Kanker serviks menjadi salah satu ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Data Globocan 2020 menunjukkan bahwa kanker serviks menduduki peringkat kedua kasus kanker terbanyak dengan 36.633 kasus atau sekitar 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. Rokok menjadi salah satu penyebab kanker serviks. Mengapa merokok menyebabkan kanker serviks? Bersama kami dari tim WeCare mari kita telusuri fakta seputar penyebab kanker serviks, gejala, cara pencegahan dan deteksi dini serta cara skrining kanker serviks dengan BPJS.
Disebut juga dengan istilah kanker leher rahim, kanker serviks adalah pertumbuhan sel kanker yang terjadi di area serviks atau leher rahim – bagian yang menghubungkan vagina dengan rahim. Meski paling sering ditemukan pada wanita berusia 30-35 tahun, kanker ini bisa menyerang siapa saja yang memiliki serviks.
Yang perlu diketahui, hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang dapat menular melalui hubungan seksual. Lalu apa kaitan merokok menyebabkan kanker serviks?
Sebelum membahas mengenai kaitan rokok dan kanker serviks, terlebih dulu kita bahasa mengenai gejala kanker serviks. Pada tahap awal, gejala kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, ada beberapa ciri-ciri kanker serviks yang perlu diwaspadai:
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena kanker leher rahim:
Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, “Memang ada hubungan antara rokok dan kanker serviks?” Jawabannya, ada! Seperti ini mekanisme merokok menyebabkan kanker serviks.
Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Virus ini bisa merusak DNA di sel-sel serviks, sehingga sel-sel tersebut lebih berpotensi untuk berkembang menjadi tumor.
Nah, di sinilah peran rokok masuk. Merokok ternyata bisa memperpanjang infeksi HPV di tubuh kita. Bayangkan saja, virus yang seharusnya bisa dilawan oleh sistem imun tubuh, jadi lebih lama bertahan dan merusak sel-sel serviks. Akibatnya, risiko terjadinya perubahan abnormal pada sel-sel serviks pun meningkat.
Selain itu, zat-zat kimia beracun yang terkandung dalam rokok juga bisa langsung merusak sel-sel serviks. Zat-zat ini bisa masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada DNA sel, menyebabkan mutasi genetik yang bisa memicu pertumbuhan kanker. Mengerikan, bukan?
Inilah mengapa perokok memiliki risiko 2-5 kali lebih tinggi mengalami kelainan serviks dibanding non-perokok.
Banyak penelitian yang sudah membuktikan hubungan erat antara merokok dan kanker serviks. International Collaboration of Epidemiological Studies of Cervical Cancer melakukan penelitian besar-besaran yang melibatkan lebih dari 13.500 wanita dengan kanker serviks dan 23.000 wanita tanpa kanker serviks.
Hasilnya? Perokok aktif memiliki risiko 60% lebih tinggi terkena kanker sel skuamosa serviks dibanding yang tidak merokok. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of International Cancer pada tahun 2026.
Studi EPIC cohort yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Cancer Epidemiology tahun 2013 juga mengonfirmasi bahwa merokok sangat berpengaruh terhadap perkembangan kanker serviks, bahkan setelah memperhitungkan faktor paparan HPV sebelumnya.
Yang menarik, penelitian ini menemukan bahwa berhenti merokok bisa menurunkan risiko hingga 50%!
Hubungan antara merokok dan risiko kanker serviks pada wanita Jepang telah dibuktikan melalui sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam Japanese Journal of Clinical Oncology pada tahun 2019.
Studi yang menganalisis lima penelitian, termasuk dua studi kohort dan tiga studi kasus-kontrol, menemukan bahwa wanita yang pernah merokok memiliki risiko 2,03 kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok.
Lebih lanjut, empat dari lima penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan dosis-respons, yang berarti semakin tinggi konsumsi rokok, semakin besar risiko terkena kanker serviks.
Temuan ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang bahaya rokok terhadap kesehatan reproduksi wanita, khususnya dalam konteks risiko rokok menyebabkan kanker serviks pada populasi wanita Jepang, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk program pencegahan serta kampanye berhenti merokok.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Kanker serviks masih jadi momok menakutkan bagi kita semua. Tapi tenang, ada kabar baik! Kanker ini bisa dideteksi sejak dini, lho. Bahkan, sekarang skriningnya bisa dilakukan dengan mudah dan terjangkau berkat BPJS Kesehatan.
Di Indonesia, ada beberapa metode skrining kanker serviks yang umum digunakan, di antaranya:
Meskipun tes DNA HPV lebih efektif, biayanya memang lebih mahal. Tapi jangan khawatir, sekarang sudah ada tes DNA HPV lokal yang harganya lebih terjangkau, lho!
Kabar baiknya lagi, skrining kanker serviks (terutama metode IVA) sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan di puskesmas. Jadi, bagi yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), tidak perlu khawatir soal biaya.
Langkah-Langkah Skrining Kanker Serviks Pakai BPJS
Mudah sekali, kok! Ikuti langkah-langkah berikut:
Selain skrining, pemerintah juga sedang gencar memberikan vaksin HPV kepada siswi sekolah dasar. Vaksin ini efektif mencegah infeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks. Semoga ke depannya, vaksin HPV bisa menjadi program nasional yang bisa diakses oleh semua wanita Indonesia.
Jadi, tunggu apa lagi? Jangan tunda skrining kanker serviks! Manfaatkan BPJS Kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan menjaga kesehatanmu. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!
Jika Sobat WeCare memerlukan info terkini seputar masalah kesehatan, jangan lupa kunjungi blog WeCare.id. Unduh aplikasi WeCare.id agar Sobat WeCare bisa mendapatkan informasi terbaru dengan mudah.
Referensi
Appleby, P. N. dkk. (2006). Carcinoma of the cervix and tobacco smoking: collaborative reanalysis of individual data on 13,541 women with carcinoma of the cervix and 23,017 women without carcinoma of the cervix from 23 epidemiological studies. International Journal of Cancer.
Astuti, I. (2025). Begini Cara Skrining Kanker Serviks di Puskesmas dengan BPJS Kesehatan. Diambil kembali dari mediaindonesia.com.
Cervical cancer. (2007). Diambil kembali dari www.nhs.uk.
Cervical cancer. (2018). Diambil kembali dari www.cancerresearchuk.org.
Cervical Cancer. (2024). Diambil kembali dari www.cdc.gov.
Eedarapalli, P., & Simpson , I. (2024). Smoking and Cervical Cancer: The Facts. Diambil kembali dari www.uhd.nhs.uk.
Rokom. (2024). Skrining Kanker Serviks Modal Utama Tanggulangi Kematian Perempuan. Diambil kembali dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.
Roura, E. dkk. (2013). Smoking as a major risk factor for cervical cancer and pre-cancer: Results from the EPIC cohort. International Journal of Cancer.
Smoking and Cervical Cancer. (2003). Diambil kembali dari www.urmc.rochester.edu.
Smoking and cervical cancer. (2024). Diambil kembali dari www.health.gov.au.
Sugawara, Y. dkk. (2018). www.uhd.nhs.uk. Japanes Journal of Clinical Oncology.
Humas (FKUI). (2023). Tingginya Angka Kejadian Kanker Serviks di Indonesia Dipengaruhi Cakupan Skrining yang Rendah. Diambil kembali dari fk.ui.ac.id.