusnya tidak ada. Sinyal tersebut menyebabkan perasaan kesemutan yang bisa menyakitkan. Adapun bagian tubuh yang sering kesemutan adalah:
Kesemutan bisa disertai oleh gejala lain, yang berbeda-beda tergantung dari penyakit, kelainan, atau kondisi yang mendasarinya. Gejala yang mungkin dirasakan di antaranya:
Di beberapa kasus tertentu, kesemutan bisa jadi merupakan gejala dari kondisi yang membahayakan jiwa yang harus dievaluasi segera dalam keadaan darurat. Bila sering kesemutan, bisa jadi kamu memiliki penyakit lain.
Beragam kondisi bisa menjadi penyebab kamu sering kesemutan. Penyebab umum kesemutan yaitu saraf yang tertekan. Adapun penyebab lain untuk kondisi ini bisa jadi karena kehilangan aliran darah ke suatu area, cedera kepala dan leher, kekurangan vitamin atau mineral, serta penyakit seperti multiple sclerosis, dan penyakit lainnya.
Penyebab kesemutan yang berhubungan dengan kompresi
Kesemutan bisa juga disebabkan oleh cedera kompresi, cedera yang menekan saraf, seperti:
Bantu WeCare.id Kirim Bantuan Medis ke Seluruh Nusantara
Sering kesemutan juga bisa diakibatkan oleh bermacam penyakit atau kondisi, di antaranya:
Kesemutan juga bisa terjadi karena berbagai kondisi lain, antara lain:
Seringnya kesemutan itu hanya berupa perasaan aneh tetapi tidak berbahaya. Namun sering kesemutan juga bisa menjadi lebih serius. Dalam beberapa kasus, kesemutan bisa terjadi karena saraf mungkin terluka parah akibat kecelakaan. Kemudian saraf mungkin mengalami kondisi yang mengakibatkan kesemutan. Selain itu, kamu mungkin mengalami rasa sakit yang konstan. Contoh tanda bahaya dari rasa kesemutan adalah sindrom lorong karpal (yang terjadi pada tangan) atau neuropati diabetik (kerusakan saraf karena diabetes).
Kesemutan disertai dengan gejala lain juga bisa berarti terdapat kondisi yang mendasarinya. Bila sering kesemutan, bisa jadi kamu mempunyai masalah mendasar dengan saraf. Jika gejala ini berlangsung lama atau mengakibatkan kondisi tubuh lemah, segera konsultasi dengan dokter. Jika kesemutan terjadi tiba-tiba dan mengakibatkan bicara cadel, wajah terkulai, atau melemah, dapatkan perawatan medis segera.
Sering kesemutan bisa menjadi hal yang biasa saja dan tidak membahayakan nyawa. Namun bila ada kondisi lain yang mendasarinya, seperti penyakit diabetes, maka kamu harus berhati-hati. Di Indonesia sendiri pasien diabetes jumlahnya mencapai sekitar 30 juta orang dan Indonesia berada di peringkat 5 dunia untuk jumlah penderita penyakit ini. Sebagian dari mereka ada yang tak memiliki biaya untuk pengobatan. Kamu bisa membantu mereka dengan berdonasi melalui WeCare.id. Caranya yaitu dengan mengunduh aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk bantu sesama bersama WeCare.id!
Effa, C. (2022). What is Tingling in the Body? Diambil kembali dari healthgrades.com.
Pins and needles. (2017). Diambil kembali dari betterhealth.vic.gov.au.
Pins and needles. (2021). Diambil kembali dari nhs.uk.Understanding the “Pins and Needles” Feeling. (2013). Diambil kembali dari rochester.edu.
Sumber Featured Image : Photo by Yan Krukov